Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Perang Sumedang–Cirebon

Perang Sumedang–Cirebon adalah konflik antar 2 kerajaan Jawa Barat yaitu Kesultanan Cirebon dan Kerajaan Sumedang Larang. Perang ini dipicu oleh Peristiwa Harisbaya, yaitu terjadinya perselingkuhan antara Raja Kusumadinata II atau dikenal sebagai Prabu Geusan Ulun dengan Ratu Harisbaya, selir Panembahan Ratu I yang melarikan diri ke Sumedang.

Wikipedia article
Diperbarui 15 Januari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Perang Sumedang–Cirebon adalah konflik antar 2 kerajaan Jawa Barat yaitu Kesultanan Cirebon dan Kerajaan Sumedang Larang. Perang ini dipicu oleh Peristiwa Harisbaya, yaitu terjadinya perselingkuhan antara Raja Kusumadinata II atau dikenal sebagai Prabu Geusan Ulun (Raja Sumedang Larang) dengan Ratu Harisbaya, selir Panembahan Ratu I (Sultan Cirebon) yang melarikan diri ke Sumedang.[1][2]

Perang Sumedang–Cirebon
Tanggal1585-1587
LokasiJawa Barat
Hasil
  • Perjanjian Damai
  • Kemenangan diplomatik Cirebon
  • Memburuknya hubungan baik di antara kedua kerajaan
Perubahan
wilayah
Majalengka diserahkan kepada Cirebon melalui perjanjian.[2][3]
Pihak terlibat
Kesultanan Cirebon Kerajaan Sumedang Larang
Kesultanan Mataram Kesultanan Mataram
Tokoh dan pemimpin
Panembahan Ratu I Prabu Geusan Ulun Menyerah
Depati Aji Menyerah
Jayaperkasa ⚔[4][5]
Kekuatan
2,000 pasukan[1] 1,400 pasukan
Korban
tidak diketahui Hampir tidak tersisa,dan beberapanya termasuk warga sipil[1]

Latar belakang

Prabu Geusan Ulun di masa muda menghabiskan waktunya di Demak Bintoro untuk memperdalam ilmu agama, di mana ia berkenalan dengan Harisbaya yang saat itu belum menikah. Ketika sudah menjadi raja, Prabu Geusan Ulun melakukan perjalanan ke Cirebon untuk bersilaturahmi dengan Sultan Panembahan Ratu I. Saat Prabu Geusan Ulun berada di Cirebon, ia kembali bertemu dengan Harisbaya yang sudah menjadi selir Sultan Cirebon. Harisbaya memohon agar membawa dia dibawa ke Sumedang karena tidak bahagia tinggal di Pakungwati. Prabu Geusan Ulun pun menyanggupi pendapat itu. Saat pagi hari, Panembahan Ratu I tidak menemukan Harisbaya dan memutuskan untuk mencarinya. ketika menyadari bahwa Harisbaya menghilang, Panembahan Ratu I mencurigai Prabu Geusan Ulun adalah pelakunya, dan Sultan Cirebon tersebut memerintahkan angkatan perangnya untuk menyerang Sumedang.

Akibat dan Dampak

Akibat dari perang ini mengakhiri hubungan persahabatan antara kedua kerajaan. Kehilangan wilayah kekuasaan berupa Sindangkasih menyebabkan Sumedang Larang semakin lemah. Peristiwa ini juga mencoreng nama Prabu Geusan Ulun, di mana rakyat Sumedang banyak memilih untuk meninggalkan Sumedang dan tinggal di tempat lain.[6] Saat itu Sumedang juga harus menghadapi serangan Banten yang saling berebut wilayah dan pengaruh di bekas Kerajaan Sunda. Sumedang Larang yang semakin tak berdaya akhirnya meminta perlindungan kepada Mataram sejak tahun 1620, di mana Sumedang Larang tak lagi berdiri sebagai kerajaan tetapi menjadi wilayah bawahan Mataram.

Perjanjian

Ada beberapa isi perjanjian setelah perang usai yaitu :

  1. Panembahan Ratu I menjatuhkan talak kepada Ratu Harisbaya, Prabu Geusan Ulun harus menyerahkan wilayah Sindangkasih (Majalengka) kepada Cirebon.[2][3]
  2. Anak Panembahan Ratu I yang berada didalam perut Harisbaya harus menggantikan posisi Prabu Geusan Ulun saat dia mangkat/meninggal. Anak ini terlahir sebagai Suriadiwangsa I.[2]

Rujukan

  1. 1 2 3 Israwa N Raditya 2017.
  2. 1 2 3 4 Warna Sari 2018.
  3. 1 2 Danil Kasputra 2023.
  4. ↑ "Riwayat Putri Harisbaya dalam Konflik Perang Cirebon VS Sumedang Larang". historyofcirebon. 2023. Diakses tanggal 2 Agustus 2025.
  5. ↑ Suhendra, Ahmad (2024). "Ratu Harisbaya, Si Cantik Pemantik Konflik Cirebon Vs Sumedang". qubaca.id. Diakses tanggal 2 Agustus 2025.
  6. ↑ Salura, Purnama (2015-01-01). Sundanese Architecture. Rosda. ISBN 978-979-692-541-4.

Pranala luar

  • Danil Kasputra (2023). Cinta Segitiga Ini Memicu Perang Antar Dua Kerajaan Di Jawa Barat. Romansabandung.com
  • Warna Sari (2018). Perang Berebut Pasangan Melahirkan Priangan. Komunitasaleut.com
  • Iswara N Raditya (2017). Pesona Ratu Harisbaya Memicu Konflik Sumedang vs Cirebon. Tirto.id (Diakses pada 24 Desember 2024)
  • Aris Rismawan (2023). Perang Sumedang vs Cirebon: Perang Saudara yang Dipicu oleh Asmara. Pikiran Rakyat Jabar.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Akibat dan Dampak
  3. Perjanjian
  4. Rujukan
  5. Pranala luar

Artikel Terkait

Kerajaan Sumedang Larang

kerajaan di Asia Tenggara

Kesultanan Cirebon

kerajaan di Asia Tenggara

Konflik Banten–Mataram

pada tahun 1625 merebut pelabuhan Surabaya. Parahyangan dibawah Sumedang Larang dan Cirebon yang merupakan hak Banten setelah meruntuhkan Kerajaan Sunda

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026