Pada 19 Oktober 2025, terjadi perampokan di Galerie d'Apollon, Louvre, Paris, Prancis, di mana sebagian dari Perhiasan Mahkota Prancis dicuri. Perampokan tersebut berlangsung hanya sekitar empat hingga tujuh menit. Ini merupakan pencurian karya seni pertama yang terjadi di Louvre sejak pencurian lukisan Le chemin de Sèvres pada tahun 1998. Kasus pencurian di museum tersebut tergolong langka karena tingkat keamanannya yang sangat ketat.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Galerie d'Apollon pada 2024 | |
![]() Lokasi pencurian | |
| Tanggal | 19 Oktober 2025 (2025-10-19) |
|---|---|
| Waktu | ca 9:30a.m. (CET) |
| Tempat | Louvre |
| Lokasi | Paris, Prancis |
| Jenis | Pencurian karya seni |
Pada 19 Oktober 2025, terjadi perampokan di Galerie d'Apollon, Louvre, Paris, Prancis, di mana sebagian dari Perhiasan Mahkota Prancis dicuri. Perampokan tersebut berlangsung hanya sekitar empat hingga tujuh menit.[1][2] Ini merupakan pencurian karya seni pertama yang terjadi di Louvre sejak pencurian lukisan Le chemin de Sèvres pada tahun 1998. Kasus pencurian di museum tersebut tergolong langka karena tingkat keamanannya yang sangat ketat.[3]
Perampokan terjadi sekitar pukul 09.30 waktu Eropa Tengah, setengah jam setelah museum dibuka.[4][5] Tiga atau empat pelaku dilaporkan tiba di gedung dengan menggunakan skuter motor dan masuk dari sisi Sungai Seine, membawa gergaji rantai kecil serta peralatan lainnya. Para perampok mengenakan rompi kuning dan oranye untuk menyamar sebagai pekerja.[5] Mereka diyakini masuk melalui jendela lantai atas setelah menggunakan tangga mekanis untuk mencapai lantai pertama.[6] Para pelaku memanfaatkan renovasi yang sedang berlangsung di museum untuk mengakses ruangan yang diinginkan di Galeri Apollo. Setelah memotong jendela dengan pemotong cakram bertenaga baterai dan mengancam penjaga yang bertugas, mereka mencuri sembilan barang.[7][8] Usai meninggalkan Louvre, para pelaku melarikan diri menuju jalan tol A6.[9]
Barang-barang yang dicuri diidentifikasi oleh kementerian kebudayaan Prancis sebagai tiga perhiasan dari koleksi Maria Amalia dari Napoli dan Sisilia serta Hortense de Beauharnais, yaitu mahkota, kalung, dan anting-anting, serta kalung zamrud dan sepasang anting zamrud milik Marie Louise dari Parma, bros relikui, bros pita besar milik Eugénie de Montijo, dan Mahkota Permaisuri Eugénie. Mahkota tersebut ditemukan kembali di luar museum dalam keadaan rusak.[10][11] Barang paling terkenal dalam koleksi tersebut, Berlian Regent, tetap berada di tempatnya. Museum kemudian disterilkan dan tidak dibuka kembali hingga akhir hari.[12][13]
Perhatian tertuju pada sebuah truk kecil yang diparkir di sebelah museum dengan alat pengangkat yang menjulur hingga ke balkon lantai satu.[14] Dua mesin gerinda sudut, satu alat las, bensin, sarung tangan, alat komunikasi, dan selimut ditemukan tidak jauh dari truk tersebut.[15]
Presiden Emmanuel Macron mengutuk perampokan tersebut.[16] Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nuñez menyebut peristiwa tersebut sebagai “perampokan besar” dan menyatakan bahwa nilai barang-barang yang dicuri “tidak dapat dihitung”.[17][1]
Menteri Kebudayaan Prancis Rachida Dati mengatakan kepada TF1: “Kami melihat rekaman: mereka tidak menyerang siapa pun, mereka masuk dengan tenang dalam empat menit, memecahkan kotak pajangan, mengambil barang rampasan, lalu pergi. Tanpa kekerasan, sangat profesional”.[11]
Kejaksaan Paris telah membuka penyelidikan atas perampokan tersebut.[6]