Microsoft Photos adalah aplikasi penampil dan pengelola gambar yang dikembangkan oleh Microsoft. Aplikasi ini pertama kali disertakan dalam Windows 8 pada tahun 2012 sebagai pengganti fungsional untuk Windows Photo Viewer dan Windows Photo Gallery. Pada tahun 2017, Microsoft Photos juga menggantikan Windows Movie Maker sebagai aplikasi bawaan untuk pengeditan video sederhana.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Photos | |
|---|---|
| Templat:Kotak info perangkat lunak/simple | |
| Situs web | apps |
Microsoft Photos adalah aplikasi penampil dan pengelola gambar yang dikembangkan oleh Microsoft. Aplikasi ini pertama kali disertakan dalam Windows 8 pada tahun 2012 sebagai pengganti fungsional untuk Windows Photo Viewer dan Windows Photo Gallery.[1][2] Pada tahun 2017, Microsoft Photos juga menggantikan Windows Movie Maker sebagai aplikasi bawaan untuk pengeditan video sederhana.[3]
Pada tahun 2024, Microsoft Photos beralih dari platform Universal Windows Platform (UWP) ke Windows App SDK. Sejak perubahan tersebut, aplikasi ini mulai berjalan di latar belakang saat Windows dinyalakan untuk mempercepat waktu pembukaan aplikasi. Selain itu, Microsoft Photos kini terintegrasi dengan menu konteks di File Explorer, sehingga pengguna dapat mengakses fungsi aplikasi langsung dari penjelajah berkas.[4][5]
Microsoft Photos dikembangkan dari basis kode yang terpisah dari Photo Gallery dan Windows Photo Viewer. Aplikasi ini pertama kali disertakan dalam Windows 8.0, dengan latar belakang yang dapat disesuaikan serta fitur penampil foto Facebook, yang kemudian dihapus pada pembaruan Windows 8.1. Versi awalnya juga memperkenalkan kemampuan untuk menampilkan foto panorama (photo PANO) secara imersif serta menetapkan foto sebagai live tile aplikasi atau sebagai layar kunci (lock screen) Windows. Seperti kebanyakan aplikasi lain yang dirancang untuk Windows 8, kontrol aplikasi tersembunyi dan baru muncul ketika pengguna mengklik kanan pada layar.
Pada Windows 10, Photos awalnya menggunakan menu hamburger sebagai antarmuka utama untuk pengelolaan foto dan menampilkan kontrol dasar. Berbeda dengan sebagian besar aplikasi Microsoft lain di Windows 10, Photos tetap menggunakan tombol bundar seperti pada Windows 8 untuk fungsi penyuntingan. Kategori kontrol ditempatkan di sisi kiri aplikasi, sementara opsi penyuntingan spesifik berada di sisi kanan.
Fitur tampilan folder dan kemampuan pengguna untuk menyunting album ditambahkan kemudian sebagai tanggapan terhadap masukan pengguna. Photos mencakup semua fitur utama dari Windows Photo Viewer, kecuali fitur Burn to Disc, dan diperkirakan akan terus menerima fitur tambahan dari Photo Gallery. Tampilan awalnya hanya menyediakan tema gelap (dark mode).
Pembaruan besar pada Oktober 2016 membawa sejumlah perubahan penting, seperti penggantian menu hamburger dengan pita menu (ribbon), penghapusan alat penyuntingan berbentuk radial yang diganti dengan bilah sisi penyuntingan, serta penambahan mode tampilan layar penuh, fitur penyuntingan tinta digital (ink editing) untuk foto dan video, dan tema terang (light theme).[6]
Pada tahun 2022, versi baru Photos dirilis untuk Windows 11 dengan desain antarmuka yang disesuaikan dengan gaya visual sistem operasi tersebut. Versi ini menghadirkan fitur penyuntingan foto yang sangat berbeda, termasuk integrasi dengan iCloud. Namun, beberapa fitur sebelumnya dihapus, seperti pengelompokan wajah (face grouping), pencarian berdasarkan objek, dan penelusuran berdasarkan tahun.[7]
Microsoft Photos merupakan aplikasi tunggal yang digunakan untuk menata foto dan video digital ke dalam galeri serta mengelompokkannya ke dalam album. Tampilan awalnya adalah Galeri (sebelumnya disebut Collection di Windows 10), yang menampilkan berkas berdasarkan tanggal. Pengguna juga dapat melihat item berdasarkan Folder (sebelumnya Album) dan menambahkan berkas ke dalamnya. Tampilan folder menampilkan album yang dibuat secara otomatis maupun oleh pengguna, dan menampilkan berkas sesuai lokasi penyimpanannya, baik di sistem berkas komputer maupun di OneDrive. Pengguna dapat menentukan folder mana yang ditampilkan serta berkas mana yang ingin dimasukkan ke dalam album.
