Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiUrbanisasi
Artikel Wikipedia

Urbanisasi

Urbanisasi mengacu pada pergeseran penduduk dari daerah pedesaan ke perkotaan, "peningkatan bertahap jumlah orang yang tinggal di daerah perkotaan", dan cara-cara di mana setiap masyarakat menyesuaikan diri dengan perubahan ini. Hal ini secara khusus merujuk kepada proses di mana kota-kota yang terbentuk menjadi lebih besar karena lebih banyak orang mulai tinggal dan bekerja di daerah tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa memproyeksikan bahwa setengah dari populasi dunia akan tinggal di daerah perkotaan pada akhir tahun 2008. Diperkirakan pada tahun 2050, sekitar 64% negara berkembang dan 86% negara maju akan mengalami urbanisasi. Itu setara dengan sekitar 3 miliar warga kota pada 2050, yang sebagian besar akan terjadi di Afrika dan Asia. Khususnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa juga baru-baru ini memproyeksikan bahwa hampir semua pertumbuhan populasi global dari tahun 2017 sampai 2030 akan diserap oleh kota-kota, sekitar 1,1 miliar orang baru perkotaan selama 13 tahun ke depan.

perpindahan penduduk dari daerah pedesaan ke perkotaan
Diperbarui 8 Februari 2026

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Urbanisasi
Peta urbanisasi global yang menampilkan persentase urbanisasi per negara pada tahun 2015
Guangzhou, sebuah kota yang dihuni oleh 12.7 juta jiwa, merupakan satu dari 8 kota metropolitan yang berdekatan yang terletak di aglomerasi tunggal terbesar di bumi, mengelilingi Delta Sungai Pearl di Tiongkok.
Mumbai adalah kota dengan penduduk terbanyak di India, dan merupakan kota dengan penduduk terbanyak ke empat di dunia, dengan total populasi wilayah metropolitan yang mencapai sekitar 23.9 juta jiwa.

Urbanisasi mengacu pada pergeseran penduduk dari daerah pedesaan ke perkotaan, "peningkatan bertahap jumlah orang yang tinggal di daerah perkotaan", dan cara-cara di mana setiap masyarakat menyesuaikan diri dengan perubahan ini.[1] Hal ini secara khusus merujuk kepada proses di mana kota-kota yang terbentuk menjadi lebih besar karena lebih banyak orang mulai tinggal dan bekerja di daerah tersebut.[2] Perserikatan Bangsa-Bangsa memproyeksikan bahwa setengah dari populasi dunia akan tinggal di daerah perkotaan pada akhir tahun 2008.[3] Diperkirakan pada tahun 2050, sekitar 64% negara berkembang dan 86% negara maju akan mengalami urbanisasi.[4] Itu setara dengan sekitar 3 miliar warga kota pada 2050, yang sebagian besar akan terjadi di Afrika dan Asia.[5] Khususnya, Perserikatan Bangsa-Bangsa juga baru-baru ini memproyeksikan bahwa hampir semua pertumbuhan populasi global dari tahun 2017 sampai 2030 akan diserap oleh kota-kota, sekitar 1,1 miliar orang baru perkotaan selama 13 tahun ke depan.[6]

Urbanisasi relevan dengan berbagai disiplin ilmu, termasuk geografi, sosiologi, ekonomi, perencanaan kota, dan kesehatan masyarakat. Fenomena ini terkait erat dengan modernisasi, industrialisasi, dan proses sosiologi seperti rasionalisasi. Urbanisasi dapat dilihat sebagai kondisi khusus pada waktu yang ditentukan (misalnya proporsi total populasi atau wilayah di kota) atau sebagai peningkatan kondisi tersebut dari waktu ke waktu. Jadi urbanisasi dapat diukur baik dalam hal tingkat perkembangan perkotaan relatif terhadap keseluruhan populasi, atau sebagai tingkat di mana proporsi penduduk perkotaan meningkat. Urbanisasi menciptakan perubahan sosial, ekonomi dan lingkungan yang sangat besar, yang memberi kesempatan keberlanjutan dengan "potensi untuk menggunakan sumber daya secara lebih efisien, menciptakan lahan yang lebih lestari dan melindungi keanekaragaman hayati ekosistem alami".[5]

