Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pernikahan sepupu di Timur Tengah

Pernikahan sepupu adalah bentuk pernikahan sedarah. Meskipun perkawinan sekerabat tidak hanya terjadi di dunia Arab, negara-negara Arab memiliki "beberapa tingkat pernikahan sedarah tertinggi di dunia". pernikahan bint 'amm, atau pernikahan dengan anak perempuan saudara laki-laki ayah sangat umum, terutama di komunitas Muslim suku dan tradisional, di mana laki-laki dan perempuan jarang bertemu calon pasangan di luar keluarga besar. Tingkat pernikahan sepupu di Timur Tengah ditemukan bervariasi dari 29% di Mesir hingga hampir 58% di Arab Saudi.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Maret 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pernikahan sepupu di Timur Tengah
Prevalensi global perkawinan sekerabat hingga sepupu kedua atau lebih dekat.

Pernikahan sepupu adalah bentuk pernikahan sedarah (pernikahan antara pasangan yang berkerabat sebagai sepupu kedua atau lebih dekat). Meskipun perkawinan sekerabat tidak hanya terjadi di dunia Arab, negara-negara Arab memiliki "beberapa tingkat pernikahan sedarah tertinggi di dunia".[1] pernikahan bint 'amm, atau pernikahan dengan anak perempuan saudara laki-laki ayah (bint al-'amm) sangat umum, terutama di komunitas Muslim suku dan tradisional,[2] di mana laki-laki dan perempuan jarang bertemu calon pasangan di luar keluarga besar.[3] Tingkat pernikahan sepupu di Timur Tengah ditemukan bervariasi dari 29% di Mesir hingga hampir 58% di Arab Saudi.[4]

Para antropolog Barat telah memperdebatkan signifikansi praktik tersebut; beberapa memandangnya sebagai ciri khas sistem kekerabatan Timur Tengah, sementara yang lain mencatat bahwa tingkat pernikahan sepupu secara keseluruhan sangat bervariasi antara komunitas Timur Tengah yang berbeda. Pada zaman pra-modern, tingkat pernikahan sepupu jarang dicatat.[5] Dalam beberapa waktu terakhir, para ahli genetika telah memperingatkan bahwa tradisi pernikahan sepupu selama berabad-abad telah menyebabkan peningkatan jumlah orang dengan kelainan genetik resesif, karena perkawinan sekerabat.[3][6]

Aspek keagamaan

Dalam kitab suci Islam, Al-Qur'an, Surah An-Nisa’[7] memberikan daftar yang cukup rinci tentang jenis-jenis pernikahan yang dilarang dalam Islam, (termasuk "saudara perempuan ayahmu, dan saudara perempuan ibumu, dan anak perempuan saudara laki-lakimu, dan anak perempuan saudara perempuanmu, dan ibu angkatmu") tetapi tidak termasuk sepupu pertama,[8] dan diakhiri dengan mengatakan: "Halal bagi kalian semua yang di luar itu". Muslim yang saleh menjadikan kehidupan Nabi Muhammad dan Muslim awal sebagai contoh yang harus diikuti. Salah satu istri Muhammad – Zainab binti Jahsy adalah putri dari bibi Muhammad. Namun, Muhammad tidak memiliki anak dengan Zainab, hanya dengan Khadijah binti Khuwailid,[9] dan Mariyah al-Qibthiyah.[10] Ali bin Abi Thalib, sepupu Muhammad dan khalifah Rasyidin keempat, menikah dengan putri Muhammad, Fatimah.[8]

Hukum Al-Quran yang menetapkan bahwa anak perempuan menerima sebagian dari warisan tampaknya memberikan insentif finansial untuk pernikahan antar sepupu, karena warisan akan tetap berada dalam keluarga besar.[11] Menjawab pertanyaan audiens pada tahun 2012, pendakwah Islam Zakir Naik mengatakan bahwa Al-Quran tidak melarang pernikahan antar sepupu tetapi mengutip Dr. Ahmed Sakr yang mengatakan bahwa ada hadits Muhammad yang mengatakan: "Janganlah kamu menikahkan generasi demi generasi di antara sepupu pertama".[12][13] Pusat fatwa di IslamWeb.net tidak dapat menemukan "ulama mana pun yang menyebutkan" hadits ini, dan mencantumkan beberapa ulama (Al-Qaadhi Al-Husain, Imam Al-Haramain (Al-Juwayni), Ibnu as-Salah) yang menyatakan hadits tersebut tidak sahih.[13]

Dampak biologis

Menikah dengan kerabat dekat secara signifikan meningkatkan kemungkinan kedua orang tua membawa gen resesif, yang dapat menyebabkan cacat dan penyakit. Meskipun bayi keturunan Pakistan menyumbang sekitar 3,4% dari seluruh kelahiran di Inggris pada tahun 2005, "mereka memiliki 30% dari semua anak Inggris dengan gangguan resesif dan tingkat kematian bayi yang lebih tinggi," menurut penelitian yang dilakukan oleh BBC.[14] Pada tahun 2017-2019, orang-orang etnis Pakistan di Inggris dan Wales memiliki tingkat kematian bayi sebesar 6,7 per seribu kelahiran hidup, di mana 3,4 kematian per seribu kelahiran hidup disebabkan oleh anomali bawaan. Hal ini dikaitkan dengan tingkat hubungan sedarah yang lebih tinggi di antara orang Pakistan di Inggris dibandingkan dengan populasi Inggris kulit putih. Sebagai perbandingan, angka kematian bayi di antara populasi Inggris kulit putih selama periode waktu yang sama adalah 3,1 per seribu kelahiran hidup, di mana 0,9 kematian per seribu kelahiran hidup disebabkan oleh anomali bawaan.[15] Demikian pula di Oman, di mana tingkat pernikahan antar sepupu mencapai 52% pada tahun 2012, 7% bayi lahir dengan kondisi resesif, yang lebih dari dua kali lipat rata-rata global.[16]

