Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Klasifikasi kecelakaan kereta api

Klasifikasi kecelakaan kereta api (KKA) dan non-kecelakaan kereta api (NKKA), dahulu disebut peristiwa luar biasa hebat (PLH) dan peristiwa luar biasa (PL), merujuk pada penggolongan kecelakaan dan insiden alat transportasi yang melibatkan kereta api menurut penyebab dan dampaknya untuk membantu mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan. Investigasi sistematis selama lebih dari 150 tahun telah menghasilkan catatan keselamatan perkeretaapian yang lebih baik (dibandingkan, misalnya, dengan moda transportasi jalan).

Wikipedia article
Diperbarui 23 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Klasifikasi kecelakaan kereta api (KKA) dan non-kecelakaan kereta api (NKKA), dahulu disebut peristiwa luar biasa hebat (PLH) dan peristiwa luar biasa (PL), merujuk pada penggolongan kecelakaan dan insiden alat transportasi yang melibatkan kereta api menurut penyebab dan dampaknya untuk membantu mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan. Investigasi sistematis selama lebih dari 150 tahun telah menghasilkan catatan keselamatan perkeretaapian yang lebih baik (dibandingkan, misalnya, dengan moda transportasi jalan).

Ludwig von Stockert (1913) membagi jenis kecelakaan kereta api menjadi adu banteng, serudukan, dan anjlokan. Schneider dan Mase (1968) membagi jenis kecelakaan berdasarkan penyebab; misalnya kelalaian masinis, kelalaian petugas rumah sinyal atau PPKA, serta gangguan mekanis. Kategorisasi serupa telah dibuat berdasarkan implikasi dalam buku-buku sebelumnya, misalnya Rolt (1956), tetapi karya von Stockert dan Schneider/Mase lebih sistematis dan lengkap.

Klasifikasi menurut dampak

Tabrakan

  • Tabrakan kereta api
    • Adu banteng
    • Serudukan
    • Tabrakan miring
  • Tabrakan di ujung sepur badug
  • Terkena rintang jalan
    • Tertimbun tanah longsor (saat melewati pegunungan atau perbukitan)
    • Terhalang pohon tumbang, jatuhan batu besar, atau benda lain yang berukuran besar

Anjlokan

  • Menurut lokasi:
    • Jalan lurus
    • Tikungan
    • Percabangan
    • Tanjakan atau turunan

Lain-lain

  • Kebakaran, ledakan, dan kebocoran/keluarnya bahan kimia berbahaya (termasuk sabotase/terorisme)
  • Orang yang terjatuh dari kereta
  • Tabrakan dengan orang, hewan, kendaraan jalan raya, atau benda lain di atas rel

Klasifikasi berdasarkan penyebab

Kelalaian masinis

  • Melewati sinyal merah (pelanggaran sinyal)
  • Melampaui batas kecepatan
  • Kelalaian dalam pengoperasian mesin (misalnya ledakan ketel uap)
  • Rem blong, sistem keselamatan tidak berfungsi sebagaimana mestinya, atau kehabisan pasir
  • Tidak dapat berhenti pada posisi tertentu, misalnya kerusakan alat perlintasan sebidang atau gerakan langsir yang mengarah ke jalur yang terisi.

Kelalaian petugas rumah sinyal atau PPKA

  • Memberi izin kepada kereta api masuk pada petak jalan yang sedang dilewati kereta api lain atau jalur stasiun yang sedang terisi sarana kereta api
  • Lalai dalam mengoperasikan sinyal, wesel, atau peralatan token.

Gangguan sarana

  • Rancang bangun yang buruk
  • Perawatan yang buruk
  • Kerusakan yang tidak teramati
  • Kelebihan muatan (overload) atau prosedur pengangkutan yang tidak benar
  • Kebakaran, baik dari motor pembakaran, kabel atau peralatan listrik atau sistem kelistrikan, maupun kebocoran bahan bakar, oli, atau pendingin,

Gangguan prasarana

  • Kerusakan atau keritingnya rel
  • Jembatan atau terowongan runtuh
  • Gangguan pada tata letak percabangan dan rel

