Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Perang Suksesi Austria

Perang Penerus Austria (1740-1748) melibatkan hampir seluruh kekuatan di Eropa, kecuali Persemakmuran Polandia-Lituania, Imperium Portugis, dan Kesultanan Utsmaniyah. Perang bermula dengan dalih bahwa Maria Theresa dari Austria tidak berhak meneruskan tahta Habsburg dari bapaknya, Charles VI, karena hukum melarang pewarisan tahta pada seorang perempuan, meskipun dalam kenyataan ini adalah sebuah alasan yang diberikan oleh Prussia dan Prancis untuk menantang Habsburg. Austria didukung oleh Kerajaan Britania Raya dan Republik Belanda, musuh bebuyutan Prancis, serta Kerajaan Sardinia dan Sachsen. Prussia dan Prancis bersekutu dengan Elektorat Bayern. Konflik terkait termasuk Perang Raja George, Perang Jenkins Ear, Perang Karnatik Pertama (India), serta Perang Silesia Pertama dan Kedua. Perang berakhir dengan ditandatanganinya Traktat Aix-la-Chapelle pada tahun 1748.

perang
Diperbarui 17 April 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Perang Suksesi Austria
Perang Penerus Austria

Pertempuran Fontenoy oleh Édouard Detaille.
Tanggal16 Desember 1740 – 18 Oktober 1748
(7 tahun, 10 bulan dan 2 hari)
LokasiEropa, Amerika Utara dan India
Hasil Traktat Aix-la-Chapelle
Perubahan
wilayah
  • Kontrol Prusia atas Silesia
  • Kadipaten Parma, Piacenza dan Guastalla diserahkan ke Spanyol Bourbon
  • Semua wilayah lain dikembalikan ke pemilik sebelum perang
Pihak terlibat
  •  Prancis
  •  Prussia (1740–42, 1744–45)
  • Spanyol Spanyol
  • Bayern Bavaria (1741–45)
  •  Saksonia (1741–42)
  •  Savoy-Sardinia (1741–42)
  •  Genoa (1745–48)
  • Swedia Swedia (1741–43)
  • Kadipaten Modena dan Reggio
Aliansi Pragmatik:
  •  Monarki Habsburg
  •  Britania Raya
  • Provinsi Hanover Hanover
  •  Republik Belanda
  • Negara berpihak
  •  Saksonia (1743–45)
  •  Savoy-Sardinia (1742–48)
  •  Kekaisaran Rusia (1741–43, 1748)
Tokoh dan pemimpin
  • Kerajaan Prancis Louis XV dari Prancis
    • Kerajaan Prancis Maurice de Saxe
    • Kerajaan Prancis duc de Broglie
    • Kerajaan Prancis Ulrich Lowendal
  • Prusia Frederick II
    • Prusia Leopold I
    • Prusia Leopold II
  • Spanyol Philippe V dari Spanyol
    • Spanyol Filippo, Adipati Parma
    • Spanyol Comte de Gages
  • Bayern Karl VII, Kaisar Romawi Suci
    • Bayern Max Joseph
  • Swedia Lewenhaupt
  • Republik Genova Lorenzo de Mari
  • Monarki Habsburg Maria Theresia
  • Monarki Habsburg Franz I, Kaisar Romawi Suci
    • Monarki Habsburg Ludwig Khevenhüller
    • Monarki Habsburg Karl Alexander dari Lorraine
    • Monarki Habsburg Otto von Traun
  • Kerajaan Britania RayaProvinsi Hanover George II (personal union)

Kerajaan Britania Raya Sir Robert Walpole

    • Kerajaan Britania Raya Spencer Compton
    • Kerajaan Britania Raya Henry Pelham
    • Kerajaan Britania Raya Duke of Cumberland
    • Kerajaan Britania Raya Thomas Mathews
  • Republik Belanda Prince of Waldeck
  • Elektorat Saksonia Frederick Augustus II
  • Elektorat Saksonia Count Rutowsky
  • Kerajaan Sardinia Charles Emmanuel III
  • Kekaisaran Rusia Elizabeth I
  • Kekaisaran Rusia Peter Lacy
Korban

France
158,400 casualties[1]
Naval losses: 20 ships of the line, 16 frigates, 20 minor ships, 2,185 merchant ships and 1,738 naval guns[2]

Prussia:
23,100 casualties[1]

Spain:
3,000 casualties[1]
Naval losses: 17 ships of the line, 7 frigates, 1249 merchant ships and 1,276 naval guns[2]

Habsburg Monarchy:
148,000 casualties[1]

Great Britain:
26,400 casualties[1]
Naval losses: 14 ships of the line, 7 frigates, 28 minor ships 3,238 merchant ships and 1,012 naval guns[2]

Dutch Republic:
14,630 casualties[1]

