Pendaratan Bradbury adalah lokasi pendaratan wahana penjelajah Curiosity milik misi Mars Science Laboratory (MSL) yang mendarat pada 6 Agustus 2012. Lokasi ini terletak di dalam Kawah Gale di planet Mars, pada koordinat 4,5895° LS dan 137,4417° BT. Pada 22 Agustus 2012, Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) menamai lokasi tersebut Pendaratan Bradbury untuk menghormati penulis fiksi ilmiah Ray Bradbury.
Pendaratan Bradbury, lokasi pendaratan wahana penjelajah Curiosity (14 Agustus 2012).Sampah antariksa Mars Science Laboratory (MSL) (17 Agustus 2012). Parasut mendarat sekitar 615 m (2.018 ft) dari lokasi utama pendaratan.[1] (3-D: rover/parasut)Peta Kawah Gale dengan Aeolis Mons yang menjulang di bagian tengah kawah.
Pendaratan Bradbury adalah lokasi pendaratan wahana penjelajah Curiosity milik misi Mars Science Laboratory (MSL) yang mendarat pada 6 Agustus 2012. Lokasi ini terletak di dalam Kawah Gale di planet Mars, pada koordinat 4,5895° LS dan 137,4417° BT.[2] Pada 22 Agustus 2012, Badan Penerbangan dan Antariksa (NASA) menamai lokasi tersebut Pendaratan Bradbury (dalam bahasa Inggris: Bradbury Landing) untuk menghormati penulis fiksi ilmiah Ray Bradbury.[3][4]
Setelah pendaratan, wahana Curiosity meninggalkan area tersebut pada tahun yang sama. Tidak terdapat modul pendarat yang tersisa karena sistem pendaratan yang digunakan tidak meninggalkan wahana statis di permukaan. Jejak roda dan bekas pendaratan secara bertahap memudar akibat aktivitas angin di Mars.[5][6]
Deskripsi
Kawah Gale merupakan lokasi pendaratan misi Mars Science Laboratory (MSL) pada tahun 2012.[7][8][9] Di dalam kawah ini erdapat gunung berlapis bernama Aeolis Mons (juga dikenal sebagai “gunung Sharp”),[10][11][12] yang memiliki ketinggian sekitar 5,5 km (18.000 ft) di atas dasar kawah dan menjadi objek utama penelitian wahana Curiosity. Lokasi pendaratan berada di wilayah datar Aeolis Palus, tepatnya pada area yang dikenal sebagai “Yellowknife” Quad 51 di bagian depan Aeolis Mons.[13][14][15][16] Target pendaratan ditetapkan sebagai area elips berukuran sekitar 20 × 7 km (12,4 × 4,3 mil).[17] Kawah Gale memiliki diameter sekitar 154 km (96 mil). Lokasi pendaratan akhir Curiosity berada kurang dari 2,4 km (1,5 mil) dari pusat elips yang direncanakan, setelah menempuh perjalanan sekitar 563.000.000 km (350.000.000 mil) dari Bumi.[18]
Lokasi pendaratan mengandung material yang terbawa dari dinding kawah, sehingga memberikan kesempatan bagi ilmuwan untuk mempelajari batuan yang membentuk batuan dasar (bedrock) di wilayah tersebut. Elips pendaratan juga mencakup jenis batuan yang sangat padat, berwarna cerah, dan tidak mirip dengan batuan yang sebelumnya pernah diteliti di Mars. Batuan tersebut diduga merupakan endapan danau kering purba yang disebut juga dengan playa (playa lake deposit), dan diperkirakan menjadi target awal misi dalam pencarian keberadaan molekul organik.[19]
Singkapan batu di dekat lokasi pendaratan dinamakan “Goulburn”. Singkapan ini, bersama beberapa singkapan lain di arah timur seperti “Link” dan “Hottah”, menunjukkan adanya indikasi aliran air yang kuat pada masa lalu di sebuah alur sungai purba.[20][21][22]
Salah satu wilayah yang memiliki kepentingan ilmiah tinggi bagi Curiosity terletak di tepi elips pendaratan dan di luar medan gumuk pasir gelap. Pada area ini, instrumen yang berada di orbit Mars mendeteksi keberadaan mineral tanah liat (clay minerals) dan garam sulfat.[23] Para ilmuwan mengajukan beberapa hipotesis mengenai bagaimana mineral tersebut mencerminkan perubahan lingkungan Mars, khususnya terkait variasi jumlah air di permukaan planet. Wahana Curiosity kemudian digunakan untuk mempelajari mineral tersebut secara langsung dengan menggunakan seluruh perangkat ilmiahnya. Beberapa jenis mineral, termasuk lapisan kaya lempung dan sulfat di bagian bawah gunung di Kawah Gale, diketahui mampu mengikat senyawa organik, yang berpotensi menjadi tanda biologis serta melindunginya dari proses oksidasi.[24]
Dua ngarai terbentuk pada gunung tersebut dengan memotong lapisan-lapisan yang mengandung mineral lempung dan garam sulfat setelah lapisan tersebut terendapkan. Ngarai ini menyingkap urutan lapisan batuan yang merekam perubahan lingkungan selama puluhan hingga ratusan juta tahun. Wahana Curiosity berpotensi meneliti lapisan-lapisan tersebut pada ngarai yang paling dekat dengan elips pendaratan, sehingga memungkinkan kajian terhadap sejarah panjang perubahan lingkungan di Mars. Ngarai tersebut juga mengandung sedimen yang diangkut oleh air yang membentuk alur ngarai tersebut.[25]
Pada 27 Maret 2015, NASA melaporkan bahwa lokasi pendaratan semakin sulit diamati dari orbit, setelah dua setengah tahun sejak pendaratan pada tahun 2012, akibat perubahan permukaan di wilayah tersebut.[26]
Tampilan wahana Curiosity dari Bradbury Landing (9 Agustus 2012)[27]
Dalam penamaan lokasi tersebut, Michael Meyer, ilmuwan program NASA untuk misi Curiosity, menyatakan bahwa keputusan tersebut tidak sulit bagi tim ilmiah. Ia menyebutkan bahwa banyak anggota tim, serta jutaan pembaca di seluruh dunia, terinspirasi oleh karya-karya Ray Bradbury untuk membayangkan kemungkinan kehidupan di Mars. Bradbury dikenal melalui novelnya The Martian Chronicles (1950), yang menggambarkan kehidupan di Mars serta eksplorasi dan pemukiman manusia di planet tersebut. Tim Curiosity juga menyampaikan pesan melalui media sosial Twitter yang menyatakan dedikasi lokasi pendaratan tersebut kepada Ray Bradbury,dengan ucapan “Sebagai penghormatan, saya mendedikasikan lokasi pendaratan saya di Mars kepada Anda, Ray Bradbury. Salam dari Bradbury Landing!”[3] Sebagai bagian dari penamaan tersebut, NASA merilis video rekaman tahun 1971 yang menampilkan Bradbury membacakan puisinya berjudul If Only We Had Taller Been, yang bertema dorongan manusia untuk menjelajahi ruang angkasa.[28][29]
Sebagai penghormatan atas penamaan Bradbury Landing, NASA merilis video rekaman Ray Bradbury tahun 1971 yang memperlihatkan ia membacakan puisinya berjudul If Only We Had Taller Been. (pembacaan puisi tersebut dimulai pada menit 2:20, teks lengkap disertakan dalam publikasi tersebut).[28]