Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pertempuran Lengkong

Pertempuran Lengkong adalah sebuah insiden yang terjadi pada tanggal 25 Januari 1946, di mana para taruna Akademi Militer Indonesia yang baru saja dibentuk dan tentara Jepang secara tak terduga terlibat dalam pertempuran.

Wikipedia article
Diperbarui 23 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pertempuran Lengkong
Artikel ini membutuhkan rujukan tambahan agar kualitasnya dapat dipastikan. Mohon bantu kami mengembangkan artikel ini dengan cara menambahkan rujukan ke sumber tepercaya. Pernyataan tak bersumber bisa saja dipertentangkan dan dihapus.
Cari sumber: "Pertempuran Lengkong" – berita · surat kabar · buku · cendekiawan · JSTOR
(November 2017)
Pertempuran Lengkong
Bagian dari Revolusi Nasional Indonesia
Tanggal25 Januari 1946
LokasiLengkong, Tangerang Selatan, Banten
Hasil Kemenangan Jepang
Pihak terlibat
 Indonesia  Jepang
Tokoh dan pemimpin
Indonesia Daan Mogot ⚔
Kekuatan
Taruna dan perwira Garnisun lokal
Korban
36 tewas Tidak diketahui
  • l
  • b
  • s
Revolusi Nasional Indonesia
1945
  • Bersiap
    • Kotabaru
    • Semarang
  • Medan
  • Padang
  • Surabaya
  • Ambarawa
  • Kolaka
  • Bekasi
  • Cumbok

1946

  • Lengkong
  • Sumatera Timur
  • Bandung
  • 3 Juli
  • Margarana
  • Sulawesi Selatan

1947–1948

  • 3 Maret
  • Agresi Militer Belanda I
    • Rawagede
  • Mergosono
  • Madiun
  • Agresi Militer Belanda II
    • Rengat

1949

  • Situjuah
  • Yogyakarta
  • Surakarta

Pertempuran Lengkong adalah sebuah insiden yang terjadi pada tanggal 25 Januari 1946, di mana para taruna Akademi Militer Indonesia yang baru saja dibentuk dan tentara Jepang secara tak terduga terlibat dalam pertempuran.

Monumen Pertempuran Lengkong

Kronologis Kejadian

Peristiwa berdarah ini bermula dari Resimen IV TRI di Tangerang, Resimen ini mengelola Akademi Militer Tangerang. Tanggal 25 Januari 1946, Mayor Daan Mogot memimpin puluhan taruna akademi untuk mendatangi markas Jepang di Desa Lengkong untuk melucuti senjata pasukan jepang. Daan Mogot didampingi sejumlah perwira, antara lain Mayor Wibowo, Letnan Soetopo, dan Letnan Soebianto Djojohadikoesoemo.

Dengan mengendarai tiga truk dan satu jip militer, mereka berangkat ke Lengkong. Di depan pintu gerbang markas, tentara Jepang menghentikan mereka. Hanya tiga orang, yakni Mayor Daan Mogot, Mayor Wibowo, dan seorang taruna Akademi Militer Tangerang, yang diizinkan masuk untuk mengadakan pembicaraan dengan pimpinan Dai Nippon. Sedangkan Letnan Soebianto dan Letnan Soetopo ditunjuk untuk memimpin para taruna yang menungggu di luar.

Semula proses perlucutan berlangsung lancar. Tiba-tiba terdengar rentetan letusan senapan dan mitraliur dari arah yang tersembunyi. Senja yang tadinya damai jadi berdarah. Sebagian tentara Jepang merebut kembali senjata mereka yang semula diserahkan. Lantas berlangsung pertempuran yang tak seimbang. Karena kalah kuat, korban berjatuhan di pihak Indonesia. Sebanyak 33 taruna dan 3 perwira gugur dalam peristiwa itu. Sedangkan 1 taruna lainnya meninggal setelah sempat dirawat dirumah sakit. Perwira yang gugur adalah Daan Mogot, Letnan Soebianto, dan Letnan Soetopo.

Peristiwa berdarah itu kemudian dikenal dengan nama Peristiwa Pertempuran Lengkong. Pada waktu itu Akademi Militer berpusat di Tangerang sehingga banyak yang menjadi korban adalah Taruna.

Mengenang Peristiwa Lengkong

Tulisan yang tertera di Monumen Lengkong

Untuk mengenang Peristiwa Lengkong tersebut ada dua tempat bersejarah yang pertama adalah Taman Makam Pahlawan (TMP) taruna yang bertempat di Jl. Daan Mogot (JL. Raya Jakarta-Serang) KM 24,5 dan yang kedua adalah monumen Lengkong yang berada di wilayah Serpong. Monumen yang dibangun berdampingan dengan Taman Daan Mogot itu berdiri tahun 1993 di atas lahan seluas 500 meter persegi. Pada dinding prasasti monumen terukir nama-nama taruna dan perwira yang gugur pada peristiwa pertempuran Lengkong. Sedangkan di dalam museumnya, terpampang foto-foto perjuangan para taruna militer di Indonesia berserta akademinya.

Monumen Lengkong kini dijadikan sebagai tempat peringatan peristiwa pertempuran Lengkong yang diperingati setiap tanggal 25 Januari. Bahkan, keputusan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu menetapkan peristiwa tersebut sebagai Hari Bakti Taruna Akademi Militer. Hal itu dituangkan lewat Surat Telegram KSAD Nomor ST/12/2005 bertanggal 7 Januari 2005.

Referensi

  • Monumen Lengkong: Saksi Bisu Darah Pejuang Kemerdekaan Diarsipkan 2013-02-27 di Wayback Machine..

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Kronologis Kejadian
  2. Mengenang Peristiwa Lengkong
  3. Referensi

Artikel Terkait

Daan Mogot

Pahlawan Revolusi Kemerdekaan

Pertempuran Lengkong (1826)

Pertempuran Lengkong terjadi pada 30 Juli 1826, antara pasukan pemberontak Jawa di bawah Pangeran Diponegoro dan barisan tentara kolonial Belanda serta

Soebianto Djojohadikoesoemo

Tentara Republik Indonesia (TRI), pahlawan nasional yang gugur dalam Pertempuran Lengkong di Serpong, Tangerang, bersama dengan 34 orang lainnya, termasuk

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026