Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pierluigi Collina

Pierluigi Collina adalah seorang penasehat keuangan dan secara umum dianggap sebagai salah satu wasit sepak bola terbaik di dunia sebelum mengundurkan diri pada bulan Agustus 2005. Ia pernah terpilih sebagai Wasit Terbaik Dunia versi IFFHS enam tahun berturut-turut dari tahun 1998 hingga 2003. Collina masih terlibat dalam dunia sepak bola, sebagai konsultan yang tidak dibayar pada Asosiasi Wasit Sepak Bola Italia, sebagai Ketua Wasit untuk Federasi Sepak Bola Ukraina sejak 2010, dan sebagai anggota Komite Wasit UEFA.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pierluigi Collina
Pierluigi Collina
Pierluigi Collina sebagai Ketua Wasit Federasi Sepak Bola Ukraina tahun 2010
Nama lengkap Pierluigi Collina
Lahir 13 Februari 1960 (umur 66)
Bologna, Italia
Pekerjaan lain Ketua Wasit UEFA
Domestik
Tahun Liga Peranan
1988–1991 Serie C2/Serie C1 Wasit
1991–2005 Serie B/Serie A Wasit
Internasional
Tahun Liga Peranan
1995–2005 berlisensi FIFA Wasit

Pierluigi Collina (lahir 13 Februari 1960) adalah seorang penasehat keuangan dan secara umum dianggap sebagai salah satu wasit sepak bola terbaik di dunia sebelum mengundurkan diri pada bulan Agustus 2005. Ia pernah terpilih sebagai Wasit Terbaik Dunia versi IFFHS enam tahun berturut-turut dari tahun 1998 hingga 2003.[1] Collina masih terlibat dalam dunia sepak bola, sebagai konsultan yang tidak dibayar pada Asosiasi Wasit Sepak Bola Italia, sebagai Ketua Wasit untuk Federasi Sepak Bola Ukraina sejak 2010,[2] dan sebagai anggota Komite Wasit UEFA.

Karier

Ia kuliah di Universitas Bologna dan lulus dengan mengantongi gelar bidang ekonomi pada tahun 1984. Selama masa remajanya, ia bermain sebagai bek tengah untuk sebuah tim lokal, tetapi pada tahun 1977 ia menerima tawaran untuk menjadi wasit ketika kelihatannya ia berbakat untuk melakukan pekerjaan ini.

Dalam kurun waktu tiga tahun ia berhasil mencapai jenjang tertinggi pertandingan regional, sementara pada waktu yang sama ia melaksanakan wajib militer. Pada tahun 1988, ia berkembang secara pesat, bahkan lebih pesat daripada lazimnya seorang wasit, sehingga ia dipromosikan ke divisi nasional tingkat tiga, Serie C1 dan Serie C2. Setelah tiga musim, ia dipromosikan untuk memimpin pertandingan Serie B dan Serie A.

Pada saat itu ia secara parah menderita penyakit alopecia, sehingga semua rambut dan bulu di kepalanya rontok dan memberinya wajah yang khas dan nama julukan Kojak.

Pada tahun 1995, setelah ia mewasiti 43 pertandingan Serie A, namanya masuk dalam daftar wasit FIFA. Pada Olimpiade 1996, ia mewasiti lima pertandingan, termasuk pertandingan final antara Nigeria dan Argentina. Dan pada tahun 1999 ia memimpin pertandingan final Liga Champions UEFA antara Bayern München dan Manchester United. Ia menyebut pertandingan ini sebagai pertandingan yang paling berkesan karena kontrasnya reaksi berbagai pihak, seperti sorak-sorai pendukung Manchester United di akhir pertandingan seperti raungan singa, kontras dengan mata sedih Lothar Matthäus saat melihat pialanya.[3]

Pada tahun 2002, ia mencapai puncak kariernya dengan memimpin pertandingan final Piala Dunia antara Brasil dan Jerman. Sebelum pertandingan, Irish Times mengutip ucapan Oliver Kahn, "Collina adalah seorang wasit kelas dunia, tidak ada keraguan mengenai hal itu, tetapi ia tidak membawa keberuntungan, iya kan?" Kahn merujuk pada dua pertandingan terkenal sebelumnya yang wasitnya adalah Collina dan melibatkan Kahn, yaitu Final Liga Champions UEFA 1999 yang telah disebutkan sebelumnya, yang dalam pertandingan itu Bayern kalah 2–1; dan kekalahan Jerman 5–1 dari Inggris pada September 2001.[4] Keberuntungan Kahn tidak berubah dalam final itu dan timnya kalah 2–0.

