Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPenularan Covid-19
Artikel Wikipedia

Penularan Covid-19

Penularan COVID-19 dapat terjadi dari orang ke orang secara khusus melalui saluran pernapasan, setelah seseorang yang positif terjangkit Covid-19 mengalami batuk, bersin, bernyanyi, berbicara ataupun juga bernapas. Infeksi ini baru akan terjadi ketika partikel yang mengandung virus tersebut keluar atau dihembuskan oleh orang yang positif terinfeksi, baik berupa percikan pernapasan ataupun aerosol, masuk ke dalam mulut, hidung, atau mata orang lain yang melakukan kontak erat dengan orang yang terinfeksi. Selama terjadinya penularan dari orang ke orang, ada sekitar 1.000 virus SARS-CoV-2 yang ditularkan kepada orang yang belum terinfeksi atau yang akan ditularkan.

Wikipedia article
Diperbarui 14 November 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Penularan COVID-19 (Inggris: Transmission of COVID-19) dapat terjadi dari orang ke orang secara khusus melalui saluran pernapasan, setelah seseorang yang positif terjangkit Covid-19 mengalami batuk, bersin, bernyanyi, berbicara ataupun juga bernapas.[1] Infeksi ini baru akan terjadi ketika partikel yang mengandung virus tersebut keluar atau dihembuskan oleh orang yang positif terinfeksi, baik berupa percikan pernapasan ataupun aerosol, masuk ke dalam mulut, hidung, atau mata orang lain yang melakukan kontak erat dengan orang yang terinfeksi.[2] Selama terjadinya penularan dari orang ke orang, ada sekitar 1.000 virus SARS-CoV-2 yang ditularkan kepada orang yang belum terinfeksi atau yang akan ditularkan .[3][4]

Melakukan jaga jarak dan juga penggunaan masker, termasuk masker kain, masker bedah, respirator, dan penutup wajah lain yang dianjurkan, merupakan cara yang dianjurkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk terhindar dari penularan Covid-19, secara khusus ketika berkomunasi atau kontak erat dengan orang lain di luar ruangan. Untuk di dalam ruangan, penularan Covid-19 dapat dikurangi dengan memperhatikan sistem pemanas dan ventilasi ruangan untuk menjaga stabilitas sirkulasi udara yang baik.[5]

Jalur penyebaran

Percikan

A man coughing, with droplets dispersing widely into the surrounding air
Jalur utama penularan COVID-19 adalah dari percikan pernapasan yang dikeluarkan dari mulut dan hidung ketika seseorang terinfeksi mengalami bersin, batuk, atau bicara.

Penyebaran utama virus ini dapat terjadi melalui percikan pernapasan yang keluar dari tubuh seseorang yang terinfeksi ketika mengalami batuk, bersin, bernapas, ataupun berbicara. Cairan yang keluar tersebut dapat hinggap di mulut atau juga hidung orang lain yang berada di dekatnya. Jarak terdekat yang paling mudah tertular adalah ketika berada dalam kontak dekat 6 kaki (1,8 m) dengan yang terinfeksi.[6][7][8]

Beberapa negara atau kawasan mengartikan "kontak erat" dengan definisi yang berbeda. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mendefinisikan kontak erat, yaitu "dalam 6 kaki (1,8 m) dari orang yang terinfeksi, dengan total kumulatif 15 menit atau lebih selama periode 24 jam."[9] Di Eropa definisi kontak erat berdasarkan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa, yaitu "berjarak kurang dari 1 meter (3,3 ft)."[7]

Sementara di Australia, menurut Departemen Kesehatan Australia, kontak erat dapat dikategorikan ketika berada dalam satu ruangan tertutup dengan waktu yang cukup lama, seperti sekitar dua jam.[10] Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau jarak utama yang direkomendasikan adalah 1 meter (3,3 ft).[6] Di Indonesia sendiri, melalui Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, mengimbau jarak yang disarankan merujuk pada WHO, yaitu 1 meter (3,3 ft).[11]

