Pertempuran Dombås terjadi antara Tentara pasukan infanteri Norwegia dan pasukan terjun payung jerman Fallschirmjäger pada pertengahan April 1940. Sebagai bagian dari penaklukan Jerman terhadap wilayah selatan Norwegia dari Trondheim, dan sebagai balasan terhadap dilaporkannya pendaratan Sekutu di wilayah Romsdal selatan Norwegia bagian barat, yang akhirnya Jerman menerjunkan satu kompi pasukan terjun payung di dekat persimpangan rel kereta penting, Dombås pada 14 April 1940. Selama lima hari berikutnya, pasukan Jerman memblokade jalur rel kereta Dovre Line antara Oslo dan Trondheim, serta jalan utama antara kedua kota tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| ||||||||||||||||||||||||||||||
| Templat:Infobox Kampanye Norwegia | ||||||||||||||||||||||||||||||
Pertempuran Dombås terjadi antara Tentara pasukan infanteri Norwegia dan pasukan terjun payung jerman Fallschirmjäger pada pertengahan April 1940. Sebagai bagian dari penaklukan Jerman terhadap wilayah selatan Norwegia dari Trondheim, dan sebagai balasan terhadap dilaporkannya pendaratan Sekutu di wilayah Romsdal selatan Norwegia bagian barat, yang akhirnya Jerman menerjunkan satu kompi pasukan terjun payung di dekat persimpangan rel kereta penting, Dombås pada 14 April 1940. Selama lima hari berikutnya, pasukan Jerman memblokade jalur rel kereta Dovre Line antara Oslo dan Trondheim, serta jalan utama antara kedua kota tersebut.
Tak lama setelah Invasi Jerman ke Norwegia pada 9 April 1940, Sekutu meluncurkan kampanye mereka sendiri di Norwegia untuk membantu Angkatan Pertahanan Norwegia dan mencegah Jerman merebut wilayah kendali atas negara yang secara strategis penting.
Pada tanggal 13 April, Generaloberst Nikolaus von Falkenhorst — komandan pasukan invasi Jerman di Norwegia — menerima perintah dari Oberkommando der Wehrmacht (Komando Tinggi Angkatan Bersenjata; OKW) di Berlin untuk menguasai desa Dombås, sekitar 336 km (209 mi) di utara Oslo, dengan serangan terjun payung. Alasan keputusan OKW adalah adanya laporan palsu pendaratan Sekutu di Åndalsnes, peristiwa yang hanya terjadi beberapa hari kemudian. Tugas utama pasukan Jerman adalah menghancurkan rel kereta api, serta menghalangi gerak maju Sekutu ke daratan, terutama ke selatan melalui lembah Gudbrandsdal.[8][9]