Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pertempuran Tanjung Utara

Pertempuran Tanjung Utara adalah pertempuran laut yang terjadi di Tanjung Utara, Norwegia. Pertempuran ini meyakinkan kemenangan Inggris atas Jerman di Front Atlantik sekaligus pertempuran Front Atlantik terakhir dalam Perang Dunia ke-2.

Wikipedia article
Diperbarui 23 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pertempuran Tanjung Utara
Pertempuran Tanjung Utara
Bagian dari Perang Dunia II
Kru HMS Duke of York di atas meriamnya setelah pertempuran berakhir.
Kru HMS Duke of York di meriamnya setelah pertempuran berakhir
Tanggal26 Desember 1943
Lokasilepas Tanjung Utara, Norwegia
Hasil Kemenangan Sekutu
Pihak terlibat
 Jerman  United Kingdom
 Norway
Tokoh dan pemimpin
Jerman Nazi Erich Bey ⚔ Britania Raya Bruce Fraser
Kekuatan
1 kapal tempur 1 kapal tempur
1 kapal penjelajah berat
3 kapal penjelajah ringan
9 kapal perusak
Korban
1 kapal tempur tenggelam
1.932 tewas
36 ditawan
1 kapal tempur sedikit rusak
1 kapal penjelajah berat rusak
1 kapal perusak rusak
11 tewas
11 luka-luka
Templat:Campaignbox Arctic Naval Operations of WWII

Pertempuran Tanjung Utara (26 Desember 1943) adalah pertempuran laut yang terjadi di Tanjung Utara, Norwegia. Pertempuran ini meyakinkan kemenangan Inggris atas Jerman di Front Atlantik sekaligus pertempuran Front Atlantik terakhir dalam Perang Dunia ke-2.

Latar belakang

Setelah kehilangan missing name, missing name dan missing name, Adolf Hitler tidak ingin lagi salah satu dari kapal perangnya tenggelam. Hitler pun menyarankan agar kapal-kapal yang tersisa tersebut digunakan sebagai besi tua dan meriamnya digunakan untuk pertahanan pantai. Namun, Laksamana Karl Dönitz membujuk Hitler untuk memberi izin kapal tempur missing name dan missing name untuk menyerang sebuah konvoi yang berlayar antara Inggris dan Rusia. Naas, missing name terkena serangan kapal selam Inggris sehingga rusak. Dengan terpaksa, missing name harus sendirian menjalani operasi tersebut

Operasi itu dinamakan Operasi Ostfront. Operasi ini bertujuan untuk menyerang konvoi JW 55B. Konvoi tersebut sebelumnya sudah terdeteksi oleh pesawat Luftwaffe milik Jerman yang berlayar di antara Inggris dan Rusia. Konvoi ini terdiri dari 19 kapal barang yang diiringi oleh 8 kapal perusak dan sebuah kapal penyapu ranjau.

Pertempuran

Peta kontemporery dari Pertempuran Tanjung Utara.

Pada tanggal 25 Desember 1943, missing name yang diiringi oleh 5 kapal perusak kelas Narvik meninggalkan Altafjord, Norwegia. Pasukan ini dikomandoi oleh Laksamana Muda Erich Bey. Mereka tidak menyadari bahwa sedang berlayar menuju suatu perangkap yang telah disiapkan oleh Inggris dengan 2 buah konvoi sebagai umpan perangkap tersebut.

Laksamana Muda Erich Bey tidak menyadari kehadiran dua pasukan Angkatan Laut Inggris. Pasukan pertama yang dikomandoi Laksamana Murray Robert Burnett terdiri dari kapal penjelajah HMS Norfolk, HMS Belfast dan HMS Sheffield. Pasukan kedua yang dikomandoi Laksamana Bruce Fraser terdiri dari HMS Duke of York, kapal penjelajah HMS Jamaica, HMS Savage, HMS Scorpion, HMS Saumarez, HMS Sword dan sebuah kapal Norwegia HNomS Stord. Kedua pasukan ini mengikuti konvoi dari jarak jauh.

Pada 26 Desember 1943, cuaca yang sangat tidak mendukung pada waktu itu. Laksamana Muda Bey pun tidak dapat memastikan letak 2 konvoi yang sedang diburu. Laksamana Muda Bey pun menyatakan bahwa ia telah kehilangan konvoi Inggris tersebut dan memutuskan untuk berlayar ke arah selatan untuk memperluas daerah pencarian. Sedangkan Laksamana Fraser mengarahkan konvoi inggris tersebut ke arah utara untuk mengantisipasi serangan Jerman.