Ia juga merupakan wasit pada pertandingan final Piala UEFA pada tahun 2004 antara Valencia dan Olympique Marseille. Kejuaraan Eropa 2004 adalah turnamen besar terakhirnya karena pada Februari 2005, ia mencapai batas usia pensiun.

Collina tahun 2008

Tahun 2004 adalah tahun terakhirnya sebagai wasit turnamen internasional karena usianya telah mencapai 45 tahun. Ia pensiun pada Agustus 2005. Federasi Sepak Bola Italia menaikkan usia pensiun wasit menjadi 46 untuk mengakomodasi Collina, sehingga ia bisa berkarya satu tahun lagi. Tapi, sebuah sengketa muncul antara federasi ini dan Collina pada awal musim 2005/2006 ketika Collina memutuskan untuk menandatangani sebuah persetujuan sponsor dengan Opel. Karena Opel juga merupakan sponsor A.C. Milan, maka persetujuan ini dianggap merupakan sebuah kasus kolusi besar dan Collina tidak diperbolehkan untuk mewasiti pertandingan top di Italia lagi. Di sisi lain, Collina menanggapinya dengan mengundurkan diri dan secara efektif pensiun sebagai seorang wasit.

Meski Collina secara umum dihubungkan dengan sepak bola, klub olahraga favoritnya adalah sebuah klub bola basket. Ia merupakan seorang pendukung berat Fortitudo Bologna, salah satu klub utama Eropa. Setelah mengundurkan diri dari profesi sebagai wasit, ia mengaku bahwa ia merupakan seorang pendukung S.S. Lazio.

Pada Desember 2006, ia ditunjuk sebagai konsultan Asosiasi Wasit Liga Italia. Ia membantu Ketua Wasit Liga Italia Cesare Gussoni.

Kehidupan pribadi

Tahun 1988, Collina bertemu dengan Gianna, seseorang yang akan menjadi istrinya, di Versilia. Tidak lama setelah bertemu, mereka hidup bersama, lalu mereka pindah ke kota Viareggio. Setelah menikah, pasangan itu memperoleh dua orang putri. Tahun 2003, ia menerbitkan otobiografinya, Le Mie Regole del Gioco (Aturan-Aturan Pertandinganku). Setelah pensiun, ia berkonsentrasi pada bisnisnya sendiri sebagai penasihat keuangan.

Sejak Collina berperan sebagai wasit utama dalam pertandingan babak gugur Piala Dunia 2002 antara Jepang dan Turki, ia menjadi terkenal di Jepang dan muncul dalam iklan televisi untuk produk takoyaki beku. Ia juga sangat populer di Turki karena dalam pertandingan-pertandingan yang dipimpinnya, tidak ada tim sepak bola Turki, baik nasional maupun klub, mengalami kekalahan.[5]

Penghargaan

  • Wasit Terbaik Dunia versi IFFHS: 1998, 1999, 2000, 2001, 2002, 2003[1]
  • Gelar kehormatan: Doctor of Science (2004), dianugerahi oleh Universitas Hull "untuk kontribusinya pada dunia olahraga".[6]
  • Hall of Fame Sepak Bola Italia: 2011[7]

Referensi

  1. 1 2 "Former Results: The World's Best Referee". IFFHS. 2014. Diarsipkan dari asli tanggal 2018-06-15. Diakses tanggal 17-02-2014. ;
  2. ↑ "Ukraine trying to revive Crimean champion football club". USA Today (dalam bahasa bahasa Inggris). 19-06-2015. Diakses tanggal 24-09-2016. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  3. ↑ "Referee Profile". 7M.CN. Diarsipkan dari asli tanggal 2012-09-11. Diakses tanggal 17-04-2014. I will always remember it for different reasons - first of all, the reaction of the United supporters when they scored their second goal, it was an incredible noise, like a lion's roar," he remembers "Then, there was the reaction of the Bayern players - their disappointment as they fell down on the pitch after conceding that goal. The contrasting reactions of happiness and sadness, and the sad eyes of Lothar Matthäus when he looked at the trophy - all very unforgettable. ;
  4. ↑ "Carlos and Cafu point to team spirit". Ireland.com (The Irish Times) (dalam bahasa bahasa Inggris). 01-07-2002. Diarsipkan dari asli tanggal 11-10-2012. Diakses tanggal 24-09-2016. ; Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  5. ↑ Diarsipkan 2009-09-01 di Wayback Machine. Diarsipkan 2009-09-01 di Wayback Machine. Diarsipkan 2009-09-01 di Wayback Machine. Diarsipkan 2009-09-01 di Wayback Machine. Referee Collina, the referee of the last match for Japan at the World Cup, appears on Japanese Commercial!! (ワールドカップ日本最終戦の主審 あのコリーナ審判が日本のCMに登場!!code: ja is deprecated ) Diarsipkan 2009-09-01 di Wayback Machine. ADWIN Communication & Marketing website (Japanese) retrieved 2009-12-19
  6. ↑ "The referee's a...doctor?". BBC News. 14-07-2004. Diakses tanggal 17-02-2014.
  7. ↑ "Calcio Hall of Fame unveiled". Football Italia. 25-11-2011. Diakses tanggal 17-02-2014.

