Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPengaruh Tiongkok terhadap budaya Korea
Artikel Wikipedia

Pengaruh Tiongkok terhadap budaya Korea

Pengaruh Tiongkok terhadap budaya Korea dapat ditelusuri kembali sejak periode Goguryeo; pengaruh ini dapat ditunjukkan dalam lukisan dinding makam Goguryeo. Sepanjang sejarahnya, Korea sangat dipengaruhi oleh budaya Tiongkok, meminjam bahasa tulis, seni, agama, filsafat, dan model administrasi pemerintahan dari Tiongkok, dan, dalam prosesnya, mengubah tradisi pinjaman ini menjadi bentuk khas Korea.

Wikipedia article
Diperbarui 7 Desember 2024

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pengaruh budaya Tiongkok terhadap budaya KoreaTemplat:SHORTDESC:Pengaruh budaya Tiongkok terhadap budaya Korea

Pengaruh Tiongkok terhadap budaya Korea dapat ditelusuri kembali sejak periode Goguryeo; pengaruh ini dapat ditunjukkan dalam lukisan dinding makam Goguryeo.[1]: 14  Sepanjang sejarahnya, Korea sangat dipengaruhi oleh budaya Tiongkok, meminjam bahasa tulis, seni, agama, filsafat, dan model administrasi pemerintahan dari Tiongkok, dan, dalam prosesnya, mengubah tradisi pinjaman ini menjadi bentuk khas Korea.[2]

Sejarah

Pengaruh budaya Tiongkok dapat ditelusuri kembali ke periode Samhan dan Tiga Kerajaan. Daerah yang dikuasai Tiongkok, seperti Komanderi Lelang, merupakan suatu saluran untuk pengenalan dan penyebaran teknologi maju dan budaya baru yang juga sangat memengaruhi perkembangan politik dan ekonomi Semenanjung Korea.[3]: 18  Misalnya, konsep lukisan makam yang ditemukan di Goguryeo dan lukisan batu bata yang ditemukan di makam Baekje akhir sudah menunjukkan pengaruh Tiongkok.[4]

Goguryeo

Lukisan dinding pada makam Goguryeo terutama dilukis di dua wilayah geografis: Ji'an (集安) dan Pyeongyang.[5]: 15  Ji'an adalah ibu kota kedua Goguryeo sedangkan Pyeongyang adalah ibu kota ketiga Goguryeo dari pertengahan abad keempat hingga pertengahan abad ketujuh.[5]: 15  Sementara lukisan dinding yang ditemukan di wilayah Ji'an biasanya menunjukkan karakteristik masyarakat Goguryeo dalam hal adat istiadat dan moral mereka, lukisan dinding dari wilayah Pyeongyang biasanya menunjukkan pengaruh budaya Dinasti Han, karena Dinasti Han telah memerintah wilayah geografis ini selama kurang lebih 400 tahun, termasuk pakaian bergaya Tiongkok.[5]: 15  Goguryeo menerima sutra dan gambar-gambar Buddha dari Tiongkok sejak awal, seperti pada tahun 372 M selama periode Dinasti Qin Awal, ketika dibawa oleh seorang utusan Tiongkok bernama Fu Jian.[6]: 227 

Baekje

Kerajaan Baekje telah memiliki kontak awal dengan Tiongkok[3]: 35  dan memiliki hubungan yang sangat erat dengan Dinasti Selatan Tiongkok.[7]: 126  Baekje juga sering melakukan pertukaran kebudayaan dengan dinasti-dinasti Selatan dan Dinasti Liang dan meminta salinan karya-karya klasik Tiongkok, serta meminta pengiriman seniman, pelukis, dan orang-orang yang ahli dalam puisi.[3]: 34  Pada tahun 450 M, pada masa pemerintahan Yuanjia di Dinasti Liu Song, Raja Baekje meminta Kitab Yi Lin dan Shizhan (式占), serta busur silang pinggang, yang semuanya dikabulkan oleh Kaisar.[6]: 227 

Dari tahun 534 hingga 541 M, Kaisar Wu dari Liang sering mengirimkan kitab-kitab klasik Tiongkok kepada Raja Baekje; dia juga akan mengirimkan para sarjana puisi dan ritus ke Baekje untuk mengajarkan Shijing dan Liji, dan dia juga sering mengirimkan para ahli dan profesional dalam berbagai bidang, seperti kedokteran, rekayasa, dan-lain, untuk membagikan keterampilan dan pengetahuan yang diimpor ini kepada Baekje.[6]: 227–228  Seorang penguasa Baekje juga meminta kepada Kaisar Wu dari Liang untuk memberikan sutra-sutra Buddha, praktisi medis, dan pelukis pada tahun 541 M.[7]: 126 

Kelas penguasa Baekje senang membaca kitab-kitab klasik dan sejarah Tiongkok dan mahir membaca bahasa Tionghoa.[3]: 35  Mereka juga menunjuk para pendidik resmi yang menguasai Lima Kitab Klasik Tiongkok, pengobatan, dan astronomi.[3]: 34 