Mulai tahun 2021, aplikasi ini memperkenalkan tampilan filmstrip (pratinjau deretan gambar mini) untuk mempermudah navigasi, serta mode multitampilan yang memungkinkan pengguna membandingkan beberapa foto atau video secara berdampingan.[8][9] Pada tahun 2024, Microsoft meningkatkan integrasi antara OneDrive dan Photos dengan menambahkan kemampuan membuat pranala berbagi langsung dari menu konteks ketika memilih foto atau video.[10]
Pada tahun 2019, Microsoft bekerja sama dengan Apple Inc. untuk menghadirkan aplikasi iCloud ke Windows 10.[11] Menjelang 2022, Photos di Windows 11 diperbarui agar dapat menampilkan foto iCloud langsung di galeri, meski tetap memerlukan aplikasi iCloud yang terpasang. Pada 2024, kemampuan integrasi tersebut juga dibawa ke aplikasi Photos di Windows 10.[12][13]
Pada versi Windows 8 hingga 10, ketika Photos disematkan di menu Start, ubin aplikasi (live tile) akan menampilkan tayangan salindia gambar dari galeri secara terus-menerus. Namun, karena dianggap menguras daya baterai, pembaruan Mei 2020 mengubah perilaku tersebut sehingga tayangan salindia hanya aktif ketika menu Start dibuka.[14] Fitur ubin aktif ini kemudian dihapus sepenuhnya di Windows 11.
Pembaruan Windows 11 tahun 2022 memperkenalkan tab Kenangan (Memories) yang secara otomatis menata media dari OneDrive berdasarkan tanggal dan lokasi, serta membuat album bertema seperti "Minggu lalu dari tahun ke tahun" atau "Perjalanan ke Tuscany 2021".[15] Pembaruan tahun 2023 menambahkan kembali bilah gulir garis waktu dan meningkatkan pengalaman tayangan salindia, termasuk penyediaan 25 musik latar bawaan yang dapat dipilih. Selain itu, pengalaman pemilihan beberapa berkas kini menyerupai Windows Explorer, sehingga pengguna dapat menekan tombol Shift atau Ctrl untuk memilih banyak foto atau video sekaligus.[16]
Sejak tahun 2024, aplikasi Photos di Windows 11 mulai melakukan pengindeksan gambar yang tersimpan di OneDrive, secara otomatis mengenali isi foto, misalnya mobil, pantai, atau ulang tahun, agar dapat dicari melalui bilah pencarian.[17] Pembaruan ini juga menambahkan fitur pencarian berdasarkan lokasi.
