Pemilihan presiden diadakan di Sri Lanka pada 8 Januari 2015, dua hari setelah dijadwalkan. Presiden petahana Mahinda Rajapaksa merupakan kandidat Aliansi Kebebasan Rakyat Serikat, memperjuangkan masa jabatan ketiganya. Koalisi oposisi yang dipimpin oleh Partai Nasional Serikat (PNS) memilih Maithripala Sirisena, mantan Menteri Kesehatan dalam pemerintahan Rajapaksa dan sekretaris jenderal Partai Kebebasan Sri Lanka (PKSL) – partai konstituen utama dari AKRS – sebagai kandidat umumnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pemilihan presiden Sri Lanka ke-7 | ||||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
08 Januari 2015 (2015-01-08) | ||||||||||||||||||||||||||
| Kehadiran pemilih | 81.52% | |||||||||||||||||||||||||
Kandidat | ||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||
Peta persebaran suara
divisi pemungutan suara yang dimenangkan oleh ■ – Maithripala Sirisena ■ – Mahinda Rajapaksa | ||||||||||||||||||||||||||
| ||||||||||||||||||||||||||
Pemilihan presiden diadakan di Sri Lanka pada 8 Januari 2015, dua hari setelah dijadwalkan.[1][2] Presiden petahana Mahinda Rajapaksa merupakan kandidat Aliansi Kebebasan Rakyat Serikat, memperjuangkan masa jabatan ketiganya.[3][4] Koalisi oposisi yang dipimpin oleh Partai Nasional Serikat (PNS) memilih Maithripala Sirisena, mantan Menteri Kesehatan dalam pemerintahan Rajapaksa dan sekretaris jenderal Partai Kebebasan Sri Lanka (PKSL) – partai konstituen utama dari AKRS – sebagai kandidat umumnya.[5][6]
Sirisena dideklarasikan sebagai pemenang setelah meraih 51.28% dari seluruh suara berbanding dengan 47.58% yang didapatkan Rajapaksa.[7][8] Hasilnya umumnya dipandang mengejutkan.[9][10][11] Ketika Rajapaksa dipanggil untuk pemilihan tersebut pada November 2014, ia dianggap akan menang.[12][13][14] Pada 11 Januari 2015, pemerintahan baru mengumumkan sebuah penyelidikan khusus terhadap tuduhan sebuah upaya kudeta yang dilancarkan oleh Rajapaksa.[15]