Lihat pula

  • Pengaruh Tiongkok terhadap budaya Jepang
  • Pengaruh Jepang terhadap budaya Korea
  • Pengaruh Korea terhadap budaya Jepang

Catatan

Referensi

  1. ↑ The Korea Foundation (Autumn 2017). "What's Cooking ? THE KOREAN KITCHEN From Clay Stoves to Virtual Reality". Koreana Korean Culture & Arts. Vol. 31, no. 3. Korean Foundation. ISBN 979-11-5604-236-5. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-12-04. Diakses tanggal 2022-06-27.
  2. ↑ Armstrong, Charles K. (2009). "Central Themes for a Unit on Korea". Columbia University "Asia for Educators". Columbia University. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 3 April 2016. Diakses tanggal 3 May 2016. Through much of its history Korea has been greatly influenced by Chinese civilization, borrowing the written language, arts, religions, and models of government administration from China, and, in the process, transforming these borrowed traditions into distinctly Korean forms.
  3. 1 2 3 4 5 Lee, Injae; Owen, Miller; Park, Jinhoon; Yi, Hyun-Hae (2014). Korean History in Maps: from Prehistory to the Twenty-First Century. Cambridge University Press. ISBN 978-1-107-09846-6. OCLC 1019820931.
  4. ↑ The Korean Cultural Center (1993). Korean Culture. Vol. 14. Korean Cultural Service. hlm. 31.
  5. 1 2 3 National Museum of Korea Editorial Team (Spring 2009). "National Museum of Korea Vol.07". Quarterly Magazine. Vol. 7, no. 7. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-06-26. Diakses tanggal 2022-06-26.
  6. 1 2 3 Allen, Susan M; Zuzao, Lin; Xiaolan, Cheng; Bos, Jan, ed. (2010-03-26). The History and Cultural Heritage of Chinese Calligraphy, Printing and Library Work (dalam bahasa Inggris). K. G. Saur. doi:10.1515/9783598441790. ISBN 978-3-598-44179-0. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2022-06-27. Diakses tanggal 2022-06-27.
  7. 1 2 Fu, Xinian; Steinhardt, Nancy Shatzman (2017). Traditional Chinese architecture: twelve essays. Princeton University Press. ISBN 978-0-691-15999-7. OCLC 993786352.

Kutipan karya

  • [</nowiki>[[Sogang University]]<nowiki>]</nowiki>"},"volume":{"wt":"1"},"issue":{"wt":"1–2 Taylor Gilbert"},"pages":{"wt":"43–55"},"doi":{"wt":"10.1353/jkr.2010.0012"},"jstor":{"wt":"23943285"},"s2cid":{"wt":"143561986"}},"i":0}}]}' id="mw-A"/>Buswell, Jr., Robert E. (2010). "Thinking about "Korean Buddhism": A Continental Perspective". Journal of Korean Religions. 1 (1–2 Taylor Gilbert). Seoul: Institute for the Study of Religion [Sogang University]: 43–55. doi:10.1353/jkr.2010.0012. JSTOR 23943285. S2CID 143561986.
  • "},"publisher":{"wt":"[[Routledge]]"},"date":{"wt":"2010<!-- First edition 2007. ~Hijiri88, May 2016. -->"},"isbn":{"wt":"978-0-203-49875-0"}},"i":0}}]}' id="mw-w"/>Keown, Damien; Prebish, Charles S., ed. (2010). Encyclopedia of Buddhism. New York: Routledge. ISBN 978-0-203-49875-0.
  • Mair, Victor H., ed. (2001). The Columbia History of Chinese Literature. New York: Columbia University Press. ISBN 0-231-10984-9. (Amazon Kindle edition.)
  • Provine, Robert C. (1987). "The Nature and Extent of Surviving Chinese Musical Influence on Korea". The World of Music. 29 (2). Berlin: VWB – Verlag für Wissenschaft und Bildung: 5–18. JSTOR 43562732.

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Sejarah
  2. Goguryeo
  3. Baekje
  4. Lihat pula
  5. Catatan
  6. Referensi
  7. Kutipan karya

Artikel Terkait

Sejarah Tiongkok

Sejarah Tiongkok adalah salah satu sejarah kebudayaan tertua di dunia. Dari penemuan arkeologi dan antropologi, daerah Tiongkok telah didiami oleh manusia

Pengaruh Jepang terhadap budaya Korea

telah meninggalkan pengaruh terhadap budaya Korea. Banyak pengaruh yang berasal dari pendudukan dan pencaplokan Jepang terhadap Korea pada abad ke-20, dari

Pengaruh Tiongkok terhadap budaya Jepang

Pengaruh Tiongkok terhadap budaya Jepang mengacu pada dampak pengaruh Tiongkok yang ditransmisikan melalui atau berasal dari Tiongkok pada lembaga, budaya

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026