Pada tahun 2025, perangkat dengan label "Copilot+ PC" mendapatkan sistem pengindeksan semantik gambar, yang memungkinkan komputer mengenali dan mengekstrak deskripsi seperti "Matahari terbenam di pantai" dari gambar yang disimpan secara lokal, lalu mengintegrasikannya dengan fitur pencarian Windows dan Photos.[18] Selain itu, Microsoft Photos memperkenalkan dukungan pengenalan teks optik (OCR), yang mampu mengenali teks dalam lebih dari 160 bahasa dari sebuah gambar, lalu menyalinnya ke papan klip atau mengirimkannya langsung ke Bing Search.[19] Pembaruan lainnya juga menambahkan opsi untuk menampilkan berkas dalam subfolder di dalam tampilan Galeri.[20]
Pada Windows 8, Microsoft Photos awalnya menyediakan fungsi dasar penyuntingan gambar raster seperti memotong dan memutar gambar, mengatur pencahayaan dan warna, serta mengurangi derau (noise) pada foto.[20]
Ketika Windows 10 dirilis, aplikasi ini menambahkan bilah penyuntingan di sisi kanan (editing sidebar) yang memungkinkan pengguna menyesuaikan bayangan, sorotan, ketajaman, serta menambahkan filter warna.[21]
Pada tahun 2023, Microsoft memperkenalkan fitur Spot Fix di Photos untuk Windows 11, yang dapat menghapus bintik atau bagian kecil yang tidak diinginkan pada gambar dengan menyamarkan piksel di sekitarnya.[16] Pembaruan tahun 2024 menghadirkan serangkaian fitur berbasis akal imitasi (AI) pertama, termasuk Pengaburan Latar (Background Blur) dan alat kuas (brush tool) untuk menentukan area mana yang ingin dikaburkan atau disorot.[17] Latar yang dipilih juga dapat dihapus sepenuhnya (menyisakan saluran alfa, yaitu area transparan) atau diganti dengan warna tertentu.
Fitur Spot Fix kemudian diganti namanya menjadi Generative Erase, yang dapat secara otomatis mengenali dan menghapus objek dari foto. Semua fitur ini kemudian juga dibawa ke aplikasi Photos versi Windows 10.[22]
Seiring peluncuran aplikasi peramban Microsoft Designer pada awal 2024, Photos ditambahkan tombol "Microsoft Designer" yang memungkinkan pengguna mengekspor foto langsung ke aplikasi desain grafis tersebut. Pada akhir tahun yang sama, seluruh pengalaman penyuntingan dari Microsoft Designer diintegrasikan langsung ke dalam aplikasi Photos.[23]
Mulai tahun 2025, perangkat dengan label "Copilot+ PC" dapat memperbesar (upscale) gambar hingga delapan kali ukuran aslinya menggunakan unit pemrosesan saraf (neural processing unit/NPU).[19] Copilot+ PC juga dilengkapi fitur Relight, yang memungkinkan pengguna menambahkan dan mengatur posisi tiga sumber cahaya buatan di dalam foto.[18] Tombol baru "Copilot" turut ditambahkan untuk menampilkan saran penyuntingan berbasis AI, analisis gambar, dan rekomendasi komposisi foto.[20]
Berbeda dengan aplikasi klasik Windows Photo Gallery yang otomatis menyimpan hasil suntingan, Microsoft Photos hanya menyimpan perubahan setelah pengguna menekan tombol "Save" atau "Save As". Aplikasi ini juga memungkinkan pengguna membandingkan foto asli dengan hasil penyuntingan sebelum disimpan, serta menyimpan salinan baru dengan nama dan lokasi berbeda.
Alat impor foto dan video dalam aplikasi Photos memungkinkan pengguna melihat dan memilih berkas yang secara otomatis dikelompokkan berdasarkan tanggal pengambilan, serta menentukan lokasi penyimpanan berkas yang akan diimpor.[24]
Microsoft Photos dapat mencetak foto, baik langsung dari komputer maupun melalui layanan cetak daring, mengirimkannya lewat surel, atau menyimpan hasilnya ke folder atau cakram.[21] Aplikasi ini mendukung berbagai format gambar, termasuk GIF animasi, BMP, JPEG, JPEG XL, JPEG XR (sebelumnya dikenal sebagai HD Photo), PNG, ICO, PANO, dan TIFF. Setiap foto juga dapat diekspor ke fitur pencarian visual Microsoft Bing untuk menemukan informasi mengenai gambar tersebut.
Di Windows 11, Photos juga mendukung format Motion Photo milik Google, yang biasanya berupa berkas JPEG, HEIC, atau AVIF. Format ini memungkinkan pengguna melihat foto diam beresolusi tinggi sekaligus video pendek dalam format MP4 atau MOV lengkap dengan suara, sehingga dapat menangkap suasana ketika foto tersebut diambil.
