Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Philip Lutley Sclater

Philip Lutley Sclater adalah seorang pengacara dan ahli biologi berkebangsaan Inggris yang dilahirkan pada tanggal 4 November 1829 di kota Tangier Park, Hampshire.

ahli biologi asal Britania Raya (1829-1913)
Diperbarui 5 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Philip Lutley Sclater

Philip Lutley Sclater
Philip Lutley Sclater
Lahir(1829-11-04)4 November 1829
Tangier Park, Wootton St Lawrence, Hampshire
Meninggal27 Juni 1913(1913-06-27) (umur 83)
Odiham,[1] Hampshire
PendidikanWinchester College
AlmamaterCorpus Christi College, Oxford
PekerjaanPengacara, zoologi
AnakWilliam Lutley Sclater Jr.
Orang tuaWilliam Lutley Sclater
Penghargaan
  • Fellow of the Royal Society
  • Fellow of the Royal Geographical Society (en) Terjemahkan
  • Honorary Fellow of the Royal Society Te Apārangi (en) Terjemahkan Suntingan nilai di Wikidata
Find a Grave: 101926407 Modifica els identificadors a Wikidata

Philip Lutley Sclater adalah seorang pengacara dan ahli biologi berkebangsaan Inggris yang dilahirkan pada tanggal 4 November 1829 di kota Tangier Park, Hampshire.[2][3]

Sclater dididik di Winchester College dan Christ Church, Oxford, di mana dia belajar ilmu biologi mengenai burung di bawah bimbingan Hugh Edwin Strickland.

Pada tahun 1858, di dalam Proceedings of the Linnean Society, Sclater membentuk enam daerah geografis hewan yang olehnya dinamakan Palaearctic, Aethiopian, India, Australasia, Nearctic dan Neotropical. Daerah geografis ini masih digunakan sampai sekarang. Sclater juga mengembangkan teori Lemuria pada tahun 1864, yang isinya menjelaskan hubungan antara hewan-hewan di Madagaskar dan India.

Sclater adalah seorang pendiri dan redaktur dari The Ibis yang merupakan sebuah jurnal oleh British Ornithologists' Union yang diterbitkan empat kali dalam setahun. Dia juga adalah seorang sekretaris Zoological Society of London dari tahun 1860 sampai 1903.

Di antara buku-buku penting hasil karya Sclater adalah Exotic Ornithology yang diterbitkan antara tahun 1866-1869 dan Nomenclator Avium yang diterbitkan pada tahun 1873. Kedua buku ini dibuat bersama dengan Osbert Salvin. Buku Argentine Ornithology pada tahun 1888-1889 dengan W.H. Hudson, dan buku The Book of Antelopes antara tahun 1894-1900 yang dibuat bersama dengan Oldfield Thomas.

Anak laki-lakinya yang bernama William Lutley Sclater, juga adalah seorang ahli ilmu burung.

Philip Lutley Sclater meninggal dunia pada tanggal 27 Juni 1913.

Referensi

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Philip Lutley Sclater.
  1. ↑ "Philip Lutley Sclater." In: Ornithologisches Jahrbuch. Vol. 24, 1913, p. 239.
  2. ↑ "SCLATER, Philip Lutley". Who's Who,. 59: p. 1568. 1907. Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  3. ↑ "PHILIP LUTLEY SCLATER". Science,. New Series, Vol. IV (88): 293–298. 1896. Pemeliharaan CS1: Tanda baca tambahan (link)
  • Obituary. Ibis 1913:642-686
  • Elliot, D. G. In memoriam. Auk 1914:31(1)
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • ISNI
  • VIAF
  • GND
  • FAST
  • WorldCat
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Italia
  • Australia
  • Republik Ceko
  • Belanda
  • Norwegia
  • Polandia
  • Israel
Akademik
  • CiNii
  • Scopus
  • Leopoldina
Orang
  • Trove
  • Deutsche Biographie
  • DDB
Lain-lain
  • IdRef
  • SNAC
  • Te Papa (Selandia Baru)
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Kodok eropa

dan sastra. Pada awalnya katak-puru eropa diberi nama Rana bufo oleh ahli biologi Swedia, Carl Linnaeus dalam Systema Naturae edisi ke-10 pada tahun 1758

Batu Rosetta

ahli di Eropa dapat melihat inskripsi di batu tersebut dan mencoba mengurainya. Setelah kepergian Napoleon, pasukan Prancis menahan serangan Britania

Sejarah kimia

seperti Palmela (Portugal), Los Millares (Spanyol), dan Stonehenge (Britania Raya). Namun, seperti yang sering terjadi dengan studi zaman prasejarah,

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026