Peperangan Utsmaniyah–Persia atau Peperangan Utsmaniyah-Iran adalah serangkaian perang antara Kekaisaran Utsmaniyah dan dinasti-dinasti Safawiyah, Afshariyah, Zand dan Qajar dari Iran (Persia) sepanjang abad ke-16 sampai ke-19. Utsmaniyah mengkonsolidasikan kekuasaan mereka pada wilayah saat ini dari Turki pada abad ke-15, dan secara bertahap menimbulkan konflik dengan negara tetangga Persia, pimpinan Ismail I dari dinasti Safawiyah. Kedua negara tersebut adalah musuh bebuyutan, dan juga terpisah atas dasar agama, Utsmaniyah memeluk Sunni dan Safawiyah memeluk Syiah. Serangkaian konflik militer terjadi selama berabad-abad dimana kedua kekaisaran tersebut memperebutkan kekuasaan atas Anatolia timur, Kaukasus dan Irak.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Peperangan Utsmaniyah–Persia atau Peperangan Utsmaniyah-Iran adalah serangkaian perang antara Kekaisaran Utsmaniyah dan dinasti-dinasti Safawiyah, Afshariyah, Zand dan Qajar dari Iran (Persia) sepanjang abad ke-16 sampai ke-19. Utsmaniyah mengkonsolidasikan kekuasaan mereka pada wilayah saat ini dari Turki pada abad ke-15, dan secara bertahap menimbulkan konflik dengan negara tetangga Persia, pimpinan Ismail I dari dinasti Safawiyah. Kedua negara tersebut adalah musuh bebuyutan, dan juga terpisah atas dasar agama, Utsmaniyah memeluk Sunni dan Safawiyah memeluk Syiah. Serangkaian konflik militer terjadi selama berabad-abad dimana kedua kekaisaran tersebut memperebutkan kekuasaan atas Anatolia timur, Kaukasus dan Irak.
(...) against Nader's advice, Shah Tahmasp marched against the Turks to force their withdrawal from Transcaucasia. The Ottomans routed the Persian forces in 1731, and in January 1732, the Shah concluded an agreement that left eastern Armenia, eastern Georgia, Shirvan, and Hamadan in Turkish hands.
Pursued by the Turks, Tahmasp is decisively defeated in the second Battle of Hamadan. In order to prevent a general Turkish invasion, he agrees to cede the territory conquered by Nadir in 1730 and recognizes all Turkish acquisitions
But while Nadir pursued conquests in the east, Shah Tahmasp reopened hostilities with the Ottomans in an effort to regain his lost territories. He was defeated and agreed to a treaty that restored Tabriz but left Kermanshah and Hamadan in Ottoman hands. Nadir was incensed at the treaty (...)