Savoy-Sardinia:
7,840 casualties[1]
  • l
  • b
  • s
Perang Penerus Austria
Flandria dan Rhein
  • Dettingen
  • Menin
  • Ypres
  • Lauterbourg
  • Wissembourg
  • Furnes
  • Breisgau
  • Fontenoy
  • Tournai
  • Melle
  • Gent
  • Oudenarde
  • Oostend
  • Brussel
  • Antwerpen
  • Mons
  • Namur
  • Rocoux
  • Lauffeld
  • Hulst
  • Bergen op Zoom
  • Kampanye militer Rhein
  • Maastricht

Bohemia dan Moravia

  • Praha Pertama
  • Olmütz
  • Eger Pertama
  • Chotusitz
  • Sahay
  • Praha Kedua
  • Eger Kedua
  • Praha Ketiga
  • Budweis
  • Tabor
  • Soor

Silesia

  • Groß-Glogau
  • Mollwitz
  • Brieg
  • Neisse
  • Glatz
  • Hohenfriedberg
  • Kosel
  • Hennersdorf

Bavaria

  • Simbach
  • Deggendorf
  • Straubing
  • Ingolstadt
  • Vilshofen
  • Pfaffenhofen

Austria

  • Schärding
  • Linz

Saxony

  • Kesselsdorf

  • Perang Schlesien Pertama
  • Perang Schlesien Kedua
  • Amerika Utara
  • Pemberontakan Jakobit 1745
  • Asia Selatan

Perang Penerus Austria (1740-1748) melibatkan hampir seluruh kekuatan di Eropa, kecuali Persemakmuran Polandia-Lituania, Imperium Portugis, dan Kesultanan Utsmaniyah. Perang bermula dengan dalih bahwa Maria Theresa dari Austria tidak berhak meneruskan tahta Habsburg dari bapaknya, Charles VI, karena hukum melarang pewarisan tahta pada seorang perempuan, meskipun dalam kenyataan ini adalah sebuah alasan yang diberikan oleh Prussia dan Prancis untuk menantang Habsburg. Austria didukung oleh Kerajaan Britania Raya dan Republik Belanda, musuh bebuyutan Prancis, serta Kerajaan Sardinia dan Sachsen. Prussia dan Prancis bersekutu dengan Elektorat Bayern. Konflik terkait termasuk Perang Raja George, Perang Jenkins Ear, Perang Karnatik Pertama (India), serta Perang Silesia Pertama dan Kedua. Perang berakhir dengan ditandatanganinya Traktat Aix-la-Chapelle pada tahun 1748.

Latar Belakang

Pada tahun 1740, setelah kematian ayahnya, Charles VI, Maria Theresa meneruskannya sebagai Ratu Hungaria, Bohemia, Kroasia, Archduchess dari Austria, dan Duchess dari Parma. Bapaknya adalah seorang kaisar Romawi Suci, tetapi Maria tidak bisa mendapatkan gelar itu, yang tidak pernah dipegang oleh seorang perempuan. rencananya adalah agar dia bisa mewarisi daerah kekuasaannya dan suaminya, Francis Stephen, terpilih menjadi Kaisar Romawi Suci. Masalah yang akan melibatkan seorang pemimpin perempuan Habsburg sudah lama diperkirakan, dan Charles VI sudah memengaruhi kebanyakan daerah Jerman untuk menyetujui Sanksi Pragmatik 1713.

Masalah bermula ketika Raja Friedrich II dari Prusia melanggar Sanksi Pragmatis dan menyerang Silesia pada tanggal 16 Desember 1740, menggunakan traktat Brieg tahun 1537 yang menyatakan bahwa dinasti Hohenzollern dari Brandenburg mewarisi Kadipaten Brieg sebagai dalih. Maria Theresa, sebagai seorang perempuan, dianggap lemah, dan pemimpin-pemimpin lain (seperti Charles Albert dari Bayern) mengajukan diri bersaing mengklaim tahta sebagai pewaris laki-laki dengan dasar genealogis yang jelas untuk mewarisi kemuliaan dari gelar kekaisaran tersebut.

Daftar pustaka

  • Reed Browning: The War of the Austrian Succession. New York: St Martin's Press, 1993   ISBN 0-312-09483-3 (Bibliography: pp. 403–431)

Referensi

  1. 1 2 3 4 5 6 7 Statistics of Wars, Oppressions and Atrocities of the Eighteenth Century
  2. 1 2 3 Clodfelter 2002, hlm. 78.

Public Domain Artikel ini menyertakan teks dari suatu terbitan yang sekarang berada pada ranah publik: Chisholm, Hugh, ed. (1911). "perlu nama artikel ". Encyclopædia Britannica (Edisi 11). Cambridge University Press. ;

Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Internasional
  • GND
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Prancis
  • Data BnF
  • Republik Ceko
  • Spanyol
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX


Ikon rintisan

Artikel bertopik perang ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar Belakang
  2. Daftar pustaka
  3. Referensi

Artikel Terkait

Perang Dunia II

konflik global tahun 1939-1945

Perang

konflik terorganisasi dan berdurasi panjang

Amerika Serikat

negara di Amerika Utara

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026