Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Perjanjian Balta Liman

Perjanjian Balta Limani adalah sebuah perjanjian dagang yang ditandatangani oleh Kesultanan Utsmaniyah dan Britania Raya pada tahun 1838. Menurut perjanjian ini, Utsmaniyah akan menghapuskan semua bentuk monopoli di negerinya, sehingga pedagang Britania dapat mengakses pasar Utsmaniyah dan dipungut pajaknya seperti halnya pedagang lokal. Namun, Britania Raya masih dapat memberlakukan kebijakan proteksionisme terhadap pasar pertaniannya.

Wikipedia article
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Perjanjian Balta Liman
Sultan Utsmaniyah Mahmud II

Perjanjian Balta Limani adalah sebuah perjanjian dagang yang ditandatangani oleh Kesultanan Utsmaniyah dan Britania Raya pada tahun 1838. Menurut perjanjian ini, Utsmaniyah akan menghapuskan semua bentuk monopoli di negerinya, sehingga pedagang Britania dapat mengakses pasar Utsmaniyah dan dipungut pajaknya seperti halnya pedagang lokal.[1] Namun, Britania Raya masih dapat memberlakukan kebijakan proteksionisme terhadap pasar pertaniannya.

Sebelum perjanjian ini ditandatangani, pada musim gugur tahun 1831, Gubernur Mesir Muhammad Ali membangkang terhadap Utsmaniyah. Muhammad Ali tidak memperoleh wilayah yang telah dijanjikan oleh Sultan Utsmaniyah Mahmud II setelah Muhammad Ali membantu Utsmaniyah memadamkan pemberontakan di Yunani pada tahun 1824.[2] Akibatnya, putra Muhammad Ali, Ibrahim Pasha, menyerang Lebanon dan Suriah dan berhasil mengalahkan pasukan Utsmaniyah. Sultan Mahmud II meminta bantuan dari Britania dan Prancis, tetapi mereka tidak mau melakukan campur tangan. Oleh sebab itu, Utsmaniyah terpaksa meminta bantuan Rusia yang kemudian membantu menghentikan pasukan Mesir. Setelah diadakannya perundingan, Mesir diperbolehkan mempertahankan wilayah-wilayah yang telah ditaklukannya, tetapi kedua belah pihak tidak puas dengan hasil perundingan tersebut. Ketegangan antara Mesir dan Utsmaniyah, ditambah dengan ancaman campur tangan Rusia, mendorong Britania Raya untuk berunding dengan Utsmaniyah. Britania lalu menawarkan bantuan dalam mengalahkan Muhammad Ali, dan sebagai gantinya Britania meminta akses pasar Utsmaniyah.

Walaupun perjanjian ini meningkatkan perdagangan di antara kedua negara, usaha tekstil Utsmaniyah mengalami kehancuran karena kalah bersaing dengan tekstil buatan industri Britania.[3]

Referensi

  1. ↑ Geyikdağı, V. Necla (2011). Foreign Investment in the Ottoman Empire: International Trade and Relations 1854-1914. Tauris Academic Studies. hlm. 23.
  2. ↑ Van Hartesveldt, Fred (1980). "Henry Buwler and the Convention of Balta Liman". Columbus State University Archives. Fort Valley State College. Dissertation.
  3. ↑ Geyikdağı, V. Necla (2011). Foreign Investment in the Ottoman Empire: International Trade and Relations 1854-1914. Tauris Academic Studies. hlm. 25.
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
  • İslâm Ansiklopedisi


Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Kesultanan Utsmaniyah

imperium multi-etnik dengan pemimpin monarki dari dinasti Utsmaniyah (1299–1922)

Konvensi Britania-Utsmaniyah 1913

perjanjian antara Kekaisaran Ottoman dan Kerajaan Inggris

Ottomanisme

ideologi nasionalis, identitas, kesatuan dan egalitarianisme Kekaisaran Ottoman

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026