Aerosol

Penularan COVID-19 bisa terjadi melalui aerosol yang mengandung sisa tetesan, yang dapat bertahan di udara dalam jangka waktu yang cukup lama.[6][12] Penularan umumnya lebih mudah terjadi di dalam ruangan yang banyak dikunjungi, seperti di dalam restoran, pusat kebugaran, kelab malam, kantor, tempat latihan paduan suara, dan juga rumah ibadah.[13] Penularan juga dapat terjadi di rumah sakit, khususnya ketika petugas kesehatan sedang melakukan prosedur medis kepada pasien Covid-19 yang menghasilkan aerosol.[13] Partikel virus telah terdeteksi hinggap di sistem ventilasi rumah sakit, dan ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan penularan aerosol dalam jarak jauh.[14]

Kontak fisik

Hubungan intim

A close-up photograph of two people kissing
Ciuman merupakan risiko tinggi dalam penularan Covid-19 karena tingginya tingkat virus dalam air liur manusia.

Virus dapat dengan mudah menular melalui air liur dan lendir dan juga ciuman. Ada kemungkinan bahwa melakukan kontak langsung dengan feses termasuk anilingus juga dapat menyebabkan penularan virus.[15] Meskipun demikian, hingga Juli 2020 belum ada laporan yang dipublikasikan tentang penularan Covid-19 melalui feses atau urin. Meskipun Covid-19 bukan penyakit infeksi menular seksual, hubungan intim memiliki risiko tinggi penularan Covid-19 karena adanya jarak yang dekat.[16]

Rajin mencuci tangan merupakan cara utama dalam pengendalian terhadap penularan kontak langsung.[8] Pencegahan penularan juga dapat dilakukan dengan tidak berciuman dan menghindari hubungan seks kasual.[15][16] Bagi hubungan suami-itri, disarankan untuk menggunakan masker selama berhubungan intim dan memakai kondom, atau hanya melakukan masturbasi atau melakukan seks siber bersama.[15]

Ibu ke anak

Hingga bulan Juli 2020, belum ada kasus penularan Covid-19 dari ibu ke anak selama kehamilan.[17] Penelitian para ahli tidak menemukan adanya virus yang dapat hidup dalam air susu ibu atau ASI. WHO merekomendasikan supaya ibu setelah melahirkan, tetapi dicurigai atau telah dikonfirmasi terinfeksi Covid-19, agar tetap terus menyusui.[18]

Angka reproduksi

Virus ini dapat menular dengan sangat mudah dan berkelanjutan, tetapi jumlah orang yang akan terinfeksi melalui satu orang yang sudah terinfeksi sangat bervariasi jumlahnya. Banyak masyarakat yang tidak menularkan virus, tetapi beberapa orang justru menularkan virus ke banyak orang.[19] Pada bulan September 2020 diperkirakan satu orang yang terinfeksi rata-rata akan menularkan virus antara dua hingga tiga orang yang ada di sekitarnya atau close contact.[7] Virus ini lebih menular daripada influenza, tetapi tidak seperti penularan campak.[8]

Diperkirakan jumlah orang yang terinfeksi melalui satu orang dengan positif COVID-19, angka reproduksi dasar ( R 0 ), sangat bervariasi. Pada awal penelitian, WHO memperkirakan untuk R 0 adalah 1,4–2,5 (rata-rata 1,95); tetapi penelitian selanjutnya bulan April 2020 menemukan rata-rata penularan R 0 menjadi 5,7.[20]

Durasi penularan

Orang yang positif tertular atau terinfeksi COVID-19 akan menunjukkan gejala-gejala, bisa dalam gejala yang ringan atau bisa juga tidak spesifik. Akan tetapi, gejala yang muncul akan terlihat setidaknya setelah dua hari terinfeksi virus tersebut. Sementara bagi mereka yang positif durasi penularan virus terjadi sekitar tujuh hingga dua belas hari kemudian dalam kasus sedang dan rata-rata dua minggu untuk kasus parah.[6][7] Dalam penelitian para ahli menunjukkan bahwa Viral load atau jumlah kuantitatif partikel virus yang masuk ke sistem tubuh,[21] akan memuncak pada saat hari timbulnya gejala awal dan akan menurun setelahnya, sebagaimana diukur oleh penelitian RNA.[21]

