Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pertempuran Kampung Sakilkilo

Pertempuran Kampung Sakilkilo adalah pertempuran antara Tentara Nasional Indonesia melawan Pasukan Gurkha di daerah Kampung Sakilkilo, Sabah, Malaysia pada 10 Juli 1964.

Wikipedia article
Diperbarui 19 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pertempuran Kampung Sakilkilo
Bagian dari Konfrontasi Indonesia-Malaysia
Tanggal10 Juli 1964
LokasiSabah, Malaysia
Hasil Kemenangan Indonesia
Pihak terlibat
 Indonesia  Britania Raya
Tokoh dan pemimpin
Leonardus Benyamin Moerdani Tidak diketahui
Pasukan
TNKU
Kopassus
Gurkha
Kekuatan
1 Pleton
(30–50)
2 Pleton
(60–100)
Korban
Beberapa Terluka 20 Tewas
  • l
  • b
  • s
Konfrontasi Indonesia–Malaysia
1962
  • Pemberontakan Brunei
  • Penyerbuan Limbang

1963

  • Pertempuran Tebedu
  • Pertempuran Gumbang
  • Pertempuran Kampung Pareh
  • Pertempuran Tawau (1963)
  • Pertempuran Long Jawai
  • Penyerbuan Markas Kalabakan

1964

  • Pertempuran Kampung Sakilkilo
  • Pendaratan di Labis
  • Krisis Selat Sunda
  • Aksi 13 Desember 1964
  • Pendaratan di Sungai Kesang
  • Pendaratan di Pontian
  • Operasi Khas

1965

  • Pertempuran Plaman Mapu
  • Pertempuran Sungei Koemba
  • Pertempuran Kindau
  • Pertempuran Babang
  • Operasi Claret
  • Pertempuran Bau

Operasi Tempur

  • Operasi tempur 1963
  • Operasi tempur 1964
  • Operasi tempur 1965

Pertempuran Kampung Sakilkilo adalah pertempuran antara Tentara Nasional Indonesia melawan Pasukan Gurkha di daerah Kampung Sakilkilo, Sabah, Malaysia pada 10 Juli 1964.[1]

Pertempuran

Pada 10 Juli 1964, dalam pertempuran di Kampung Sakilkilo dan Batugar di Sabah, satu peleton Tentara Nasional Kalimantan Utara (TNKU) bersama tentara Indonesia melakukan penyerangan terhadap pasukan Gurkha, pasukan Indonesia mendapat keuntungan dalam pertempuran ini dan dapat mengepung posisi pasukan Inggris. Pasukan gabungan TNI dan TNKU berhasil menewaskan 20 tentara Inggris dan Gurkha.[2][3][4]

TNKU adalah sayap militer dari Partai Ra’yat Brunei pimpinan Ahmad Azahari yang dibentuk untuk mewujudkan negara Kalimantan Utara (nama lain Sabah). Selain itu, pasukan Kujang 328/II Siliwangi menawan 34 tentara Gurkha yang melakukan penyusupan di daerah Kapuas, Sambas.[1][5][6][6]

Kesudahan

Khawatir eskalasi konflik meningkat jadi perang terbuka, Inggris meningkatkan kehadiran militernya. Pada Juli 1964, operasi gabungan Inggris, Malaysia, Australia, dan Selandia Baru di bawah pimpinan Mayor Jenderal Walter Walker siap menghadapi kekuatan Indonesia. Begitu marinir Indonesia menyerang Malaysia pada 17 Agustus 1964, Inggris segera menggelar Operasi Claret. Di operasi ini Inggris merencanakan sebuah serangan mendadak ke sebuah kamp militer Indonesia yang terletak di Nantakor.[7]

Referensi

  1. 1 2 "TNI Lawan Gurkha dalam Konfrontasi Indonesia-Malaysia". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. 2021-05-21. Diakses tanggal 2023-04-15.
  2. ↑ Hadiningrat, Kusumah (1971). Sedjarah operasi2 gabungan dalam rangka Dwikora. Pusat Sedjarah ABRI. hlm. 51. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  3. ↑ Nasution, Abdul Haris (1985). Memenuhi panggilan tugas. Gunung Agung. hlm. 73. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  4. ↑ Pour, Julius (1993). Benny Moerdani, Profile of a Soldier Statesman (dalam bahasa Inggris). Yayasan Kejuangan Panglima Besar Sudirman. hlm. 220. ISBN 978-979-8313-03-5.
  5. ↑ "Pertempuran Kopassus dan Pasukan Elite Inggris di Kalimantan". 2021-08-13. ;
  6. 1 2 Pour, Julius (2007). Benny: tragedi seorang loyalis. Kata Hasta Pustaka. ISBN 978-979-1056-10-6.
  7. ↑ Ladd, James D. (2007). SAS Operations: More Than Daring (dalam bahasa Inggris). Robert Hale. ISBN 978-0-7090-8403-7.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Pertempuran
  2. Kesudahan
  3. Referensi
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026