Phinisi Nusantara adalah sebuah kapal pinisi yang aktif dari tahun 1986 hingga 2002. Kapal yang dinakhodai oleh Kapten Gita Ardjakusuma tersebut dikenal oleh karena ekspedisi dua bulan melintasi Samudra Pasifik dengan berlayar dari Jakarta, Indonesia dan berakhir di Vancouver, Kanada dalam rangka Expo '86. Kapal tersebut kandas di Kepulauan Seribu pada September 2002.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Phinisi Nusantara (aksara Lontara: ᨄᨗᨊᨗᨔᨗ ᨊᨘᨔᨉᨈᨑ, kemudian berganti nama menjadi KAL Phinisi Nusantara[1]) adalah sebuah kapal pinisi yang aktif dari tahun 1986 hingga 2002. Kapal yang dinakhodai oleh Kapten Gita Ardjakusuma tersebut dikenal oleh karena ekspedisi dua bulan melintasi Samudra Pasifik dengan berlayar dari Jakarta, Indonesia dan berakhir di Vancouver, Kanada dalam rangka Expo '86.[2] Kapal tersebut kandas di Kepulauan Seribu pada September 2002.
Kapal dibuat oleh para perajin kapal tradisional Bugis di Tanah Beru, Sulawesi Selatan.[1][3]
Pada tanggal 9 Juli 1986, Phinisi Nusantara bertolak dari Pelabuhan Muara Baru, Jakarta Utara, dalam acara yang dirayakan secara sederhana yang dihadiri oleh Laksamana Sudomo, Gubernur DKI Jakarta Soeprapto, Joop Ave.[4] Dalam kesempatan itu, Kapten Gita Ardjakusuma mengenakan pakaian baju bodo.[2] Pada tanggal 22 Juli, kapal singgah di Pelabuhan Bitung, Kota Bitung, Sulawesi Utara, yang kedatangannya disambut oleh Menteri Pariwisata, Pos, dan Telekomunikasi Indonesia Achmad Tahir dan Gubernur Sulawesi Utara C.J. Rantung.[4] Kapal kemudian melintas di Samudra Pasifik, dengan mengandalkan arus balik khatulistiwa, arus Kuroshio dan arus California yang merupakan bagian dari pusaran Pasifik Utara.[3]
Pada 13 September 1986, Phinisi Nusantara tiba di Victoria, British Columbia. Dalam kesempatan itu, Laksamana Sudomo memberi ucapan selamat dari pesawat amfibi De Havilland Canada DHC-3 Otter yang mengapung di sebelah Phinisi Nusantara dan Presiden Soeharto secara pribadi mengirim ucapan selamat via telepon dari Jakarta,[5] sebelum akhirnya tiba di Vancouver satu hari kemudian.[3]
Pada Expo '86, kapal tersebut direncanakan untuk dijual, dengan penawaran datang dari Universitas California,[6] akan tetapi rencana tersebut tidak terlaksana. Pada awalnya, kapal dikelola oleh Yayasan Phinisi Nusantara sebagai kapal niaga swasta, akan tetapi masalah perizinan serta perawatan yang tidak profesional, kapal diambil alih oleh TNI Angkatan Laut dan berubah fungsi menjadi kapal wisata.[1] Pada tanggal September 2002, KAL Phinisi Nusantara menghantam karang di Pulau Ayer Kecil, Kepulauan Seribu.
Pada dekade tahun 2000-an, Phinisi Nusantara sempat menjadi subjek dari iklan produsen rokok HM Sampoerna.[7]