Referensi

  1. ↑ "COVID-19: epidemiology, virology and clinical features". GOV.UK (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  2. ↑ "Frequently Asked Questions (Spread)". www.cdc.gov (dalam bahasa Inggris). 9 Oktober 2020. Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  3. ↑ Popa, Alexandra; et al. (23 November 2020). "Genomic epidemiology of superspreading events in Austria reveals mutational dynamics and transmission properties of SARS-CoV-2". Science Translational Medicine (dalam bahasa Inggris): eabe2555. doi:10.1126/scitranslmed.abe2555. Diarsipkan dari asli tanggal 2020-12-04. Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  4. ↑ Prentiss, Mara; et al. (23 Oktober 2020). "Superspreading Events Without Superspreaders: Using High Attack Rate Events to Estimate Nº for Airborne Transmission of COVID-19". medRxiv (dalam bahasa Inggris). doi:10.1101/2020.10.21.20216895. S2CID 225040713. Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  5. ↑ Koesno, Dewi Adhitya S. (13 Juli 2020). Agung DH (ed.). "10 Cara Cegah Penyebaran COVID-19 Melalui Airborne Transmisi Udara". www.tirto.id. Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  6. 1 2 3 4 "Q&A: How is COVID-19 transmitted? (How is the virus that causes COVID-19 most commonly transmitted between people?)". www.who.int (dalam bahasa Inggris). 9 Juli 2020. Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  7. 1 2 3 4 "Q & A on COVID-19: Basic facts". www.ecdc.europa.eu (dalam bahasa Inggris). 25 September 2020. Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  8. 1 2 3 "How COVID-19 Spreads". www.cdc.gov (dalam bahasa Inggris). 5 Oktober 2020. Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  9. ↑ CDC. "Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)". Centers for Disease Control and Prevention (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  10. ↑ "Quarantine for coronavirus (COVID-19)". Australian Government Department of Health (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  11. ↑ "Apakah Social Distancing Itu?". www.padk.kemkes.go.id. Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  12. ↑ de Oliveira, P. M.; Mesquita, L. C. C.; Gkantonas, S.; Giusti, A.; Mastorakos, E. (27 Januari 2021). "Evolution of spray and aerosol from respiratory releases: theoretical estimates for insight on viral transmission". Proceedings of the Royal Society A: Mathematical, Physical and Engineering Sciences (dalam bahasa Inggris). 477 (2245): 20200584. doi:10.1098/rspa.2020.0584. Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  13. 1 2 "Q&A: How is COVID-19 transmitted? (What do we know about aerosol transmission?)". www.who.int (dalam bahasa Inggris). 9 Juli 2020. Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  14. ↑ Nissen K, Krambrich J, Akaberi D, Hoffman T, Ling J, Lundkvist Å, et al. (November 2020). "Long-distance airborne dispersal of SARS-CoV-2 in COVID-19 wards". Scientific Reports (dalam bahasa Inggris). 10 (1): 19589. doi:10.1038/s41598-020-76442-2. PMC 7659316., Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  15. 1 2 3 "Sex and Coronavirus Disease 2019 (COVID-19)" (PDF). New York City Department of Health. 6 Agustus 2020. Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  16. 