Pemilihan umum presiden dijadwalkan akan digelar di Portugal pada 18 Januari 2026, dengan kemungkinan putaran kedua pada 8 Februari 2026. Presiden petahana Marcelo Rebelo de Sousa tidak dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga berturut-turut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pemilihan umum Presiden Portugal 2026 | |||||||||||||||||||||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
18 Januari 2026 | |||||||||||||||||||||||||
| Pemilih terdaftar | 11,039,672 ( | ||||||||||||||||||||||||
Kandidat | |||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||
| |||||||||||||||||||||||||
Pemilihan umum presiden dijadwalkan akan digelar di Portugal pada 18 Januari 2026, dengan kemungkinan putaran kedua pada 8 Februari 2026.[1][2] Presiden petahana Marcelo Rebelo de Sousa (presiden sejak 2016, didukung oleh PSD) tidak dapat mencalonkan diri untuk masa jabatan ketiga berturut-turut.
Beberapa tokoh telah menyatakan pencalonan mereka, termasuk mantan koordinator Gugus Tugas Vaksinasi Covid-19 Henrique Gouveia e Melo[3] dan mantan pemimpin Partai Demokrat Sosial (PSD) Luís Marques Mendes.[4] Partai Sosialis secara resmi mencalonkan mantan pemimpin partai António José Seguro.[5][6][7] André Ventura, pemimpin Chega, sempat mempertimbangkan untuk menjadi calon,[8] hingga akhirnya memantapkan diri pada September 2025.[9] Tokoh-tokoh lain, seperti kedua anggota Parlemen Eropa João Cotrim Figueiredo (IL) dan Catarina Martins (BE), juga mengumumkan pencalonan mereka, begitu pula mantan anggota parlemen António Filipe (PCP) serta anggota parlemen Jorge Pinto (L). Sebanyak 45 tokoh lain juga menyatakan niat untuk mencalonkan diri sebagai capres,[10] tetapi hanya 14 yang secara resmi mendaftarkan pencalonan mereka. Namun, dari 14 bakal calon itu, hanya 11 yang diterima menjadi capres setelah proses sertifikasi.
Marcelo Rebelo de Sousa terpilih kembali pada pilpres 2021, mengamankan hampir 61 persen suara pada putaran pertama. Ia dilantik pada 9 Maret 2021, dan melanjutkan masa kohabitasi dengan Perdana Menteri dari Partai Sosialis António Costa, yang berlangsung hingga April 2024. Kohabitasi ini berakhir setelah pileg pada Maret 2024, di mana Luís Montenegro, dari Partai Demokrat Sosial (partai yang sama dengan Presiden), ditunjuk sebagai perdana menteri.
Dalam sistem politik Portugal, presiden menjabat sebagai kepala negara dengan tugas-tugas yang kebanyakan bersifat seremonial, meskipun presiden memiliki beberapa pengaruh politik dan dapat membubarkan Parlemen selama krisis. Presiden berkediaman di Istana Belem di Lisboa. Sejak Revolusi Anyelir, semua presiden Portugal telah terpilih untuk dua kali masa jabatan dan tidak pernah mencoba masa jabatan ketiga, dengan satu pengecualian: Mário Soares (PS), yang mencoba masa jabatan ketiga tidak berurut-turut dalam pilpres 2006 namun kalah. Dengan demikian, semua presiden sejak tahun 1976 menjabat dua periode.
Selama masa kepresidenannya yang berlangsung selama satu dekade, Marcelo Rebelo de Sousa mengalami penurunan tingkat kepuasan yang cukup besar menurut banyak jajak pendapat.
Untuk maju dalam pilpres, seorang calon harus berasal dari Portugal dan berusia di atas 35 tahun, mengumpulkan 7.500 tanda tangan dukungan satu bulan sebelum pemilu, dan menyerahkannya ke Mahkamah Konstitusi Portugal. Kemudian, Mahkamah Konstitusi harus mengesahkan apakah pencalonan yang diajukan memenuhi persyaratan untuk muncul di surat suara.[11]
Seorang calon harus menerima suara mayoritas (50% ditambah satu suara) untuk menjadi presiden terpilih. Jika tidak ada calon yang mencapai mayoritas di putaran pertama, putaran kedua harus digelar.[11] Jumlah calon terbanyak yang pernah diterima adalah sepuluh, pada tahun 2016. Sejak Revolusi Anyelir, hanya ada satu pilpres dua putaran, yaitu pada tahun 1986, ketika Diogo Freitas do Amaral (46,3% suara di putaran pertama dan 48,8% di putaran kedua) kalah dari Mário Soares (25,4% suara di putaran pertama dan 51,2% di putaran kedua).
Para pemilih juga dapat memberikan suara lebih awal, dengan pemungutan suara dimulai pada 5 Januari untuk pemilih yang dirawat di rumah sakit dan dipenjara, pada 6 Januari untuk warga negara Portugal yang tinggal di luar negeri, dan berakhir untuk kedua kelompok tersebut pada 8 Januari.[12] Bagi warga negara yang tinggal di Portugal, pemungutan suara awal digelar pada 11 Januari, satu minggu sebelum hari pemilihan, dengan pemilih harus mendaftar dari tanggal 4 hingga 8 Januari agar memenuhi syarat untuk memberikan suara lebih awal.[13] Pada batas waktu 8 Januari, 218.481 pemilih (sekitar 2% dari total pemilih) telah meminta untuk memberikan suara lebih awal, angka ini lebih rendah daripada yang tercatat pada tahun 2021, selama pandemi Covid-19.[14]