Pranala luar

  • Profil pada situs WorldReferee.com
Didahului oleh:
Final Piala Dunia FIFA 1998
Maroko Said Belqola
Wasit Piala Dunia FIFA
Final 2002
Italia Pierluigi Collina
Diteruskan oleh:
Final Piala Dunia FIFA 2006
Argentina Horacio Elizondo
Didahului oleh:
Final Liga Champions UEFA 1998
Jerman Hellmut Krug
Wasit Liga Champions UEFA
Final 1999
Italia Pierluigi Collina
Diteruskan oleh:
Final Liga Champions UEFA 2000
Italia Stefano Braschi
Didahului oleh:
Final Piala UEFA 2003
Slowakia Ľuboš Micheľ
Wasit Piala UEFA
Final 2004
Italia Pierluigi Collina
Diteruskan oleh:
Final Piala UEFA 2005
Inggris Graham Poll
  • l
  • b
  • s
Wasit Piala Dunia FIFA 2002
AFC
  • Ali Bujsaim
  • Toru Kamikawa
  • Kim Young-joo
  • Lu Jun
  • Saad Mane
CAF
  • Gamal Al-Ghandour
  • Mourad Daami
  • Mohamed Guezzaz
  • Falla N'Doye
CONCACAF
  • Carlos Batres
  • Brian Hall
  • William Mattus
  • Peter Prendergast
  • Felipe Ramos
CONMEBOL
  • Ubaldo Aquino
  • Byron Moreno
  • René Ortubé
  • Óscar Ruiz
  • Ángel Sánchez
  • Carlos Eugênio Simon
OFC
  • Mark Alexander Shield
UEFA
  • Pierluigi Collina
  • Hugh Dallas
  • Anders Frisk
  • Terje Hauge
  • Antonio López Nieto
  • Urs Meier
  • Vítor Melo Pereira
  • Markus Merk
  • Ľuboš Micheľ
  • Kim Milton Nielsen
  • Graham Poll
  • Kyros Vassaras
  • Gilles Veissière
  • Jan Wegereef
  • l
  • b
  • s
Wasit Final Piala Champions Eropa dan Liga Champions UEFA
Era Piala Champions Eropa, 1955–1992
1950-an
  • 1956: Arthur Edward Ellis (ENG)
  • 1957: Leo Horn (NED)
  • 1958: Albert Alsteen (BEL)
  • 1959: Albert Dusch (FRG)
1960-an
  • 1960: Jack Mowat (SCO)
  • 1961: Gottfried Dienst (SUI)
  • 1962: Leo Horn (NED)
  • 1963: Arthur Holland (ENG)
  • 1964: Josef Stoll (AUT)
  • 1965: Gottfried Dienst (SUI)
  • 1966: Rudolf Kreitlein (FRG)
  • 1967: Kurt Tschenscher (FRG)
  • 1968: Concetto Lo Bello (ITA)
  • 1969: José María Ortiz de Mendíbil (ESP)
1970-an
  • 1970: Concetto Lo Bello (ITA)
  • 1971: Jack Taylor (ENG)
  • 1972: Robert Helles (FRA)
  • 1973: Milivoje Gugulović (YUG)
  • 1974: Vital Loraux (BEL) & Alfred Delcourt (BEL)
  • 1975: Michel Kitabdjian (FRA)
  • 1976: Károly Palotai (HUN)
  • 1977: Robert Wurtz (FRA)
  • 1978: Charles Corver (NED)
  • 1979: Erich Linemayr (AUT)
1980-an
  • 1980: António Garrido (POR)
  • 1981: Károly Palotai (HUN)
  • 1982: Georges Konrath (FRA)
  • 1983: Nicolae Rainea (ROU)
  • 1984: Erik Fredriksson (SWE)
  • 1985: André Daina (SUI)
  • 1986: Michel Vautrot (FRA)
  • 1987: Alexis Ponnet (BEL)
  • 1988: Luigi Agnolin (ITA)
  • 1989: Karl-Heinz Tritschler (FRG)
1990-an
  • 1990: Helmut Kohl (AUT)
  • 1991: Tullio Lanese (ITA)
  • 1992: Aron Schmidhuber (GER)
Era Liga Champions UEFA, 1992–sekarang