1 2 "COVID-19 and Our Communities". ACON (New South Wales). 2020-08-03. At section "Sex and COVID-19". Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  17. ↑ "Q & A on COVID-19: Medical information". European Centre for Disease Prevention and Control (dalam bahasa Inggris). 24 April 2020. Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  18. ↑ "Breastfeeding and COVID-19" (PDF). www.who.int. World Health Organization. 23 Juni 2020. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2021-04-23. Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  19. ↑ Endo A, Abbott S, Kucharski AJ, Funk S (2020). "Estimating the overdispersion in COVID-19 transmission using outbreak sizes outside China". Wellcome Open Research. 5: 67. doi:10.12688/wellcomeopenres.15842.3. PMC 7338915. PMID 32685698. Pemeliharaan CS1: DOI bebas tanpa ditandai (link)
  20. ↑ Sanche S, Lin YT, Xu C, Romero-Severson E, Hengartner N, Ke R (Juli 2020). "High Contagiousness and Rapid Spread of Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2". Emerging Infectious Diseases. 26 (7): 1470–1477. doi:10.3201/eid2607.200282. PMC 7323562. PMID 32255761. S2CID 215410037.
  21. 1 2 "Mengenal Viral Load, Alasan Dibalik Orang Positif COVID-19 Tanpa Gejala". www.msn.com. Diakses tanggal 20 Maret 2021.
  • l
  • b
  • s
Pandemi Covid-19
  • SARS-CoV-2 (virus)
  • Penyakit koronavirus 2019 (Covid-19)
Lokasi
Afrika
Barat
  • Benin
  • Burkina Faso
  • Tanjung Verde
  • Gambia
  • Ghana
  • Guinea
  • Guinea Khatulistiwa
  • Pantai Gading
  • Liberia
  • Mali
  • Mauritania
  • Niger
  • Nigeria
  • Senegal
  • Sierra Leone
  • Togo
Selatan
  • Afrika Selatan
  • Botswana
  • Eswatini
  • Namibia
  • Zambia
Tengah
  • Angola
  • Kamerun
  • Republik Afrika Tengah
  • Republik Demokratik Kongo
  • Republik Kongo
Timur
  • Etiopia
  • Gabon
  • Jibuti
  • Kenya
  • Madagaskar
  • Mauritius
  • Mayotte
  • Rwanda
  • Réunion
  • Seychelles
  • Sudan
  • Sudan Selatan
  • Tanzania
  • Zimbabwe
Utara
  • Aljazair
  • Kepulauan Canaria
  • Libya
  • Maroko
  • Mesir
  • Tunisia
Amerika
Utara
dan
Tengah
  • Amerika Serikat
  • Anguilla
  • Antigua dan Barbuda
  • Aruba
  • Bahama
  • Barbados
  • Belanda Karibia
    • Bonaire
    • Saba
    • Sint Eustatius
  • Belize
  • Bermuda
  • Curaçao
  • Dominika
  • El Salvador
  • Greenland
  • Grenada
  • Guadeloupe
  • Guatemala
  • Haiti
  • Honduras
  • Jamaika
  • Kanada
  • Kepulauan Cayman
  • Kepulauan Turks dan Caicos
  • Kepulauan Virgin Amerika Serikat
  • Kepulauan Virgin Britania Raya
  • Kosta Rika
  • Kuba
  • Martinik
  • Meksiko
  • Montserrat
  • Nikaragua
  • Panama
  • Puerto Riko
  • Pulau Navassa
  • Republik Dominika
  • Saint Kitts dan Nevis
  • Saint Lucia
  • Saint Martin
  • Saint Pierre dan Miquelon
  • Saint Vincent dan Grenadine
  • Saint-Barthélemy
  • Sint Maarten
  • Trinidad dan Tobago
Selatan
  • Argentina
  • Brasil
  • Bolivia
  • Chili
  • Ekuador
  • Guyana
  • Guyana Prancis
  • Kolombia
  • Paraguay
  • Peru
  • Suriname
  • Uruguay
  • Venezuela
Asia
Barat
  • Arab Saudi
  • Armenia
  • Azerbaijan
  • Bahrain
  • Georgia
  • Irak
  • Iran
  • Israel
  • Kuwait
  • Lebanon
  • Oman
  • Palestina
  • Qatar
  • Suriah