Lihat pula

  • Pernikahan sepupu
  • Perkawinan sekerabat
  • Inses
  • Mahram

Referensi

  1. ↑ Tadmouri, Ghazi O; Al Ali, Mahmoud T; Al Khaja, Najib; Hamamy, Hanan A; Obeid, Tasneem; Nair, Pratibha (2009). "Consanguinity and reproductive health among Arabs". Reproductive Health. 6 17. doi:10.1186/1742-4755-6-17. PMC 2765422. PMID 19811666. S2CID 18004631.
  2. ↑ Halim Barakat (14 October 1993). The Arab World: Society, Culture, and State. University of California Press. hlm. 109–. ISBN 978-0-520-91442-1.
  3. 1 2 Kershaw, Sarah (1 May 2003). "Saudi Arabia Awakes to the Perils of Inbreeding". The New York Times. New York Times. Diakses tanggal 16 October 2020.
  4. ↑ Reilly, Benjamin (September 2013). "Revisiting Consanguineous Marriage in the Greater Middle East: Milk, Blood, and Bedouins: Revisiting Consanguineous Marriage in the Greater Middle East". American Anthropologist (dalam bahasa Inggris). 115 (3): 374–387. doi:10.1111/aman.12023.
  5. ↑ Holy, also Patai, p. 140
  6. ↑ Ben-Omran, Tawfeg; Al Ghanim, Kaltham; Yavarna, Tarunashree; El Akoum, Maha; Samara, Muthanna; Chandra, Prem; Al-Dewik, Nader (2019-12-02). "Effects of consanguinity in a cohort of subjects with certain genetic disorders in Qatar". Molecular Genetics & Genomic Medicine. 8 (1) e1051. doi:10.1002/mgg3.1051. ISSN 2324-9269. PMC 6978246. PMID 31793205.
  7. ↑ QS.4:22-5
  8. 1 2 FARHAT, A Q (29 January 2013). "Cousin Marriages: A Fair and Balanced View". The Muslim Times. Diakses tanggal 18 October 2020.
  9. ↑ Paul Gwynne (23 Dec 2013). Buddha, Jesus and Muhammad: A Comparative Study. John Wiley & Sons. ISBN 978-1-118-46549-3. According to Sunni Islam, Khadija bore Muhammad four daughters (Zaynab, Ruqayya, Umm Kulthum and Fatima) and two sons ('Abdallah and Qasim).
  10. ↑ G. Smith, Bonnie, ed. (2008). The Oxford Encyclopedia of Women in World History: 4 Volume Set (Edisi illustrated). Oxford University Press. hlm. 17. ISBN 978-0-19-514890-9.
  11. ↑ Patai, Myth of the Jewish Race, 169-72
  12. ↑ Naik, Zakir (7 November 2012). "Why are first cousin marriages allowed in Islam? Dr. Zakir Naik (3 minutes 55 seconds)". You Tube. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-12-15. Diakses tanggal 19 October 2020.
  13. 1 2 "Islamweb Fatwas, n.334594". Islamweb.net. 23 October 2016. Diakses tanggal 19 October 2020.
  14. ↑ Lall, Rashmee Roshan (17 November 2005). "Ban UK Pakistanis from marrying cousins". Times of India. Diakses tanggal 18 October 2020.
  15. ↑ "Births and infant mortality by ethnicity in England and Wales - Office for National Statistics". www.ons.gov.uk. Diakses tanggal 2025-01-27.
  16. ↑ Al-Kharusi, Khalsa; Van Wyk, Chantel; Al Hinai, Mariya; Al-Fori, Amel; Bruwer, Zandre (2024-01-01). "Genetic counseling development and milestone in Oman". Genetics in Medicine Open. Special Issue: Genetic counseling around the globe. 2: 101897. doi:10.1016/j.gimo.2024.101897. ISSN 2949-7744.

Bibliografi

  • Holý, Ladislav (1989). Kinship, Honour, and Solidarity: Cousin Marriage in the Middle East. Manchester University Press. ISBN 978-0-7190-2890-8. Diakses tanggal 17 October 2020.
  • Patai, Raphael; Win, Jennifer P. (1989). The Myth of the Jewish Race. Wayne State. ISBN 978-0-8143-1948-2. Diakses tanggal 17 October 2020.
  • Patai, Raphael (2016). Golden River to Golden Road Society, Culture, and Change in the Middle East (Edisi 3rd edition, ebook). Diakses tanggal 17 October 2020.
  • Shami, S A; Schmitt, L H; Bittles, A H (1989). "Consanguinity related prenatal and postnatal mortality of the populations of seven Pakistani Punjab cities". Journal of Medical Genetics. 26 (4): 267–271. doi:10.1136/jmg.26.4.267. PMC 1017301. PMID 2716036.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Aspek keagamaan
  2. Dampak biologis
  3. Lihat pula
  4. Referensi
  5. Bibliografi

Artikel Terkait

Daftar perkawinan anak

perkawinan anak. Daftar ini mencakup pernikahan yang melibatkan pengantin laki-laki dan/atau pengantin perempuan di bawah umur. Asukabe-hime (Permaisuri

Abdul Hamid Pasuruan

1359 H, di Masjid Jami' (sekarang Masjid Agung Al-Anwar) Pasuruan, data didapat dari manuskrip undangan pernikahan yang masih ada. Acara pernikahan yang

Umar bin Abdul Aziz

Khalifah Umayyah ke-8 (717-720)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026