Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPerang Britania Raya–Maratha Kedua
Artikel Wikipedia

Perang Britania Raya–Maratha Kedua

Perang Inggris-Maratha Kedua (1803–1805) adalah perang kedua yang berlangsung antara East India Company (EIC) melawan Kemaharajaan Maratha di India.

artikel daftar Wikimedia
Diperbarui 17 Oktober 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Perang Britania Raya–Maratha Kedua
Perang Inggris-Maratha Kedua
Bagian dari Perang Inggris-Maratha

Pertempuran Assaye, lukisan oleh J.C. Stadler
Tanggal1803 hingga 1805
LokasiIndia Tengah
Hasil

Kemenangan Britania

  • Perjanjian Deogaon (1803)
  • Perjanjian Surji-Anjangaon (1803)
  • Perjanjian Rajghat (1805)
Pihak terlibat

East India Company

 Kemaharajaan Mughal (1804)
Kemaharajaan Maratha
Tokoh dan pemimpin
Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Gerard Lake
Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia Arthur Wellesley
Perserikatan Kerajaan Britania Raya dan Irlandia James Stevenson
Daulat Scindhia
Raghoji II Bhonsle
Yashwantrao Holkar
Pierre Cuillier-Perron
Pasukan

Lake & Wellesley:[1]

  • 4 resimen kavaleri Eropa
  • 8 resimen kavaleri India
  • 2 resimen infantri Britania
  • 17 batalion sepoy
  • Artileri
Pasukan infantri
Kekuatan

Lake, Wellesley, & Stevenson:[1]

27.313 (tidak termasuk laskar artileri & Pionir Madras)
Tidak diketahui
  • l
  • b
  • s
Peperangan Inggris-Maratha
  • Pertama
  • Kedua
  • Ketiga

Perang Inggris-Maratha Kedua (1803–1805) adalah perang kedua yang berlangsung antara East India Company (EIC) melawan Kemaharajaan Maratha di India.

Latar belakang

Setelah jatuhnya Mysore pada tahun 1799–1800, Kemaharajaan Maratha merupakan satu-satunya negara besar di India yang berada di luar kendali Inggris. Kemaharajaan tersebut merupakan konfederasi lima kepala suku: Peshwa (Perdana Menteri) di ibu kota Maratha di Poona, kepala suku Gaekwad di Baroda, kepala suku Scindia di Gwalior, kepala suku Holkar di Indore, dan kepala suku Bhonsale di Nagpur. Mereka sendiri juga saling berseteru. Sementara itu, Inggris telah mendukung Peshwa Raghunathrao yang "buron" selama Perang Inggris-Maratha Pertama. Inggris lalu mendukung anak Raghunathrao yang juga "buron", Baji Rao II. Baji Rao II lalu memprovokasi penguasa Indore Malhar Rao Holkar setelah ia membunuh salah satu saudara Holkar.[2]

Pada Oktober 1802, pasukan gabungan Peshwa Baji Rao II dan Scindia dikalahkan oleh Yashwantrao Holkar dalam Pertempuran Poona. Baji Rao melarikan diri dan meminta perlindungan dari Britania. Pada bulan Desember, ia menandatangani Perjanjian Bassein yang menyerahkan wilayah kepada EIC. Perjanjian tersebut membuat marah para kepala suku Maratha, terutama penguasa Scindia di Gwalior dan penguasa Bhonsale di Nagpur dan Berar.

Catatan kaki

  1. 1 2 Cooper, hlm. 315–8.
  2. ↑ Naravane, M.S. (2014). Battles of the Honorourable East India Company. A.P.H. Publishing Corporation. hlm. 65–66. ISBN 9788131300343.

Daftar pustaka

  • Cooper, Randolf G. S. (2003). The Anglo-Maratha Campaigns and the Contest for India: The Struggle for Control of the South Asian Military Economy. Cambridge, UK: Cambridge University Press. ISBN 0-521-82444-3. Diakses tanggal 22 September 2011.
Ikon rintisan

Artikel bertopik sejarah ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s
Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
Nasional
  • Amerika Serikat
  • Israel
Lain-lain
  • Yale LUX

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Latar belakang
  2. Catatan kaki
  3. Daftar pustaka

Artikel Terkait

Wikimedia Foundation

organisasi amal asal Amerika Serikat

Pemblokiran Wikimedia di Indonesia

pembatasan domain auth.wikimedia.org di Indonesia

Wikimedia Incubator

situs web yang merupakan bagian dari proyek Yayasan Wikimedia yang diperuntukkan untuk uji coba dari proyek-proyek Wikimedia seperti Wikipedia sebelum versi tersebut dirilis. Proyek ini dulunya berada di "meta wiki".

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026