Kapal missing name kini berlayar tanpa kelima kapal perusak yang mengawalnya. Pukul 09:00, missing name bertemu dengan kapal penjelajah Burnett. Kapal penjelajah Inggris mulai menembak dari jarak 13.000 meter dan segera dibalas oleh missing name. Tidak ada peluru dari missing name yang mengenai kapal tersebut, tapi missing name sendiri menerima serangan dua peluru meriam, dengan salah satu peluru terkena radar kapal. missing name sekarang dalam kondisi "buta" dalam cuaca yang semakin buruk.

Tanpa bantuan radar, missing name terpaksa menembak senjata mereka saat kapal penjelajah Inggris menembakkan meriamnya. Cara Ini sangat sulit karena HMS Belfast dan HMS Sheffield menggunakan bahan peledak yang tidak mengeluarkan cahaya, dan anya Norfolk HMS yang menggunakan bahan peledak biasa, dan akibatnya kapal ini dijadikan sasaran oleh missing name. Laksamana Bey sekarang percaya bahwa dia melawan sebuah kapal perang besar dan memerintahkan missing name untuk berlayar ke selatan untuk menjauh dari kapal-kapal Inggris

Setelah beberapa saat, Laksamana Bey percaya bahwa dia berhasil menjauh dari pasukan Inggris Burnett. Bey menginstruksikan missing name untuk berbelok ke utara untuk menyerang pasukan Inggris. Di tengah hari missing name bertemu dengan 3 kapal penjelajah Inggris yang masih mengejarnya. missing name menembakan pelurunya ke kapal HMS Norfolk, dan berhasil melumpuhkan salah satu menara dan juga menghancurkan radar di atas kapal. Laksamana Bey memutuskan untuk membawa missing name ke pelabuhan, sambil menginstruksikan kapal-kapal perusak untuk menyerang konvoi Inggris yang terdeteksi oleh sebuah kapal selam Jerman.

missing name berlayar ke selatan selama beberapa jam namun masih dikejar oleh Burnett. Sayangnya HMS Suffolk dan HMS Norfolk mengalami kerusakan mesin dan terpaksa memperlambat kapal dan tertinggal jauh. Kini hanya HMS Belfast yang masih mengejar. Namun tanpa radarnya, missing name tidak mengetahui hanya sebuah kapal penjelajah yang masih mengejarnya

Sementara itu, HMS Duke of York, dan empat kapal perusak berusaha mencari posisi untuk dapat meluncurkan serangan torpedo mereka ke missing name. Pukul 16.15, mereka mendeteksi missing name dan mempersiapkan semua meriam mereka untuk menyerang missing name.

Pukul 16.48, HMS Belfast meluncurkan sebuah tembakan suar untuk menerangi missing name. Kini missing name bisa dilihat dengan jelas oleh HMS Duke of York yang memulai tembakan dari jarak 11.920 yd (10.900 m). Tembakan tersebut merusak menara turet "A" dan "B" di atas missing name[1] sementara salvo kedua menghancurkan hangar pesawat.[2] Laksamana Bey pun memerintahkan untuk berbelok ke arah utara, dan bertemu dengan HMS Norfolk dan HMS Belfast. Bey tidak memiliki pilihan selain berlayar ke arah timur.

Kapal-kapal Inggris tersebut masih tetap mengejar. Peluru missing name berhasil mengenai HMS Duke of York. Malam harinya, sebuah peluru salvo mengenai ruang pendidih no. 1 milik missing name. Kecepatannya sekarang hanya 22 kn (25 mph; 41 km/h)[3] dan menjadi sasaran kapal-kapal perusak Inggris. Lima menit kemudian, Bey mengirim sebuah pesan kepada markas Angkatan Laut Jerman, yang berisi "Kami akan berjuang hingga peluru terakhir".

Setelah mendapat serangan torpedo dari HMS Scorpion dan HNomS Stord, missing name masih berupaya untuk berlayar dengan kecepatan maksimum 20 knot. missing name pun mendapat serangan bertubi-tubi dari kapal-kapal Inggris. 3 kapal perusak milik Inggris lalu meluncurkan 19 torpedo ke arah missing name yang membuatnya tenggelam pada jam 19:45. Di antara 1968 orang, hanya 36 orang yang ditolong oleh kapal-kapal Inggris.

