Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara 1969, yang secara resmi dikenal sebagai Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara ke-5, merupakan acara multi-olahraga tingkat Asia Tenggara yang diselenggarakan di Rangoon, Burma, pada 6 hingga 13 Desember 1969 dengan mempertandingkan 15 cabang olahraga. Pada awalnya, Republik Vietnam terpilih menjadi tuan rumah. Namun, akhirnya mereka mengundurkam diri akibat Perang Vietnam yang sedang berlangsung pada waktu itu. Singapura, yang saat itu merupakan anggota termuda federasi, mengusulkan dalam edisi ini agar nama pesta olahraga tersebut diubah menjadi Pesta Olahraga Asia Tenggara. Meskipun tidak dinyatakan secara resmi, masuknya Filipina dan Indonesia ke dalam federasi yang diperluas sangat membantu mengatasi persoalan tuan rumah sekaligus meningkatkan standar dan daya saing pertandingan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Tuan rumah | Rangoon, Burma |
|---|---|
| Jumlah negara | 6 |
| Jumlah disiplin | 15 cabang olahraga |
| Upacara pembukaan | 6 Desember 1969 |
| Upacara penutupan | 13 Desember 1969 |
| Dibuka oleh | Ne Win Presiden Burma |
| Ditutup oleh | Ne Win Presiden Burma |
| Janji atlet | Khin Maung Myint[1] |
| Penyalaan obor | Maung Maung[1] |
| Lokasi seremonial | Stadion Bogyoke Aung San |
Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara 1969, yang secara resmi dikenal sebagai Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara ke-5, merupakan acara multi-olahraga tingkat Asia Tenggara yang diselenggarakan di Rangoon, Burma, pada 6 hingga 13 Desember 1969 dengan mempertandingkan 15 cabang olahraga. Pada awalnya, Republik Vietnam terpilih menjadi tuan rumah. Namun, akhirnya mereka mengundurkam diri akibat Perang Vietnam yang sedang berlangsung pada waktu itu. Singapura, yang saat itu merupakan anggota termuda federasi, mengusulkan dalam edisi ini agar nama pesta olahraga tersebut diubah menjadi Pesta Olahraga Asia Tenggara. Meskipun tidak dinyatakan secara resmi, masuknya Filipina dan Indonesia ke dalam federasi yang diperluas sangat membantu mengatasi persoalan tuan rumah sekaligus meningkatkan standar dan daya saing pertandingan.
Setelah menjadi tuan rumah edisi ke-5, Burma menolak untuk kembali menjadi tuan rumah pada edisi-edisi berikutnya karena keterbatasan kemampuan finansial. Ini merupakan kali kedua Burma menjadi tuan rumah, dan yang pertama sejak tahun 1961. Pesta olahraga ini dibuka dan ditutup oleh Ne Win, Presiden Burma, di Stadion Bogyoke Aung San. Perolehan medali akhir dipimpin oleh tuan rumah Burma, diikuti oleh Thailand dan Singapura.[2]
(Negara tuan rumah dicetak tebal)
| Peringkat | Negara | Emas | Perak | Perunggu | Jumlah |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 57 | 46 | 46 | 149 | |
| 2 | 32 | 32 | 45 | 109 | |
| 3 | 31 | 39 | 23 | 93 | |
| 4 | 16 | 24 | 39 | 79 | |
| 5 | 9 | 5 | 8 | 22 | |
| 6 | 0 | 0 | 3 | 3 |