China Investment Corporation (CIC) adalah sebuah sovereign wealth fund yang mengelola sebagian cadangan devisa Tiongkok. Sebagai SWF terbesar di Tiongkok, CIC didirikan pada tahun 2007 dengan jumlah aset kelolaan sekitar US$200 miliar, dan telah tumbuh menjadi US$1,3 triliun pada bulan Desember 2024.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Kantor pusat di New Beijing Poly Plaza | |
Nama asli | 中国投资有限责任公司 |
|---|---|
Jenis perusahaan | Sovereign wealth fund |
| Industri | Investasi |
| Didirikan | 2007 (2007) |
| Kantor pusat | , Tiongkok |
Tokoh kunci | Peng Chun (Chairman dan CEO) Ju Weimin (Wakil Chairman, Presiden, dan CIO) |
| AUM | |
| Total aset | |
| Total ekuitas | |
Karyawan | 689 (2019)[3] |
| Anak usaha | Central Huijin Investment |
| Situs web | www |
China Investment Corporation (CIC) adalah sebuah sovereign wealth fund yang mengelola sebagian cadangan devisa Tiongkok. Sebagai SWF terbesar di Tiongkok, CIC didirikan pada tahun 2007 dengan jumlah aset kelolaan sekitar US$200 miliar, dan telah tumbuh menjadi US$1,3 triliun pada bulan Desember 2024.[4]
Hingga tahun 2007, Tiongkok memiliki cadangan devisa sebanyak US$1,4 triliun.[5] Pada saat itu, China Investment Corporation didirikan guna memanfaatkan cadangan tersebut untuk kepentingan negara, dengan cara menginvestasikannya di luar Tiongkok pada jenis investasi yang mempunyai risiko lebih tinggi dan memberikan hasil lebih tinggi daripada obligasi pemerintah.[6]: 14
Pendanaan CIC berasal dari leverage, sehingga tidak seperti sebagian besar SWF di luar Tiongkok yang cenderung didanai dengan pendapatan dari sumber daya nasional, seperti minyak bumi.[6]: 95 CIC didanai sebagai berikut: (1) Kementerian Keuangan menerbitkan obligasi pemerintah, (2) Kementerian Keuangan menggunakan hasil dari penerbitan obligasi untuk membeli cadangan devisa dari Bank Rakyat Tiongkok, dan (3) cadangan tersebut digunakan untuk mendanai CIC.[6]: 29
Pada tahun 2008, Central Huijin Investment Corporation resmi menjadi anak usaha dari CIC.[5][6]: 36 Untuk mengakuisisi Central Huijin dari State Administration of Foreign Exchange, CIC mengeluarkan biaya sebesar $67 miliar.[6]: 136 Central Huijin mengelola lebih dari dua pertiga aset CIC.[6]: 87
Pada tahun 2008, CIC bergabung ke International Forum of Sovereign Wealth Funds[7] dan ikut serta dalam Prinsip Santiago mengenai praktik terbaik dalam mengelola SWF.[8] CIC juga berupaya meningkatkan kredibilitasnya dengan membentuk dewan penasehat internasional.[6]: 199
Aktivitas investasi CIC di luar Tiongkok awalnya mencatatkan kerugian, karena CIC terutama berinvestasi di sektor jasa keuangan Amerika Serikat tepat sebelum krisis keuangan global 2007-2008.[6]: 109–111 Sebagai hasilnya, pada tahun 2009, CIC mengalihkan fokusnya untuk berinvestasi di sektor sumber daya alam.[6]: 110 CIC juga mereorganisasi divisinya dari berdasarkan kelas aset menjadi berdasarkan prioritas strategis, yakni Investasi Pasar Publik, Investasi Taktis, Investasi Pasar Privat, dan Investasi Khusus.[6]: 110
Pada tahun 2009, Kementerian Keuangan mengubah utang dari CIC sebesar $200 miliar menjadi ekuitas, sehingga CIC tidak perlu lagi membayar bunga atas obligasi yang sebelumnya digunakan untuk memodali CIC, dan CIC hanya perlu membayar deviden ke Kementerian Keuangan tiap tahun.[6]: 110–111
Pada tahun 2010, CIC mendirikan CIC International (Hong Kong) di Hong Kong dan menunjuk Lawrence Lau sebagai chairman.[9]
Pada tahun 2011, CIC mendirikan kantor luar negeri pertama di Toronto, Kanada.[10]
Pada bulan Juli 2013, Partai Komunis Tiongkok menunjuk Ding Xuedong sebagai chairman CIC.[6]: 112 Ding mengawasi restrukturisasi terhadap CIC dan meningkatkan fokus pada disiplin internal.[6]: 112–113 Ia mewajibkan eksekutif senior dan lebih dari 400 orang pegawai CIC untuk menyerahkan kritik diri, di mana mereka merinci kesalahannya, meminta maaf, dan berjanji tidak mengulangi kesalahannya.[6]: 112
Di bawah kepemimpinan Ding, sebuah audit yang dimulai sejak masa kepemimpinan Lou Jiwei dapat diselesaikan.[6]: 113 Audit tersebut menemukan bahwa kerugian CIC pada awal beroperasi terutama disebabkan oleh kelalaian dari pegawai, uji tuntas yang tidak memadai, manajemen pasca-investasi yang tidak memadai, dan kurangnya profesionalisme secara umum.[6]: 113 Di tengah kampanye antikorupsi nasional pada tahun 2015, CIC meluncurkan sebuah investigasi internal di mana 495 orang pegawai dari CIC dan anak usahanya diberi sanksi.[6]: 113