Urbanisasi bukan hanya fenomena modern, tetapi juga transformasi historis akar sosial manusia yang cepat dan bersejarah dalam skala global, di mana budaya pedesaan berkembang dengan cepat digantikan oleh budaya perkotaan yang lebih dominan. Perubahan besar pertama dalam pola pemukiman adalah akumulasi pemburu-pengumpul ke wilayah pedesaan ribuan tahun yang lalu. Budaya desa ditandai oleh garis keturunan yang umum, hubungan erat, dan perilaku komunal, sedangkan budaya perkotaan ditandai oleh garis keturunan yang jauh, hubungan yang tidak biasa, dan perilaku kompetitif. Pergerakan manusia yang belum pernah terjadi sebelumnya diperkirakan akan terus berlanjut dan meningkat dalam beberapa dekade ke depan, meningkatnya luas wilayah kota ke ukuran yang tak terpikirkan pada satu abad sebelumnya. Akibatnya, kurva pertumbuhan populasi perkotaan dunia sampai saat ini mengikuti pola kuadratik hiperbolik.[7]

Saat ini, di Asia, aglomerasi perkotaan di Osaka, Karachi, Jakarta, Mumbai, Shanghai, Manila, Seoul dan Beijing masing-masing telah menjadi rumah bagi lebih dari 20 juta orang, sementara Delhi dan Tokyo diperkirakan mendekati atau melampaui 40 juta orang dalam waktu satu dekade mendatang. Di luar Asia, Mexico City, São Paulo, London, New York City, Istanbul, Lagos dan Kairo, telah atau akan segera menjadi rumah bagi lebih dari 10 juta orang.

Faktor penarik

  1. Kehidupan kota yang lebih modern
  2. Sarana dan prasarana kota lebih lengkap
  3. Banyak lapangan pekerjaan di kota
  4. Pendidikan sekolah dan perguruan tinggi lebih baik dan berkualitas

Faktor pendorong

  1. Lahan pertanian semakin sempit
  2. Merasa tidak cocok dengan budaya tempat asalnya
  3. Menganggur karena tidak banyak lapangan pekerjaan di desa
  4. Terbatasnya sarana dan prasarana di desa
  5. Diusir dari desa asal
  6. Memiliki impian kuat menjadi orang kaya

Keuntungan urbanisasi

  1. Memoderenisasikan warga desa
  2. Menambah pengetahuan warga desa
  3. Menjalin kerja sama yang baik antarwarga suatu daerah
  4. Mengimbangi masyarakat kota dengan masyarakat desa
  5. Mendapatkan kesempatan yang lebih baik

Akibat urbanisasi

1. Dampak Sosial

  • Timbulnya permukiman kumuh akibat keterbatasan lahan dan perumahan murah.
  • Meningkatnya angka kriminalitas dan konflik sosial karena kesenjangan ekonomi.
  • Terjadi perubahan budaya dan hilangnya nilai-nilai tradisional.

2. Dampak Ekonomi

  • Kota tumbuh sebagai pusat perekonomian dan inovasi.
  • Jika tidak diimbangi dengan lapangan kerja yang cukup, muncul pengangguran terselubung.
  • Biaya hidup meningkat sehingga menyulitkan masyarakat berpenghasilan rendah.

3. Dampak Lingkungan

  • Polusi udara dan air meningkat akibat kendaraan bermotor, limbah industri, dan rumah tangga.
  • Kemacetan lalu lintas akibat pertumbuhan kendaraan pribadi yang tinggi.
  • Alih fungsi lahan menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau.
  • Banjir perkotaan terjadi karena berkurangnya daerah resapan air.[8]

