Perburuan trofi adalah suatu bentuk perburuan untuk olahraga di mana bagian-bagian tubuh hewan liar yang diburu disimpan dan dipajang sebagai trofi. Hewan yang menjadi target, yang dikenal sebagai "hewan buruan" (game), lazimnya merupakan spesimen jantan dewasa dari spesies populer yang memiliki nilai koleksi, biasanya berukuran besar, serta memiliki tanduk, ranggah, bulu, atau surai yang mengesankan. Sebagian besar trofi hanya terdiri dari bagian-bagian tertentu hewan yang dipersiapkan untuk dipajang oleh seorang ahli taksidermi. Bagian tubuh yang paling sering disimpan bervariasi tergantung spesiesnya, namun sering kali meliputi kepala, kulit, gading, tanduk, atau ranggah.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Perburuan trofi (trophy hunting) adalah suatu bentuk perburuan untuk olahraga di mana bagian-bagian tubuh hewan liar yang diburu disimpan dan dipajang sebagai trofi.[1] Hewan yang menjadi target, yang dikenal sebagai "hewan buruan" (game), lazimnya merupakan spesimen jantan dewasa dari spesies populer yang memiliki nilai koleksi, biasanya berukuran besar, serta memiliki tanduk, ranggah, bulu, atau surai yang mengesankan. Sebagian besar trofi hanya terdiri dari bagian-bagian tertentu hewan yang dipersiapkan untuk dipajang oleh seorang ahli taksidermi. Bagian tubuh yang paling sering disimpan bervariasi tergantung spesiesnya, namun sering kali meliputi kepala, kulit, gading, tanduk, atau ranggah.
Trofi sering kali dipajang di ruang trofi atau ruang permainan, atau di ruang senjata bersama dengan koleksi senjata pemburu tersebut.[2]
Perburuan trofi memiliki pendukung dan penentang yang kuat. Kontroversi yang muncul berpusat pada moralitas berburu demi kesenangan semata alih-alih untuk pemanfaatan praktis, serta pertanyaan mengenai sejauh mana perburuan hewan besar bermanfaat bagi upaya konservasi.