Strategi investasi CIC berubah selama masa kepemimpinan Ding, dengan makin fokus pada sektor pertanian, termasuk industri seperti irigasi dan pakan, yang cenderung kurang diminati oleh investor institusional lain.[6]: 113 Fokus lain selama masa kepemimpinan Ding meliputi investasi teknologi, lahan yasan, dan infrastruktur.[6]: 113
Pada tahun 2014, CIC menyumbang sebagian dari modal awal untuk Silk Road Fund.[11]: 221
Pada bulan Januari 2015, CIC memisahkan Divisi Investasi Khusus menjadi anak usaha dengan nama CIC Capital.[6]: 114 Pemisahan tersebut ditujukan untuk mendukung Belt and Road Initiative, termasuk dengan mengadakan investasi asing langsung dan mendukung BUMN Tiongkok untuk melakukan penggabungan dan akuisisi di sektor ekonomi yang diprioritaskan oleh pemerintah.[6]: 114
Selama masa kepemimpinan Ding, CIC menutup kantor di Toronto dan membuka kantor di New York.[6]: 114
Partai Komunis Tiongkok memandang kepemimpinan Ding di CIC sebagai sebuah kesuksesan, sehingga pada bulan Februari 2017, Ding dipromosikan menjadi sekretaris jenderal dari Dewan Negara.[6]: 116
Wakil Chairman CIC, Tu Guangshao, memimpin CIC selama dua tahun pasca promosi Ding ke Dewan Negara.[6]: 116–117 CIC pun tidak memiliki Chairman selama periode tersebut.[6]: 117
Tu mengawasi CIC dalam menyesuaikan investasinya dengan prioritas dari program Belt and Road Initiative.[6]: 116 Untuk merespon ketidaksukaan dari negara-negara Barat terhadap investasi dari Tiongkok, Tu pun mengarahkan CIC untuk bermitra dengan institusi-institusi besar di Barat, termasuk Goldman Sachs, agar dapat memenuhi persyaratan dari proses seleksi terhadap investasi asing langsung di negara-negara Barat.[6]: 116
Pada April 2019, Peng Chun ditunjuk sebagai Chairman CIC.[6]: 117
Peng pun melanjutkan strategi kerja sama yang diterapkan oleh Wakil Chairman Tu Guangshao.[6]: 118 Pada tahun 2020, CIC membentuk France-China Cooperation Fund, China-Italy Industrial Cooperation Fund, UK-China Cooperation Fund, dan Japan-China Industrial Cooperation Fund.[6]: 118
Di bawah kepemimpinan Peng, CIC Capital kembali digabung ke dalam CIC.[6]: 118
Pada bulan Mei 2007, CIC membeli 9,9% saham Blackstone Group dengan harga $3 miliar, sesaat sebelum Blackstone melantai di bursa saham.[6]: 108 Pada bulan Februari 2018, CIC mendivestasi semua saham Blackstone Group yang mereka pegang.[6]: 108
Pada bulan September 2013, CIC mengakuisisi 12,5% saham Uralkali asal Rusia, dikabarkan dengan harga $2 miliar.[12]
Pada bulan Maret 2014, CIC mengakuisisi sejumlah saham iKang Health Group dengan harga $40 juta.[13] Pada bulan Oktober 2015, CIC menyediakan modal dalam kesepakatan antara Carnival Corporation dan China State Shipbuilding Corporation.[14]
Pada bulan Oktober 2015, CSSC Carnival Cruise Shipping, sebuah joint venture antara CIC, China State Shipbuilding Corporation, dan Carnival Corporation & plc, resmi didirikan dan ditargetkan dapat mulai beroperasi pada tahun 2019.[15][16]
Pada bulan Januari 2017, CIC mengakuisisi 45% saham 1211 Avenue of the Americas, New York City.[17] Pada bulan November 2017, CIC membeli Logicor dari Blackstone Group dengan harga $13,49 miliar.[18]
Selain untuk menghasilkan laba, investasi CIC juga ditujukan untuk mempromosikan kepentingan nasional dari Tiongkok.[6]: 29 Contohnya, investasi CIC di sektor sumber daya alam ditujukan untuk mendukung pengembangan Tiongkok dan mendukung prioritas strategis Partai Komunis Tiongkok.[6]: 146–147
Memasuki pasar global pada tahun 2007 sesaat sebelum krisis keuangan global, performa CIC awalnya tidak terlalu menggembirakan.[6]: 14 Hal tersebut pun menjadi kesempatan bagi State Administration of Foreign Exchange untuk mengembangkan SWF di bawah kewenangannya.[6]: 14
CIC merupakan salah satu SWF di dunia yang investasinya cenderung mendorong investor institusional lain untuk menganggap investasi bersama mereka sebagai sesuatu yang relatif lebih aman.[6]: 9
CIC dideskripsikan sebagai pembuat unikorn atas perannya dalam mendorong pertumbuhan sektor teknologi Tiongkok, antara lain dengan mendukung Alibaba dan DiDi.[6]: 129 CIC juga menyediakan pendanaan yang penting untuk perusahaan di sektor semikonduktor Tiongkok.[6]: 147
Manajemen dari CIC bertanggung jawab kepada Dewan Negara Republik Rakyat Tiongkok. CIC dianggap "sangat terkait" dengan lembaga politik, karena komposisi dari dewan direksinya menyiratkan "pengaruh yang cukup besar dari Kementerian Keuangan Tiongkok."[19]
Dewan direksi dari CIC terdiri dari:[20]
Dewan pengawas dari CIC terdiri dari:[21]
Komite eksekutif dari CIC terdiri dari:[22]