Referensi

  1. ↑ "Urbanization". MeSH browser. National Library of Medicine. Diakses tanggal 5 November 2014. Proses dimana sebuah masyarakat berubah dari kehidupan pedesaan ke kota. Ini juga mengacu pada peningkatan bertahap proporsi orang-orang yang tinggal di daerah perkotaan.
  2. ↑ "Urbanization in 2013". demographic partitions. Diakses tanggal 8 Juli 2015.
  3. ↑ "UN says half the world's population will live in urban areas by end of 2008". International Herald Tribune. Associated Press. 26 Februari 2008. Diarsipkan dari asli tanggal 9 Februari 2009.
  4. ↑ "Urban life: Open-air computers". The Economist. 27 Oktober 2012. Diakses tanggal 20 Maret 2013.
  5. 1 2 "Urbanization". UNFPA – United Nations Population Fund.
  6. ↑ Barney Cohen (2015). "Urbanization, City Growth, and the New United Nations Development Agenda". Vol. 3, no. 2. Cornerstone, The Official Journal of the World Coal Industry. hlm. 4–7. Diarsipkan dari asli tanggal 2015-06-27. Diakses tanggal 2018-02-27.
  7. ↑ Introduction to Social Macrodynamics: Secular Cycles and Millennial Trends. Moskow: URSS, 2006; Korotayev A. The World System urbanization dynamics. History & Mathematics: Historical Dynamics and Development of Complex Societies. Disunting oleh Peter Turchin, Leonid Grinin, Andrey Korotayev, dan Victor C. de Munck. Moskow: KomKniga, 2006. ISBN 5-484-01002-0. hlmn. 44-62
  8. ↑ antaranews.com (2019-08-14). "RSUD Tugu Koja resmikan aplikasi layanan lansia dan disabilitas". Antara News. Diakses tanggal 2025-09-25.

