Peter Jones adalah seorang penyiar radio asal Wales yang dikenal luas sebagai komentator olahraga di BBC Radio di Britania Raya. Banyak komentarnya juga disiarkan secara internasional melalui BBC World Service. Ia sering bekerja sama dengan Maurice Edelston, Bryon Butler, Alan Parry, serta kemudian Alan Green dan Mike Ingham.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Peter Jones | |
|---|---|
| Lahir | (1930-02-07)7 Februari 1930 Wales |
| Meninggal | 2 April 1990(1990-04-02) (umur 60) |
| Kebangsaan | Wales |
| Pekerjaan | Penyiar radio |
| Dikenal atas | Komentar olahraga di BBC Radio |
Peter Jones (7 Februari 1930 – 2 April 1990) adalah seorang penyiar radio asal Wales yang dikenal luas sebagai komentator olahraga di BBC Radio di Britania Raya. Banyak komentarnya juga disiarkan secara internasional melalui BBC World Service. Ia sering bekerja sama dengan Maurice Edelston, Bryon Butler, Alan Parry, serta kemudian Alan Green dan Mike Ingham.
Jones menempuh pendidikan di Swansea Grammar School dan Queens' College, Cambridge, di mana ia mempelajari bahasa-bahasa modern. Ia memulai karier sebagai guru di Kimbolton School, kemudian mengajar bahasa Prancis dan melatih tim sepak bola utama di Bradfield College. Karier penyiarannya dimulai pada 1965 setelah bertemu secara kebetulan dengan Maurice Edelston yang tinggal di Reading. Pada tahun-tahun awal, ia mengomentari pertandingan grup di 1966, yang diselenggarakan di Inggris. Pada 1970, 1974, 1978, 1982, dan 1986, ia menjadi komentator utama untuk final Piala Dunia.
Selain komentar sepak bola mingguan, Jones meliput hampir semua peristiwa sepak bola besar dari akhir 1960-an hingga akhir hayatnya, termasuk final Piala FA dari 1968, tayangan ulang (tetapi bukan pertandingan pertama) pada 1970, dan semua final dari 1971 hingga 1989 kecuali 1982 karena ia meliput kunjungan Paus. Ia menggambarkan kemenangan klub-klub Inggris di final Piala Champions Eropa pada 1968, 1977, 1978, 1979, 1980, 1981, 1982, dan 1984. Pada 1985, ia memberikan deskripsi yang penuh makna tentang Tragedi Heysel.
Sebagai pembawa acara, ia memandu liputan BBC untuk Kejuaraan Wimbledon selama 1970-an dan 1980-an, serta sering memandu siaran olahraga Sabtu sore BBC (Sports Service hingga 1970, kemudian Sport on Two hingga 1990) dari akhir 1960-an hingga akhir 1980-an. Ia menggambarkan upacara pembukaan Olimpiade pada 1976, 1980, 1984, dan 1988. Ia menjadi komentator tetap renang BBC selama bertahun-tahun, meliput cabang itu di banyak Olimpiade Musim Panas dan Permainan Persemakmuran, sering bersama Anita Lonsbrough. Ia sesekali mengomentari kriket dan sering meliput Perlombaan Perahu Oxford dan Cambridge, yang ternyata menjadi komentar olahraga terakhirnya. Sebagai penyiara yang serius dengan suara merdu dan rasa hormat yang mendalam, ia sering diminta menggambarkan upacara pembukaan dan penutupan acara besar seperti Olimpiade dan Piala Dunia, serta peristiwa non-olahraga seperti pernikahan Charles, Pangeran Wales dengan Diana, Putri Wales pada 1981, dan pernikahan Pangeran Andrew, Adipati York dengan Sarah Ferguson pada 1986. Ia juga memberikan suara untuk liputan Pembukaan Parlemen Negara.
Hampir tak tertandingi dalam kemampuannya menggambarkan suasana dan menangkap kegembiraan suatu peristiwa besar, Jones masih dianggap sebagai penyiara hebat pada akhir 1980-an, meski muncul generasi komentator muda yang lebih santai dan tidak memiliki aksen Standard English seperti dirinya. Ia sangat terpukul oleh Tragedi Hillsborough pada 1989, yang disaksikannya dari ruang komentar, dan memberikan deskripsi penuh emosi pada upacara peringatan bagi para korban, dengan membacakan lirik “You'll Never Walk Alone”. Ia terus menyiarkan secara rutin, tetapi diyakini tidak pernah pulih sepenuhnya secara emosional dari pengalaman itu. Pada 31 Maret 1990, ia pingsan di ruang siaran saat mengomentari Perlombakan Perahu Oxford dan Cambridge. Ia dirawat di rumah sakit setelah lomba selesai, tetapi meninggal sekitar 36 jam kemudian. Ia dikenang sebagai penyiara hebat dan, barangkali, yang terakhir dari garis keturunannya, karena tak lama setelah kepergiannya, penyiaran olahraga di Britania Raya mengalami perubahan besar dengan hadirnya Sky TV dan BBC Radio 5 (kemudian BBC Radio 5 Live), yang mengusung gaya lebih santai dan, menurut sebagian pihak, kurang elok.
Peter Jones menikah dan memiliki dua putra; salah satunya, Stuart Jones, menjadi koresponden sepak bola untuk The Times saat Peter Jones wafat pada 1990. Kemudian Stuart Jones menjadi koresponden tenis untuk The Times pada 1990-an; ia didiagnosis kanker tenggorokan, pindah ke Barbados, dan meninggal pada 2013.[1]
“Peter adalah sosok berpesona ala sekolah lama dan rekan yang menginspirasi bagi semua calon penyiara seperti saya saat bergabung dengan BBC Radio Sport pada 1984. Menurut saya, tak ada yang sebelum atau sesudahnya yang mampu menyiarkan dengan kecemerlangan deskripsi seperti yang dilakukan Peter pada hari Tragedi Hillsborough. Ia benar-benar luar biasa, dan masih dirindukan 20 tahun setelah kepergiannya.” — John Rawling.[2]