  • Siprus
  • Turki
  • Uni Emirat Arab
  • Yaman
  • Yordania
Selatan
  • Afganistan
  • Bangladesh
  • Bhutan
  • India
  • Maladewa
  • Nepal
  • Pakistan
  • Sri Lanka
Tengah dan Utara
  • Kazakhstan
  • Kirgizstan
  • Rusia
  • Tajikistan
  • Turkmenistan
  • Uzbekistan
Tenggara
  • Brunei Darussalam
  • Filipina
  • Indonesia
  • Kamboja
  • Laos
  • Malaysia
  • Myanmar
  • Singapura
  • Thailand
  • Timor Leste
  • Vietnam
Timur
  • Tiongkok daratan
  • Hong Kong
  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Korea Utara
  • Makau
  • Mongolia
  • Taiwan
Eropa
  • Albania
  • Andorra
  • Azerbaijan
  • Belarus
  • Bosnia dan Herzegovina
  • Britania Raya
    • Pulau Man
  • Georgia
  • Islandia
  • Kazakhstan
  • Kosovo
  • Liechtenstein
  • Makedonia Utara
  • Moldova
  • Monako
  • Montenegro
  • Rusia
  • San Marino
  • Serbia
  • Swiss
  • Turki
  • Ukraina
  • Vatikan
Uni Eropa
  • Austria
  • Belanda
  • Belgia
  • Bulgaria
  • Ceko
  • Denmark
  • Estonia
  • Finlandia
  • Hungaria
  • Irlandia
  • Italia
  • Jerman
  • Kroasia
  • Latvia
  • Lituania
  • Luksemburg
  • Malta
  • Norwegia
  • Polandia
  • Portugal
  • Prancis
  • Rumania
  • Slovenia
  • Slowakia
  • Spanyol
  • Swedia
  • Yunani
Oseania
  • Australia
  • Fiji
  • Guam
  • Hawaii
  • Kaledonia Baru
  • Kepulauan Mariana Utara
  • Kepulauan Marshall
  • Federasi Mikronesia
  • Papua Nugini
  • Polinesia Prancis
  • Samoa
  • Selandia Baru
  • Vanuatu
Kapal pesiar
  • Costa Smeralda
  • Diamond Princess
  • Grand Princess
  • MS Braemar
  • MS Westerdam
  • SuperStar Aquarius
  • World Dream
Penutupan
  • Argentina
  • Tiongkok
    • Hubei
  • Ceko
  • India
  • Italia
  • Malaysia
  • Paraguay
  • Spanyol
  • Venezuela
Lainnya
  • Antarktika
Institusi
Pusat Pengendalian dan
Pencegahan Penyakit
  • Amerika Serikat
  • Eropa
  • India
  • Indonesia
  • Korea Selatan
  • Singapura
  • Tiongkok
Rumah sakit
  • Pusat Medis Regional Gunung Dabie
  • Rumah Sakit Fangchang
  • Rumah Sakit Huoshenshan
  • Rumah Sakit Leishenshan
  • Rumah Sakit Pusat Wuhan
  • Hotel Xinjia Express
  • Wisma Atlet Kemayoran
Organisasi
  • Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 (Indonesia)
  • Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi
  • Komisi Kesehatan Nasional
  • Organisasi Kesehatan Dunia
  • Institut Virologi Wuhan (Tiongkok)
  • Institut Virologi Nasional India
  • Gugus Tugas Koronavirus Gedung Putih (AS)
  • Tim Tanggap COVID-19 Imperial College (Britania Raya)
Masalah
Masalah dan
pembatasan
  • Evakuasi
  • HAM
  • Kedaruratan Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia
  • Kelangkaan barang terkait pandemi koronavirus
    • Ventilator
    • Ventilator sumber terbuka
    • Paru-paru buatan
  • Kesehatan Jiwa selama pandemi koronavirus
  • Misinformasi
  • Dampak pandemi Covid-19 di media sosial
  • Pembatasan perjalanan
  • Upaya negara
Pengobatan
  • Case Fatality Rate (CFR)
  • Pembatasan sosial
  • Penelitian pengobatan
  • Penelitian reposisi obat penyakit koronavirus 2019
  • Penelitian vaksin
    • Sputnik V
  • Tes penyakit
  • Pengendalian bahaya di tempat kerja
Sosial ekonomi
  • Dampak keuangan
    • Perang harga minyak
    • Penurunan pasar saham dunia