Tindakan orang di luar kereta api

  • Petugas prasarana dan sarana (juru langsir, pramuantar, petugas pemeriksa jalan rel, dll.)
  • Petugas yang tidak terlibat dalam operasi
  • Tidak disengaja
    • Rintangan tidak disengaja, misalnya kendaraan jalan raya yang sedang melintas atau kendaraan konstruksi yang sedang bekerja
  • Disengaja (vandalisme, terorisme, bunuh diri, pungli, sabotase)
    • Rintangan disengaja, misalnya menghalangi rel dengan kendaraan atau benda lain (batu, kayu, dll.)
    • Perusakan rel, wesel, atau persinyalan
    • Penyalahgunaan alat pengaman perlintasan sebidang
    • Penyusupan
    • Penyerangan
    • Kerusuhan/huru-hara
    • Pembajakan

Peristiwa alam

  • Rintang jalan akibat tanah longsor, salju longsor, banjir, pohon tumbang, jatuhan batu besar
  • Kabut atau salju yang mengaburkan aspek sinyal atau posisi kereta saat itu
  • Dedaunan basah yang membuat licinnya jalan rel

Faktor kontribusi

  • Ketahanan dan kekuatan bakal pelanting
  • Bahaya kebakaran atau barang berbahaya yang diangkut di dalam kereta api, dalam kendaraan jalan raya yang terlibat, atau di sekitarnya
  • Tingkat kepakeman rem
  • Tidak mengindahkan peraturan perjalanan

Referensi

  • Ludwig von Stockert (1913), Eisenbahnunfalle (Railway Accidents – a contribution to railway operating technology). Leipzig 1913.
  • Schneider, Wolfgang; Armand Mase (1968). Katastrophen auf Schienen. In German, English translation 1979 by E.L. Dellow as Railway Accidents of Great Britain and Europe. Orell Fussli Verlag (German), David and Charles (English). SBN 7153 4791 8.
  • Rolt, L.T.C. (1956). Red for Danger. Bodley Head / David and Charles / Pan Books. Edisi selanjutnya tersedia.
  • l
  • b
  • s
Perjalanan dan kecelakaan kereta api
Pedoman
  • Grafik perjalanan kereta api
  • Maklumat kereta api (Malka)
  • Persinyalan kereta api
  • Warta maklumat (Wam)
Klasifikasi peristiwa
  • BLB
  • Perjalanan fakultatif
  • KLB
  • PL/NKKA
  • PLB
  • PLH/KKA
  • Persilangan/penyusulan
  • Reguler
  • Rintang jalan
Klasifikasi kecelakaan
  • Anjlok
  • Efek teleskopik
  • Larat
  • Ledakan ketel uap
  • Pelanggaran sinyal
  • Tabrakan kereta api
    • Adu banteng
    • Serudukan)
  • Trem
  • Temperan
Kronologi kecelakaan
  • Sebelum 1880
  • 1880–89
  • 1890–99
  • 1900–09
  • 1910–19
  • 1920–29
  • 1930–39
  • 1940–49
  • 1950–59
  • 1960–69
  • 1970–79
  • 1980–89
  • 1990–99
  • 2000–09
  • 2010–19
  • 2020–sekarang
Daftar kecelakaan
  • Menurut negara
  • Menurut korban jiwa
  • Menurut jenis
    • Ledakan ketel uap
    • Ambrukan jembatan
    • Kecelakaan di perlintasan sebidang
    • Insiden teroris

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Klasifikasi menurut dampak
  2. Tabrakan
  3. Anjlokan
  4. Lain-lain
  5. Klasifikasi berdasarkan penyebab
  6. Kelalaian masinis
  7. Kelalaian petugas rumah sinyal atau PPKA
  8. Gangguan sarana
  9. Gangguan prasarana
  10. Tindakan orang di luar kereta api
  11. Peristiwa alam
  12. Faktor kontribusi
  13. Referensi

Artikel Terkait

Anjlok (kereta api)

Penanganan kereta (anjlok karena gaya traksi atau pengereman mendadak) Daftar kecelakaan kereta api di Indonesia Kecelakaan trem Petugas jaga (kereta api) George

Stasiun Pasirbungur

stasiun kereta api di Indonesia

Batas ruang bebas

Batas ruang bebas membatasi ukuran kereta, gerbong, dan peti kemas yang dapat dijalankan di suatu jalur kereta api. Hal ini bervariasi di seluruh dunia

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026