Dengan dirilisnya Fall Creators Update pada tahun 2017, Microsoft memperkenalkan Story Remix, yaitu rangkaian alat penyuntingan video yang terintegrasi dalam aplikasi Photos dan dirancang untuk menggantikan Windows Movie Maker, yang terakhir diperbarui pada tahun 2012 sebagai bagian dari Windows Essentials.[25] Selain menyunting video, Photos juga memungkinkan pengguna memotong (trim), memperlambat, serta menyimpan cuplikan foto dari video.
Kemudian, Story Remix diubah namanya menjadi Video Editor. Fitur ini mampu mengatur dan mengubah foto serta video menjadi kisah (stories). Video Editor memungkinkan pengguna membuat video dari kumpulan gambar dan lagu, serta menyediakan berbagai efek tambahan seperti efek 3D, animasi 3D, gaya visual (styles), dan musik latar (soundtracks).
Pada tahun 2021, Microsoft mengakuisisi Clipchamp, sebuah aplikasi penyunting video berbasis peramban, dan mulai memindahkan fungsi penyuntingan video dari Photos ke Clipchamp, meskipun keduanya sempat berjalan berdampingan pada tahap awal.[26]
Pembaruan Windows 11 2022 Update kemudian menghapus fitur Video Editor dari aplikasi Photos versi Windows 11, dan sepenuhnya menggantikannya dengan Clipchamp sebagai alat penyunting video bawaan sistem operasi.[7][27]
High Efficiency Video Coding (HEVC) dikembangkan sebagai penerus Advanced Video Coding (AVC), sebuah standar pengodean video yang diperkenalkan pada tahun 2004. Hingga Desember 2024, AVC masih menjadi format video paling dominan di industri, dengan sekitar 79% pengembang video yang masih menggunakannya.
Meskipun Microsoft tidak terlibat langsung dalam pengembangan codec HEVC pada awalnya, Nokia telah mengerjakannya sejak tahun 2010. Pada tahun 2013, setelah peluncuran Nokia Lumia 920 dan sebelum akuisisi Nokia oleh Microsoft, kedua perusahaan mengumumkan kerja sama untuk mengembangkan codec terpadu yang mampu mengurangi separuh ukuran berkas (bit rate) gambar dan video dibandingkan dengan codec AVC. Inisiatif ini dimaksudkan untuk meningkatkan daya saing Windows Phone terhadap Android dan iOS, yang baru mengadopsi standar tersebut masing-masing pada tahun 2014 dan 2017.[28] Namun demikian, HEVC tidak pernah diintegrasikan ke dalam Windows Phone.
Upaya yang dimulai oleh Nokia kemudian dialihkan untuk mendukung peluncuran Windows 10. Pada tahun 2014, Microsoft mengumumkan bahwa Windows 10 akan menyertakan dukungan HEVC, yang secara resmi diperkenalkan untuk berkas MP4 pada rilis sistem operasi tahun 2015, meskipun tanpa aplikasi khusus dari Microsoft.[29][30] Pembaruan April 2018 Update menambahkan dukungan untuk wadah berkas High Efficiency Image File Format (HEIF), yang menggunakan HEVC sebagai codec utamanya, sehingga gambar dan video HEVC dapat ditampilkan serta disunting di Microsoft Photos dan Windows Explorer (File Explorer pada Windows 11).[31][32]
Selama tahap pratinjau (preview builds), codec HEVC sempat tersedia secara gratis melalui Microsoft Store. Namun, sejak Fall Creators Update 2017, Microsoft mulai mengenakan biaya lisensi sebesar USD 0,99 per akun Microsoft, sesuai dengan ketentuan lisensi dari MPEG LA.[33]
Pembaruan Mei 2019 memperkenalkan dukungan untuk format gambar mentah (raw image formats) melalui komponen opsional bernama Raw Image Extension. Sebelum pembaruan ini, gambar mini (thumbnail) dan metadata dari berkas gambar mentah belum dapat ditampilkan di Microsoft Photos dan Windows Explorer.
Sejak Windows 11, Raw Image Extension disertakan secara bawaan sehingga pengguna dapat langsung melihat pratinjau dan informasi gambar mentah tanpa perlu memasang komponen tambahan.