Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Kucica korea

Kucica korea adalah burung nasional Korea Selatan. Panjang 45 cm, bulu hijau mengkilap atau hitam keunguan. Bulu skapula, sayap dan perut berwarna putih, ekor dan sisanya hitam. Semenjak tahun 1964 dilindungi sebagai burung nasional.

Wikipedia article
Diperbarui 21 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kucica korea
Kucica korea
Kucica korea dewasa di Daejeon
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan:
Animalia
Filum:
Chordata
Kelas:
Aves
Ordo:
Passeriformes
Famili:
Corvidae
Genus:
Pica
Spesies:
P. pica
Subspesies:
P. (p.) sericea
Nama trinomial
Pica (pica) sericea
Gould, 1845
Merah tua/jingga/cokelat-abu-abu: sebaran P. (p.) sericea
Merah: sebaran P. (p./s.) bottanensis
Sinonim

Pica pica jankowskii
Pica pica japonica

Artikel takson sembarang

Kucica korea (korean magpie) adalah burung nasional Korea Selatan.[1] Panjang 45 cm, bulu hijau mengkilap atau hitam keunguan. Bulu skapula, sayap dan perut berwarna putih, ekor dan sisanya hitam.[2] Semenjak tahun 1964 dilindungi sebagai burung nasional.

Hidup di dataran rendah, cenderung dekat dengan permukiman manusia, kucica korea dapat berkembang biak di pepohonan tengah-tengah desa dan kota besar di Korea, seperti Seoul.

Kucica mengeluarkan suara keras "chak-chak-chak-chak"[2] atau "chat-chat-chat-chat." Pada musim semi kicau percakapan yang bervariasi lebih sering terdengar. Burung ini berkembang biak di atas pepohonan tinggi pada akhir Maret sampai April, biasa menelurkan 5-6 butir telur. Masa inkubasi 17-18 hari. Makanannya serangga, mamalia kecil, burung lain, moluska dan buah-buahan.

Orang Korea menyebut kucica "kkachi", burung pembawa keberuntungan yang sudah lama dikenal dalam cerita-cerita rakyat dan legenda.[3][4] Dalam mitos pendiri Silla, kucica-kucica berkumpul dan menarik perhatian orang-orang saat kelahiran Seok Tal-hae di atas sebuah perahu.[1]

Kedatangan kucica dianggap dapat membawa kabar baik, meramalkan cuaca, menyembuhkan sakit dan memberitahukan bahwa tamu akan datang.[1][4] Sepasang kucica melambangkan huruf "hui" (囍) yang bermakna "kebahagiaan".[1] Orang Korea percaya dengan mendengarkan suara kucica pada hari pertama tahun baru, maka satu tahun ke depan kehidupan mereka akan bahagia.[1] Jika sarangnya dibakar dipercaya hantu akan lari dan sakit akan sembuh.[1]

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 An Illustrated Guide to Korean Culture - 233 traditional key words. Seoul: Hakgojae Publishing Co. 2002. hlm. 464-466. ISBN 89-8546-98-1. ;
  2. 1 2 Robson, Craig (2007). NEW HOLLAND FIELD GUIDE TO THE BIRDS OF SOUTH-EAST ASIA : THAILAND, PENINSULAR MALAYSIA, SINGAPORE, VIETNAM, CAMBODIA, LAOS, MYANMAR. London: New Holland. hlm. 166. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ (Inggris) Korea Animals, lifeinkorea. Diakses pada 11 Juni 2011.
  4. 1 2 (Inggris) Thief, Omen, or Bearer of Good Tidings Diarsipkan 2016-03-06 di Wayback Machine., ohmynews. Diakses pada 11 Juni 2011.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pica serica.
  • (Inggris) A Long-term Phylogeographic Study of Magpies (Genus Pica): Behavior, Ecology, and Evolution Diarsipkan 2019-03-04 di Wayback Machine.
Pengidentifikasi takson
Pica serica
  • Wikidata: Q1133750
  • Wikispecies: Pica serica
  • Avibase: 7D3B961FF43C894C
  • BOW: orimag1
  • eBird: orimag1
  • GBIF: 10704098
  • NCBI: 2898546
  • Xeno-canto: Pica serica


Ikon rintisan

Artikel bertopik hewan ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi
  2. Pranala luar

Artikel Terkait

Daejeon

kota di Korea Selatan

Lukisan Korea

Shamanisme Korea, harimau adalah piaraan dewa gunung yang patuh. Harimau juga sering dilukis berdampingan dengan binatang lain seperti burung kucica, ayam

Cawai

berasal dari genera Cissa. Burung cawai sering disamakan dengan burung kucica atau murai dari genus Copsychus. Cawai dari genus Pica umumnya ditemukan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026