    • Senin Hitam (2020)
    • Kamis Hitam (2020)
  • Ilmu pengetahuan dan teknologi
    • Tenaga kesehatan
  • Kegiatan keagamaan
  • Olahraga
    • Olimpiade Musim Panas 2020
  • Pendidikan
  • Penerbangan dan pariwisata
  • Perfilman
  • Pertelevisian
  • Politik
    • Pembatasan Sosial Berskala Besar
  • Seni dan budaya
  • Xenofobia dan rasisme
  • Pembunuhan George Floyd terkait pandemi koronavirus 2019–2020
    • Unjuk rasa pembunuhan Floyd terkait pandemi koronavirus 2019–2020
  • Kerusuhan rasial Amerika Serikat 2020 terkait pandemi koronavirus 2019–2020
    • Black Lives Matter
Kronologi
  • Akhir 2019–awal 2020
  • Februari
  • Maret
  • April
  • Mei 2020
  • Respons Organisasi Kesehatan Dunia
Varian
Varian yang diwaspadai
  • Alpha
  • Beta
  • Gamma
  • Delta
  • Omicron
Varian yang diperhatikan
  • Lambda
  • Mu
  • Sebelumnya
    • Epsilon
    • Zeta
    • Eta
    • Theta
    • Iota
    • Kappa
Transmisi lintas-spesies
  • Cluster 5
Tokoh
Ahli kesehatan/
pelapor pelanggaran
  • Ai Fen
  • Corona Rintawan
  • Li Wenliang
  • Liu Wen
  • Xie Linka
  • Zhang Wenhong
Peneliti
  • Andrea Crisanti
  • Awang Bulgiba Awang Mahmud
  • Christian Drosten
  • Neil Ferguson
  • George F. Gao
  • Guan Yi
  • John Todd
  • Kentaro Iwata
  • Li Lanjuan
  • Luc Montagnier
  • Ma Xiaowei
  • Moncef Slaoui
  • Roberto Burioni
  • Sarah Gilbert
  • Shi Zhengli
  • Trudie Lang
  • W. Ian Lipkin
  • Wang Chen
  • Wang Guangfa
  • Yuen Kwok-yung
  • Zeng Guang
  • Zhong Nanshan
Pejabat
WHO
  • Tedros Adhanom (Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia)
  • Bruce Aylward (Ketua Tim Misi Covid-19 WHO-Tiongkok)
  • Maria Van Kerkhove (Technical Lead for Covid-19 response)
  • Michael J. Ryan (Direktur Eksekutif WHO Health Emergencies Programme)
Indonesia
  • Achmad Yurianto
Negara lain
  • Anders Tegnell (Swedia)
  • Angelo Borrelli (Italia)
  • Anthony Fauci (Amerika Serikat)
  • Ashley Bloomfield (Selandia Baru)
  • Catherine Calderwood (Skotlandia)
  • Chen Shih-chung (Taiwan)
  • Chris Whitty (Inggris)
  • Deborah Birx (Amerika Serikat)
  • Doni Monardo (Indonesia)
  • Fahrettin Koca (Turki)
  • Fernando Simón (Spanyol)
  • Francisco Duque III (Filipina)
  • Frank Atherton (Wales)
  • Gregor Smith (Skotlandia)
  • Jaap van Dissel (Belanda)
  • Jérôme Salomon (Prancis)
  • Jung Eun-kyeong (Korea Selatan)
  • Li Keqiang (Tiongkok)
  • Łukasz Szumowski (Polandia)
  • Noor Hisham Abdullah (Malaysia)
  • Sotiris Tsiodras (Yunani)
  • Theresa Tam (Kanada)
  • Tony Holohan (Irlandia)
Lainnya
  • Chen Qiushi
  • Li Zehua
Kematian
  • Daftar tokoh yang meninggal dunia
  • Portal Portal
  • Category Kategori
  • Commons page Commons
Basis data pengawasan otoritas: Nasional Sunting di Wikidata
  • Latvia

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Jalur penyebaran
  2. Percikan
  3. Aerosol
  4. Kontak fisik
  5. Angka reproduksi
  6. Durasi penularan
  7. Referensi

Artikel Terkait

Pandemi Covid-19 di Indonesia

Tinjauan Umum Covid-19 di Indonesia

Covid-19

penyakit menular pada manusia yang disebabkan oleh SARS Coronavirus 2

Pandemi COVID-19

peristiwa merebaknya virus SARS-CoV-2 yang mengakibatkan penyakit COVID-19

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026