Pendudukan Pertama Republik Dominika oleh Amerika Serikat berlangsung dari tahun 1916 hingga 1924. Aksi militer ini merupakan salah satu intervensi yang dilancarkan oleh Amerika Serikat di Amerika Latin pada abad ke-20. Pada 13 Mei 1916, Laksamana William B. Caperton memaksa Menteri Perang Republik Dominika Desiderio Arias untuk meninggalkan Santo Domingo dengan mengancam akan membombardir kota tersebut dari laut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Pendudukan Republik Dominika oleh Amerika Serikat (1916–1924) | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Bagian dari Peperangan Pisang | |||||||
Marinir Amerika Serikat selama pendudukan | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
|
|
| ||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
|
|
| ||||||
| Kekuatan | |||||||
|
1.800 marinir (1916) |
1.000 milisi (1916) | ||||||
| Korban | |||||||
|
7 marinir tewas 15 marinir terluka 40 pelaut tewas[1] 33 pelaut hilang (1916) 144 marinir tewas 67+ terluka (1916–24)[2] |
100–300 korban jiwa (1916) 950 tewas atau terluka (1916–24) | ||||||
Pendudukan Pertama Republik Dominika oleh Amerika Serikat berlangsung dari tahun 1916 hingga 1924. Aksi militer ini merupakan salah satu intervensi yang dilancarkan oleh Amerika Serikat di Amerika Latin pada abad ke-20. Pada 13 Mei 1916,[3] Laksamana William B. Caperton memaksa Menteri Perang Republik Dominika Desiderio Arias (yang baru saja merebut kekuasaan dari Juan Isidro Jimenes Pereyra) untuk meninggalkan Santo Domingo dengan mengancam akan membombardir kota tersebut dari laut.[3]
Seusai Perang Dunia I, rakyat Amerika Serikat mulai menentang pendudukan Republik Dominika.[3] Warren G. Harding yang baru menjadi presiden pada Maret 1921 menentang pendudukan Haiti dan Republik Dominika.[3] Pendudukan ini secara resmi berakhir pada tahun 1924.