Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPheretima asiatica
Artikel Wikipedia

Pheretima asiatica

Pheretima asiatica adalah spesies cacing tanah pemakan bahan organik. Tubuhnya dapat mencapai 20 cm dengan jumlah segmen mencapai 150 segmen. Warna tubuhnya coklat hingga ungu kemerah-merahan dengan bagian ventak berwarna krem dan ekor kekuningan. Pheretima asiatica bagik digunakan untuk pengomposan. Budidayanya hanya dilakukan di Asia.

spesies cacing tanah pemakan bahan organik
Diperbarui 10 Februari 2023

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Februari 2023)

Pheretima asiatica adalah spesies cacing tanah pemakan bahan organik. Tubuhnya dapat mencapai 20 cm dengan jumlah segmen mencapai 150 segmen. Warna tubuhnya coklat hingga ungu kemerah-merahan dengan bagian ventak berwarna krem dan ekor kekuningan. Pheretima asiatica bagik digunakan untuk pengomposan. Budidayanya hanya dilakukan di Asia.

Penampilan fisik

Panjang tubuh Pheretima asiatica antara 14–20 cm. Bagian tubuhnya terbagi menjadi 95-150 segmen. Bagian punggung tubuhnya berwarna coklat cerah hingga ungu kemerah-merahan. Warna krem terdapat di bagian ventaknya. Lalu di bagian ekor berwarna kekuningan. Bagian punggunya berbentuk membulat dengan bagian vertikal berbentuk pipih. Pada segmen ke-14 sampai ke-16 terdapat klitelum.[1]

Kebiasaan hidup

Pheretima asiatica merupakan salah satu jenis cacing yang hidup dengan memakan bahan organik.[2] Pheretima asiatica termasuk salah satu jenis cacing tanah yang memiliki kemampuan mempercepat pengomposan. Ini karena sifatnya yang cepat berkembang biak, tahan hidup dalam limbah organik dan tidak liar.[3]

Budidaya

Budidaya Pheretima asiatica sebagai ternak komersial hanya dilakukan di Asia.[4]

Referensi

  1. ↑ Santoso, H. B., dan Wahyudi, R. (2013). Bisnis Cacing Tahan Banting Tanpa Pusing. Jakarta: Penerbit Gramedia Pustaka Utama. hlm. 7. ISBN 978-979-22-9635-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  2. ↑ Kartini, N. L., dan Bundaraga, I. K. (2020). Perta, Jaya Nasa (ed.). Pertanian Organik Penyelamat Kehidupan. Sleman: Penerbti Deepublish. hlm. 24. ISBN 978-623-02-0793-8. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link) Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Indriani, Yovita Hety. Membuat Kompos Secara Kilat. Niaga Swadaya. hlm. 50. ISBN 978-979-489-510-8. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Brata, Bieng (2021). Cacing Tanah: Faktor Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangbiakan. Bogor: Penerbit IPB Press. ISBN 978-979-493-213-1. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Penampilan fisik
  2. Kebiasaan hidup
  3. Budidaya
  4. Referensi

Artikel Terkait

Cacing tanah

Spesies cacing

Ekosistem

suatu lingkungan yang terdiri atas komponen hidup dan nonhidup yang berinteraksi sebagai sebuah sistem

Pupuk

perpindahan cacing tanah, di tempatkan tegak di lokasi tanah yang banyak cacingnya dan diisi bahan organik sampah sisa rumah tangga. Kotoran cacing bagus untuk

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026