Piero Biggio adalah seorang prelatus Gereja Katolik Italia yang mengabdi dalam penugasan diplomatik Takhta Suci.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Biografi | |
|---|---|
| Kelahiran | 29 Juni 1937 Calasetta |
| Kematian | 18 April 2007 Calasetta |
| Apostolic Nuncio to Sweden (en) | |
| 27 Februari 1999 – | |
| Apostolic Nuncio to Iceland (en) | |
| 27 Februari 1999 – | |
| Apostolic nuncio to Finland (en) | |
| 27 Februari 1999 – | |
| Apostolic nuncio to Norway (en) | |
| 27 Februari 1999 – | |
| Apostolic nuncio to Denmark (en) | |
| 27 Februari 1999 – | |
| Apostolic nuncio to Chile (en) | |
| 23 April 1992 – | |
| Uskup agung Katolik | |
| 25 Februari 1989 – | |
| Uskup agung tituler | |
| 10 Desember 1988 – Keuskupan: Otriculum (en) | |
| Data pribadi | |
| Agama | Gereja Katolik Roma |
| Pendidikan | Akademi Gerejawi Kepausan |
| Kegiatan | |
| Pekerjaan | imam Katolik (1962–) |
| Konsekrasi | Agostino Casaroli |
Piero Biggio (29 Juni 1937 – 18 April 2007) adalah seorang prelatus Gereja Katolik Italia yang mengabdi dalam penugasan diplomatik Takhta Suci.
Piero Biggio lahir pada 29 Juni 1937[1] di Calasetta, Provinsi Carbonia-Iglesias, Sardinia, Italia. Ia ditahbiskan menjadi imam pada 5 Agustus 1962.
Pada 1968, ia menerima Lisensiat Hukum Kanon di Universitas Kepausan Lateran dan kemudian merampungkan program dua tahun di Akademi Gerejawi Kepausan dari 1968 sampai 1970.
Pada 1970, ia masuk penugasan diplomatik Takhta Suci. Penugasan pertamanya dilakukan di Nunsiatur Apostolik Panama. Penugasan lainnya menyusul di Chili, Zambia, Australia, Swiss dan Taiwan.
Pada 10 Desember 1988, Paus Yohanes Paulus II mengangkatnya menjadi uskup agung tituler Otriculum dan Nunsius Apostolik untuk Bangladesh. Ia menerima penahbisan episkopal dari Sekretaris Kardinal Negara Agostino Casaroli pada 25 Februari 1989.[2] Biggio menjadi nunsius apostolik di Chili dari 1992 sampai 1999. Saat menjabat, ia menentang pendakwaan mantan diktator Chili Augusto Pinochet atas kejahatan melawan kemanusiaan, mendorong agar ia diberi kekebalan diplomatik, perlindungan dan pendoaan untuknya.[3] Ia menyebut penangkapan Pinochet oleh otoritas Inggris atas permintaan Spanyol sebagai "pelanggaran kekebalan diplomatik".[4]
Ia menjadi nunsius di Denmark, Islandia, Finlandia, Norwegia dan Swedia dari pelantikannya pada 27 Februari 1999[5] sampai Yohanes Paulus menerima pengunduran dirinya pada 16 Oktober 2004.[6]
Tahun-tahun terakhirnya dijalani dengan bekerja di Roma dalam kantor-kantor Sekretariat Negara. Ia meninggal akibat penyakit jangka panjang pada 18 April 2007.[1]