Buntut kejadian

Kru selamat dari Scharnhorst yang ditutup matanya dan tiba di Scapa Flow pada 2 Januari 1944

Pada tanggal 26 Desember, Admiral Fraser memberi pidato diatas Duke of York: "Tuan-tuan, pertempuran melawan Scharnhorst berujung pada kemenangan kita. Saya harap bila ada dari kalian yang diperintahkan untuk memimpin sebuah kapal melawan musuh yang jauh lebih kuat, kalian akan mengomandoi kapal kalian dengan berani seperti halnya mereka mengomandoi Scharnhorst" .[4]

Kekalahan Scharnhorst menunjukkan betapa pentingnya radar dalam peperangan laut modern. Walaupun Scharnhorst jauh lebih kuat dibanding lawannya, kehilangan pentujuk radar dan cuaca yang buruk membuatnya dalam keadaan merugikan secara signifikan.

Catatan kaki

  1. ↑ D. MacIntyre, hlm. 79.
  2. ↑ Watts, hlm. 48Turret "Bruno" was later brought back into action.
  3. ↑ Watts, hlm. 50.
  4. ↑ Garzke & Dulin, hlm. 176.

Referensi

  • Bredemeier, Heinrich (1997). Schlactschiff Scharnhorst [Battleship Scharnhorst] (dalam bahasa German). Hamburg: Koehlers Verlag. hlm. 228–233. ISBN 3-7822-0592-8. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link) Pemeliharaan CS1: Ref menduplikasi bawaan (link)
  • Busch, Fritz-Otto (1956). The Sinking of the Scharnhorst. London: Robert Hale. ISBN 0-86007-130-8.
  • Claasen, Adam R. A. (2001). Hitler's Northern War: The Luftwaffe's Ill-Fated Campaign, 1940–1945. Lawrence, KS: University Press of Kansas. hlm. 228–233. ISBN 978-0-7006-1050-1.
  • Fraser, Bruce A. (1947-08-05). "Sinking of the German Battlecruiser Scharnhorst on the 26th December 1943" (online). Supplement to the London Gazette No. 38038. The London Gazette. ISSN 0374-3721. Diakses tanggal 2010-10-03.
  • Garzke, William H.; Dulin, Robert O. (1985). Battleships: Axis and Neutral Battleships in World War II. Annapolis, MD: Naval Institute Press. ISBN 978-0-87021-101-0.
  • Konstam, Angus (2009). The Battle of North Cape. UK: Pen & Sword Books. ISBN 978-1-84415-856-0.
  • MacIntyre, Donald (1971). The Naval War against Hitler. Birkenhead: Willmer Bros. ISBN 0-7134-1172-4.
  • MacIntyre, Donald (September 1967). "Shipborne Radar". United States Naval Proceedings. 93/9/775. Annapolis, MD: William Miller. ISSN 0041-798X.
  • Roskill, Stephen W. (1960). The Offensive Part I, 1st June 1943 – 31st May 1944. History of the Second World War. United Kingdom Military Series. The War at Sea 1939–1945. Vol. III. London: Her Majesty's Stationery Office. OCLC 179730439.
  • Watts, Antony J. (1972). The Loss of the Scharnhorst. London: Allan. ISBN 0-7110-0141-3.

Pranala luar

Wikimedia Commons memiliki media mengenai Pertempuran Tanjung Utara.
  • Newsreel footage of the ships that participated in the battle.[pranala nonaktif]
  • The Battleship Scharnhorst at KBismarck.com
  • Scharnhorst History and Diagrams at Scharnhorst-Class.dk Diarsipkan 2017-12-17 di Wayback Machine.
  • Scharnhorst at Ships of the World: An Historical Encyclopedia Diarsipkan 2005-12-21 di Wayback Machine.
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Amerika Serikat
  • Republik Ceko
  • Israel

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Pertempuran
  3. Buntut kejadian
  4. Catatan kaki
  5. Referensi
  6. Pranala luar

Artikel Terkait

Peperangan Banten–Belanda

gencatan senjata . Pertempuran kelima yang terjadi pada tahun 1658-1659 ini adalah pertempuran besar antara Banten dan VOC. dalam pertempuran ini pihak VOC

Pertempuran Metaurus

Pertempuran antara Romawi dan Kartago tahun 207 SM dekat sungai Metaurus dalam peristiwa Perang Punik II

Komando Daerah Militer XXI/Radin Inten

komando daerah militer di Indonesia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026