Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Penglihatan fotopik

Penglihaatan fotopik adalah penglihatan mata pada kondisi terang (pencahayaan 10 hingga 108 cd/m2). Pada manusia dan banyak hewan lainnya, penglihatan fotopik memungkinkan persepsi warna, dimediasi oleh sel kerucut, serta ketajaman penglihatan dan resolusi temporal yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penglihatan skotopik.

Wikipedia article
Diperbarui 10 Juli 2021

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Penglihatan fotopik
Fungsi luminositas fotopik CIE tahun 1913. Sumbu horizontal merupakan panjang gelombang dalam nm.

Penglihaatan fotopik adalah penglihatan mata pada kondisi terang (pencahayaan 10 hingga 108 cd/m2). Pada manusia dan banyak hewan lainnya, penglihatan fotopik memungkinkan persepsi warna, dimediasi oleh sel kerucut, serta ketajaman penglihatan dan resolusi temporal yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan penglihatan skotopik.

Mata manusia menggunakan tiga jenis sel kerucut untuk mengindera cahaya pada tiga pita warna. Pigmen hayati sel kerucut memiliki nilai serapan maksimum pada panjang gelombang sekitar 420 nm (biru), 534 nm (hijau kebiruan), dan 564 nm (hijau kekuningan). Tingkat sensitivitas ketiga sel kerucut ini saling tumpang tindih untuk memberikan penglihatan pada seluruh spektrum kasatmata. Efisiensi maksimum mata manusia adalah 683 lm/W pada panjang gelombang 555 nm (hijau).[1]

Panjang gelombang yang diserap ketika seseorang berada dalam lingkungan fotopik bervariasi bergantung pada intensitas cahaya. Untuk wilayah biru-hijau (500 nm), 50% cahaya mencapai titik gambar retina.[2]

Adaptasi jauh lebih cepat di bawah penglihatan fotopik. Adaptasi bisa terjadi dalam waktu 5 menit untuk penglihatan fotopik, tetapi bisa memakan waktu 30 menit untuk bertransisi dari fotopik ke skotopik.[2]

Kebanyakan orang dewasa yang lebih tua kehilangan sensitivitas kontras spasial fotopik. Orang dewasa pada usia 70-an membutuhkan kontras tiga kali lebih banyak untuk mendeteksi frekuensi spasial tinggi dibandingkan dengan orang dewasa yang berusia 20-an.[3]

Mata manusia menggunakan penglihatan skotopik ketika berada di kondisi cahaya rendah (pencahayaan 10-6 hingga 10-3,5 cd/m2), dan penglihatan mesopik pada kondisi intermediat (pencahayaan 10-3 hingga 100,5 cd/m2).

Lihat juga

  • Penglihatan skotopik
  • Penglihatan mesopik
  • Kandela
  • Efek Purkinje
  • Fotometri
  • Sel ganglion fotosensitif
  • Adaptasi (mata)
  • Kontras (penglihatan)
  • Sel kerucut

Referensi

  1. ↑ Pelz, J. (1993). Leslie D. Stroebel, Richard D. Zakia (ed.). The Focal Encyclopedia of Photography (Edisi 3E). Focal Press. hlm. 467. ISBN 0-240-51417-3.
  2. 1 2 "Molecular Expressions".
  3. ↑ Burton, Kerri B.; Cynthia Owsley; Michale E. Sloane (4 June 1992). "Aging and Neural Spatial Contrast Sensitivity: Photopic Vision". Vision Research. 33 (7): 939–949. doi:10.1016/0042-6989(93)90077-a.
Ikon rintisan

Artikel bertopik kedokteran atau medis ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.

  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat juga
  2. Referensi

Artikel Terkait

Penglihatan skotopik

efektif merupakan kombinasi dari penglihatan skotopik dan fotopik. Namun, penglihatan mesopik memiliki ketajaman penglihatan dan pembedaan warna yang tidak

Mata

organ yang mendeteksi cahaya dan mengubahnya menjadi impuls elektrokimia dalam neuron

Ikan

hewan vertebrata yang hidup di air dan biasanya memiliki insang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026