Pranala luar

  • (Inggris) United Nations World Urbanization Prospects, the 2009 Revision, Web Site of the United Nations Population Division
  • (Inggris) Geopolis Diarsipkan 2009-10-12 di Archive-It: Research group, University of Paris-Diderot, France
  • (Inggris) Tomorrow's Crises Today - the humanitarian dimension of urbanization, oleh IRIN
  • (Inggris) The Natural History of Urbanization, oleh Lewis Mumford
  • (Inggris) The World System urbanization dynamics, oleh Andrey Korotayev
  • (Inggris) Brief review of world socio-demographic trends mencakup tinjauan terhadap trend urbanisasi global
  • l
  • b
  • s
Perencanaan perkotaan
Umum
  • Perkotaan
  • Kota
  • Kawasan metropolitan
  • Pinggir kota
  • Pemanfaatan lahan
  • Perencanaan
  • Badan Pengawas Perencanaan dan Peruntukkan
  • Manajemen pertumbuhan
  • Kebijakan publik
  • Hari Urbanisme Sedunia
  • Area pasar tenaga kerja
Cabang-cabang
utama
Perkotaan
  • Perencanaan pemanfaatan lahan
  • Perencanaan menyeluruh (US)
  • Sejarah perencanaan kota
  • Perencanaan tata ruang (Eur)
  • Kota terencana
  • Masyarakat terencana
  • Pembangunan kembali
  • Perancangan perkotaan
  • Ruang terbuka hijau perkotaan
  • Urbanisme
  • Rencana perkotaan
Pedesaan
  • Pengembangan konservasi
  • Pengembangan pelestarian
  • Perumahan pedesaan
  • Pernyataan desain desa (UK)
Wilayah
  • Asosiasi Perencanaan Wilayah Amerika (RPAA)
Lingkungan
  • Desain lingkungan
  • Analisis dampak lingkungan
  • Perencanaan sumber daya rekreasi
  • Pembangunan berkelanjutan
Perencanaan transportasi
  • Ramalan transportasi
  • Distribusi perjalanan
  • Model perencanaan rasional
  • Pembangunan berorientasi transit (TOD)
  • Perencana transportasi profesional
  • Distribusi barang perkotaan
Pembangunan ekonomi
  • Pembangunan ekonomi masyarakat
Konsep/
teori
Gerakan
  • Piagam Athena
  • Gerakan bebas kendaraan
  • Gerakan kota cantik
  • Gerakan langit gelap
  • Gerakan kota kebun (teori)
  • Perencanaan pribumi
  • NIMBY
  • Urbanisme baru
  • Gerakan pemukiman
  • Pertumbuhan cerdas
  • Strukturalisme
  • Kota transisi
  • YIMBY
Teori
  • Perencanaan kolaboratif
  • Teori konteks
  • Ekistik
  • Urbanisme cerdas
  • Jalanan layak huni
  • Akupuntur wilayah perkotaan
  • Urbanisme pasar
  • Perencanaan radikal
  • Peremajaan kota
Jenis kota
  • Kota perusahaan / Monotown
  • Kota komuter
  • Kota hantu
  • Kota global
  • Komunitas pertambangan
    • Pit village
  • Kamp pekerja
    • Kamp penebangan kayu
  • Model desa
  • Komunitas terencana (Kota baru)
  • Komunitas yang disengaja
  • Arkologi
  • Desa perkotaan
  • Boomtown
Konsep
  • Perumahan terjangkau
  • Bentang kota (Cityscape)
  • Pengembangan gugus
  • Komunitas lengkap
  • Komunitas konservasi
  • Kota kreatif
  • Domain unggul (US)
  • Penyaringan (perumahan)
  • Gentrifikasi / Brusselisasi
  • Infill
  • Kota sehat / Desain komunitas yang sehat
  • LEED-ND
  • Pengembangan lompatan
  • Pembangunan multi-guna
  • Permeabilitas
  • Penciptaan tempat
  • Perencanaan keuntungan
  • Persetujuan bangunan gedung
  • Pelarian desa
  • Penggunaan sementara
  • Ruang ketiga
  • Pemanfaatan sementara
  • Perumahan berjejer
  • Transferable development rights
  • Kerusakan perkotaan
  • Batasan pertumbuhan perkotaan
  • Penyebaran perkotaan / Peri-urbanisasi
  • Vitalitas perkotaan
  • Urbanisasi
  • Vertikalisasi / Urbanisme gedung tinggi
  • Pemintakatan (Peruntukkan)
Manusia
Teoretisi/
praktisi
  • Thomas Adams
  • Donald Appleyard
  • Edmund Bacon
  • Guy Benveniste
  • Colin Buchanan
  • Daniel Burnham
  • Peter Calthorpe
  • Konstantinos Doxiadis
  • Andrés Duany
  • Patrick Geddes
  • Ebenezer Howard
  • Kevin A. Lynch
  • Ian McHarg
  • Clarence Perry
  • James Rouse
  • Clarence Stein
  • Raymond Unwin
  • Daftar teoretisi perkotaan
  • Daftar perencana perkotaan
    Kritikus
    • Elizabeth Farrelly
    • Jane Jacobs
    • James Howard Kunstler
    • Lewis Mumford
    • Randal O'Toole
    Disiplin
    terkait
    • Arsitektur
    • Teknik sipil
    • Ekonomi pembangunan
    • Geografi
    • Pembangunan lahan
    • Arsitektur lanskap
    • Perencanaantata ruang laut
    • Kesehatan masyarakat
    • Kebijakan publik
    • Pengembangan properti
    • Ilmu sosial
    • Ekologi perkotaan
    • Pengembangan lahan permukiman
    • Category Kategori
    • Indeks artikel perencanaan kota
    • Daftar kota terencana
    • Daftar jurnal perencanaan
    • Commons page Commons
    Basis data pengawasan otoritas Sunting di Wikidata
    Internasional
    • GND
    • FAST
    Nasional
    • Amerika Serikat
    • Prancis
    • Data BnF
    • Jepang
    • Republik Ceko
    • Spanyol
    • Israel
    Lain-lain
    • IdRef
    • Kamus Sejarah Swiss
    • Yale LUX

    Bagikan artikel ini

    Share:

    Daftar Isi

    1. Faktor penarik
    2. Faktor pendorong
    3. Keuntungan urbanisasi
    4. Akibat urbanisasi
    5. Referensi
    6. Pranala luar

    Artikel Terkait

    Sofifi (kota)

    ibu kota Provinsi Maluku Utara, Indonesia

    Kota Binjai

    kota di Provinsi Sumatera Utara

    Penduduk

    kumpulan penduduk yang ada di suatu tempat

    Jakarta Aktual
    Jakarta Aktual© 2026