Pertempuran Thunayyat-al-Uqab meletus pada tahun 634 M, mempertemukan pasukan Kekhalifahan Rasyidin di bawah komando Khalid ibn al-Walid melawan tentara Bizantium yang diutus Kaisar Bizantium Heraclius untuk membebaskan Damaskus dari pengepungan. Demi mengisolasi kota tersebut, Khalid menerapkan strategi pemblokiran jalur strategis menuju Palestina dan Emesa menggunakan unit-unit detasemen yang berfungsi sebagai pengintai sekaligus penghambat laju musuh. Meskipun pasukan bantuan Bizantium sempat unggul pada kontak awal, intervensi langsung Khalid dengan bala bantuan berhasil membalikkan keadaan dan menghancurkan pasukan lawan di Celah al-Uqab.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Pertempuran Thunayyat-al-Uqab (Arab: معركة ثنية العقابcode: ar is deprecated ) meletus pada tahun 634 M, mempertemukan pasukan Kekhalifahan Rasyidin di bawah komando Khalid ibn al-Walid melawan tentara Bizantium yang diutus Kaisar Bizantium Heraclius untuk membebaskan Damaskus dari pengepungan. Demi mengisolasi kota tersebut, Khalid menerapkan strategi pemblokiran jalur strategis menuju Palestina dan Emesa menggunakan unit-unit detasemen yang berfungsi sebagai pengintai sekaligus penghambat laju musuh. Meskipun pasukan bantuan Bizantium sempat unggul pada kontak awal, intervensi langsung Khalid dengan bala bantuan berhasil membalikkan keadaan dan menghancurkan pasukan lawan di Celah al-Uqab.[1]