Perjanjian Templin ditetapkan pada tanggal 24/25 November 1317 dan mengakhiri perang antara Markgrafschaft Brandenburg melawan Denmark. Selama perang ini, Markgraf Brandenburg yang bernama Waldemar mengalami kekalahan dalam Pertempuran Gransee yang berlangsung di Schulzendorf di antara Rheinsberg dan Gransee. Seusai pertempuran ini, Brandenburg terpaksa meminta gencatan senjata. Perjanjian Templin kemudian ditandatangani satu tahun kemudian oleh Raja Denmark Erich VI Menved, sekutunya Adipati Heinrich II dari Mecklenburg, serta oleh Markgraf Waldemar.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Brandenburg pada tahun 1320 | |
| Jenis | Status hukum dan penerus di wilayah Stargard dan Schlawe-Stolp |
|---|---|
| Ditandatangani | 25 November 1317 |
| Lokasi | Templin, Brandenburg |
| Penanda tangan | Markgraf Waldemar dari Brandenburg, Raja Erik VI dari Denmark, Pangeran Heinrich II dari Mecklenburg |
| Pihak | Wangsa Ascania, Wangsa Estridsen, Wangsa Mecklenburg |
Perjanjian Templin ditetapkan pada tanggal 24/25 November 1317 dan mengakhiri perang antara Markgrafschaft Brandenburg melawan Denmark.[1] Selama perang ini, Markgraf Brandenburg yang bernama Waldemar (juga disebut Woldemar) mengalami kekalahan dalam Pertempuran Gransee yang berlangsung di Schulzendorf di antara Rheinsberg dan Gransee.[2] Seusai pertempuran ini, Brandenburg terpaksa meminta gencatan senjata. Perjanjian Templin kemudian ditandatangani satu tahun kemudian oleh Raja Denmark Erich VI Menved, sekutunya Adipati Heinrich II dari Mecklenburg, serta oleh Markgraf Waldemar.[3]
Brandenburg terpaksa menyerahkan wilayah Burg Stargard (yang sebelumnya diperoleh dari Kadipaten Pommern pada tahun 1236) kepada Mecklenburg.[4][5][6] Brandenburg juga harus meratakan Kastil Arnsberg[7][8] dan menyerahkan wilayah Schlawe-Stolp (yang diperoleh dari Kepangeranan Rugia pada tahun 1277 dan Ordo Teutonik pada tahun 1309) kepada Pommern-Wolgast.[9][10]