Peptida pelepas pro-gastrin(dalam bahasa Inggris : Pro-gastrin-releasing-peptide, disingkat Pro-GRP) adalah prekursor dari Peptida pelepas gastrin (GRP), sebuah neurotransmitter yang termasuk dalam keluarga bombesin neuromedin B. GRP berperan dalam merangsang sekresi gastrin untuk meningkatkan keasaman asam lambung. Pro-GRP merupakan peptida yang tersusun dari 125 asam amino dan diekspresikan di sistem saraf dan saluran pencernaan. Pro-GRP berbeda dengan progastrin, yang tersusun dari 80 asam amino. Progastrin berfungsi sebagai prekursor gastrin dalam bentuk intraseluler, sedangkan dalam bentuk ekstraseluler (hPG80) ia berperan sebagai onkogen yang dapat memengaruhi pertumbuhan sel kanker. Pro-GRP, sebagai prekursor GRP, dapat diubah menjadi bentuk aktif GRP melalui pemotongan proteolitik dan modifikasi pasca-translasi. Ekspresi Pro-GRP dan GRP tidak terbatas pada lambung dan sistem pencernaan, tetapi juga ditemukan di berbagai jaringan saraf, termasuk sumsum tulang belakang dan otak, yang menunjukkan fungsi neurotransmitter dan neuromodulator.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Peptida pelepas pro-gastrin(dalam bahasa Inggris : Pro-gastrin-releasing-peptide, disingkat Pro-GRP) adalah prekursor dari Peptida pelepas gastrin (GRP), sebuah neurotransmitter yang termasuk dalam keluarga bombesin neuromedin B. GRP berperan dalam merangsang sekresi gastrin untuk meningkatkan keasaman asam lambung. Pro-GRP merupakan peptida yang tersusun dari 125 asam amino dan diekspresikan di sistem saraf dan saluran pencernaan.[1][2] Pro-GRP berbeda dengan progastrin, yang tersusun dari 80 asam amino. Progastrin berfungsi sebagai prekursor gastrin dalam bentuk intraseluler, sedangkan dalam bentuk ekstraseluler (hPG80) ia berperan sebagai onkogen yang dapat memengaruhi pertumbuhan sel kanker. Pro-GRP, sebagai prekursor GRP, dapat diubah menjadi bentuk aktif GRP melalui pemotongan proteolitik dan modifikasi pasca-translasi. Ekspresi Pro-GRP dan GRP tidak terbatas pada lambung dan sistem pencernaan, tetapi juga ditemukan di berbagai jaringan saraf, termasuk sumsum tulang belakang dan otak, yang menunjukkan fungsi neurotransmitter dan neuromodulator.[3][4]
Keberadaan GRP pada sampel kanker paru-paru pertama kali diidentifikasi pada tahun 1983.[5] Dalam konteks patologis, GRP menunjukkan aktivitas mitogenik secara in vitro pada berbagai jenis kanker, termasuk kanker pankreas, karsinoma paru-paru sel kecil, kanker prostat, kanker ginjal, kanker payudara, dan kanker kolorektal.[6][7][8][9] GRP diduga dapat berfungsi sebagai faktor pertumbuhan autokrin, di mana peptida ini merangsang pertumbuhan sel dan menghambat apoptosis dengan menekan jalur stres retikulum endoplasma.[10] Meskipun demikian, mekanisme pasti dari jalur sinyal yang dipengaruhi oleh GRP masih belum sepenuhnya dipahami.[11]
Sejak tahun 1994, penelitian mengenai Pro-GRP sebagai biomarker untuk karsinoma paru-paru sel kecil mulai dilakukan.[12] GRP memiliki waktu paruh yang sangat pendek, sekitar dua menit, sehingga pengukuran langsung GRP tidak praktis. Oleh karena itu, Pro-GRP digunakan sebagai pengganti untuk analisis dan pengukuran dalam konteks klinis. Pemanfaatan Pro-GRP sebagai penanda tumor telah diterapkan pada pasien dengan karsinoma paru-paru sel kecil, baik pada tahap terbatas maupun tahap lanjut.[13]
Pro‑GRP menunjukkan kestabilan yang berbeda tergantung pada jenis sampel biologis yang digunakan. Penelitian yang diterbitkan oleh Karger Publishers menunjukkan bahwa Pro‑GRP lebih stabil dalam plasma dibandingkan serum. Degradasi pada serum sebagian disebabkan oleh aktivitas protease, termasuk trombin. Penambahan inhibitor protease dapat menurunkan laju degradasi ini, yang menunjukkan bahwa proteolisis merupakan mekanisme utama penurunan kadar Pro‑GRP pada serum.[14]