1990-an
  • 1993: Kurt Röthlisberger (SUI)
  • 1994: Philip Don (ENG)
  • 1995: Ion Crăciunescu (ROU)
  • 1996: Manuel Díaz Vega (ESP)
  • 1997: Sándor Puhl (HUN)
  • 1998: Hellmut Krug (GER)
  • 1999: Pierluigi Collina (ITA)
2000-an
  • 2000: Stefano Braschi (ITA)
  • 2001: Dick Jol (NED)
  • 2002: Urs Meier (SUI)
  • 2003: Markus Merk (GER)
  • 2004: Kim Milton Nielsen (DEN)
  • 2005: Manuel Mejuto González (ESP)
  • 2006: Terje Hauge (NOR)
  • 2007: Herbert Fandel (GER)
  • 2008: Ľuboš Micheľ (SVK)
  • 2009: Massimo Busacca (SUI)
2010-an
  • 2010: Howard Webb (ENG)
  • 2011: Viktor Kassai (HUN)
  • 2012: Pedro Proença (POR)
  • 2013: Nicola Rizzoli (ITA)
  • 2014: Björn Kuipers (NED)
  • 2015: Cüneyt Çakır (TUR)
  • 2016: Mark Clattenburg (ENG)
  • 2017: Felix Brych (GER)
  • 2018: Milorad Mažić (SRB)
  • 2019: Damir Skomina (SVN)
2020-an
  • 2020: Daniele Orsato (ITA)
  • 2021: Antonio Mateu Lahoz (ESP)
  • 2022: Clément Turpin (FRA)
  • 2023: Szymon Marciniak (POL)
  • 2024: Slavko Vinčić (SVN)
  • 2025: István Kovács (ROU)
  • l
  • b
  • s
Wasit Final Piala Dunia FIFA
  • 1930: John Langenus (BEL)
  • 1934: Ivan Eklind (SWE)
  • 1938: Georges Capdeville (FRA)
  • 1950: George Reader (ENG)
  • 1954: William Ling (ENG)
  • 1958: Maurice Guigue (FRA)
  • 1962: Nikolay Latyshev (URS)
  • 1966: Gottfried Dienst (SUI)
  • 1970: Rudi Glöckner (GDR)
  • 1974: Jack Taylor (ENG)
  • 1978: Sergio Gonella (ITA)
  • 1982: Arnaldo Cézar Coelho (BRA)
  • 1986: Romualdo Arppi Filho (BRA)
  • 1990: Edgardo Codesal (MEX)
  • 1994: Sándor Puhl (HUN)
  • 1998: Said Belqola (MAR)
  • 2002: Pierluigi Collina (ITA)
  • 2006: Horacio Elizondo (ARG)
  • 2010: Howard Webb (ENG)
  • 2014: Nicola Rizzoli (ITA)
  • 2018: Néstor Pitana (ARG)
  • 2022: Szymon Marciniak (POL)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Jepang
  • Italia
  • Republik Ceko
  • Portugal
  • Belanda
  • Latvia
  • Yunani
Orang
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Karier
  2. Kehidupan pribadi
  3. Penghargaan
  4. Referensi
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Kejuaraan Eropa UEFA 2000

Nielsen Gamal Al-Ghandour Graham Poll Gilles Veissière Markus Merk Pierluigi Collina Dick Jol Vítor Melo Pereira Hugh Dallas José María García-Aranda Anders

Final Liga Champions UEFA 1999

Bayern Muenchen memakai kostum abu-abu (seragam kedua) mereka. Wasit Pierluigi Collina (Italia) -- yang kemudian menjadi 'sesepuh' wasit di Italia -- menyatakan

Markus Merk

wasit kedua terbaik dunia sepanjang tahun 1987 hingga 2009, setelah Pierluigi Collina dari Italia menurut versi IFFHS. Markus Merk telah memimpin pertandingan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026