Peristiwa Bond adalah peristiwa geologis ice rafting di Atlantik Utara, di mana batu, kerikil, dan pasir dibawa oleh gunung es. Gerard C. Bond mencoba mengaitkan peristiwa ini dengan fluktuasi iklim selama Holosen. Delapan peristiwa semacam itu telah diidentifikasi. Sebelumnya, peristiwa Bond diyakini terjadi dengan siklus sekitar 1.500 tahun, tetapi periode utama variabilitas kini diperkirakan sekitar 1.000 tahun.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Peristiwa Bond adalah peristiwa geologis ice rafting di Atlantik Utara, di mana batu, kerikil, dan pasir dibawa oleh gunung es. Gerard C. Bond mencoba mengaitkan peristiwa ini dengan fluktuasi iklim selama Holosen. Delapan peristiwa semacam itu telah diidentifikasi. Sebelumnya, peristiwa Bond diyakini terjadi dengan siklus sekitar 1.500 tahun, tetapi periode utama variabilitas kini diperkirakan sekitar 1.000 tahun.[1][2]
Gerard C. Bond dari Lamont–Doherty Earth Observatory, Columbia University, adalah penulis utama makalah tahun 1997 yang mengemukakan teori siklus iklim 1.470 tahun pada Pleistosen Akhir dan Holosen, yang terutama berdasarkan petrologi jejak es terapung (drift ice) di Atlantik Utara.[1][3] Namun, penelitian lebih baru di satu lokasi menunjukkan bahwa jejak-jejak tersebut tidak cukup mendukung interval perubahan iklim 1.500 tahun, dan mengindikasikan bahwa periode sekitar 1.500 ± 500 tahun yang dilaporkan kemungkinan merupakan artefak statistik.[2]
Selain itu, setelah diterbitkannya Greenland Ice Core Chronology 2005 (GICC05)[4] untuk North Greenland Ice Core Project, menjadi jelas bahwa peristiwa Dansgaard–Oeschger juga tidak menunjukkan pola serupa.[2] Peristiwa ice-rafting Atlantik Utara ternyata berkorelasi dengan episode penurunan permukaan danau di wilayah Mid-Atlantic, AS, peristiwa monsun Asia terlemah selama setidaknya 9.000 tahun terakhir, dan juga dengan sebagian besar peristiwa pengeringan di Timur Tengah selama 55.000 tahun terakhir (baik peristiwa Heinrich maupun Bond).[5]
Peristiwa Bond telah terdeteksi di wilayah yang sangat terpencil, termasuk di Pegunungan Andes tengah di Amerika Selatan.[6] Penelitian menunjukkan bahwa hingga enam siklus Bond selama Holosen atas dan tengah telah diidentifikasi melalui tiga rekaman inti es (ice core) yang diambil dari puncak-puncak gunung tropis Andes. Lokasi inti es tersebut meliputi Nevado Sajama, Nevado Huascarán, dan Nevado Illimani. Analisis rekaman ini mengungkapkan adanya siklus pada sekitar 6400 tahun sebelum sekarang (BP), 5500 tahun BP, 3700 tahun BP, 2700 tahun BP, 1300 tahun BP, dan 200 tahun BP, yang semuanya terkait dengan penurunan suhu regional.
Temuan ini menunjukkan bahwa peristiwa Bond, yang awalnya diidentifikasi di wilayah Atlantik Utara, memiliki dampak yang luas terhadap iklim regional di belahan Bumi lainnya, termasuk di pegunungan tropis jauh dari Atlantik. Penurunan suhu yang tercatat dalam inti es Andes mengindikasikan bahwa siklus ini memengaruhi pola presipitasi, suhu permukaan, dan kemungkinan besar mengubah kondisi ekologis serta ketersediaan air di wilayah pegunungan selama ribuan tahun terakhir. Dengan demikian, rekaman inti es di Andes memberikan bukti bahwa siklus iklim global seperti Bond events memiliki konsekuensi yang signifikan dan terdeteksi di berbagai wilayah jauh dari sumbernya, memperkuat pemahaman tentang keterkaitan antara sistem iklim regional dan global.[6]