Perbincangan Islamabad, juga dikenal sebagai Perbincangan Damai Islamabad, diadakan di Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April 2026. Ditujukan untuk menstabilisasi gencatan senjata perang Iran 2026 dan menegosiasikan resolusi potensial untuk perang Iran 2026, perbincanagn terebut diperantarai olehy Pakistan, yang memainkan peran utama dalam mewujudkan gencatan sejata dan memfasilitasi perbincangan.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Bagian dari Negosiasi Iran–Amerika Serikat 2025–2026 dan gencatan senjata perang Iran 2026 | |
Jinnah Convention Centre dirancang menjadi 'Pusat Fasilitasi Media'; perbincangan itu sendiri diadakan di Serena Hotel (latar kanan) | |
| Nama asli | اسلام آباد مذاکراتcode: ur is deprecated , Islāmābād mazakarat |
|---|---|
| Tanggal | 11–12 April 2026[a] |
| Tempat | Islamabad Serena Hotel |
| Lokasi | Islamabad, Pakistan |
| Jenis | Negosiasi diplomatik |
| Motif |
|
| Penyelenggara | Pemerintahan Pakistan |
| Peserta/Pihak terlibat | |
| Hasil | Perbincangan gagal mencapai kesepakatan; putaran perbincangan kedua nampaknya dilangsungkan[1][2][3] |
Perbincangan Islamabad, juga dikenal sebagai Perbincangan Damai Islamabad, diadakan di Islamabad, Pakistan, pada 11 dan 12 April 2026. Ditujukan untuk menstabilisasi gencatan senjata perang Iran 2026 dan menegosiasikan resolusi potensial untuk perang Iran 2026,[4] perbincanagn terebut diperantarai olehy Pakistan, yang memainkan peran utama dalam mewujudkan gencatan sejata dan memfasilitasi perbincangan.[5][6]
Tim negosiasi AS 300 anggota dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, bersama dengan utusan khusus Steve Witkoff dan Jared Kushner; sementata tim Iran 70 anggota dipimpin oleh ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf, bersama dengan menteri luar negeri Abbas Araghchi. Tim perantara Pakistan dipimpin oleh perdana menteri Shehbaz Sharif, marsekal lapangan Asim Munir, dan wakil perdana menteri dan menteri luar negeri Ishaq Dar. Perbincangan tersebut berlangsung selama 21 jam[7] antara 11 dan 12 April 2026, dan terdiri dari tiga putara dengan putaran pertama secara tak langsung, dan putaran kedua dan ketiga secara langsung.
Tim tersebut dikabarkan dapat menyepakati poin utama dari 10 poin gencatan senjata, dengan pengecualian masalah terkait Selat Hormuz dan program nuklir Iran. Perbincangan berakhir dengan tanpa kesepakatan tercapai,[8][9] dan tanpa memorandum kesepahaman (MoU) dikeluarkan.[10] Setelah kegagalan perbincangan tersebut, presiden AS Donald Trump memberlakukan blokade angkatan laut Iran pada 13 April, menghalangi kapal manapun masuk atau pergi dari pelabuhan-pelabuhan Iran.[11]