Dalam produksi karya drama, multipel pemeran utama, kelompok pemeran, atau pemeran ensambel adalah kelompok peran yang terdiri dari beberapa aktor dan pemeran utama yang memiliki jumlah waktu penampilan layar yang sama.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Dalam produksi karya drama, kelompok pemeran, multipel pemeran utama atau pemeran ensambel adalah kelompok peran yang terdiri dari beberapa aktor dan pemeran utama yang memiliki jumlah waktu penampilan layar yang sama.[1][2]
Berbeda dengan model populer yang memberikan prioritas kepada satu tokoh utama, sebuah kelompok pemeran lebih menekankan pada rasa “kebersamaan dan komunitas”.[3]
Kelompok pemeran dalam film sudah diperkenalkan sejak September 1916 melalui D. W. Griffith dengan film epik bisu Intolerance, yang menampilkan empat alur cerita terpisah namun berjalan paralel.[4] Film tersebut mengikuti kehidupan beberapa tokoh selama ratusan tahun, melintasi berbagai budaya dan periode waktu.[5] Penyatuan berbagai alur cerita dan perkembangan karakter merupakan ciri utama dari pemilihan pemeran ensambel dalam film; baik berupa lokasi, peristiwa, maupun tema besar yang menyatukan film dan para tokohnya.[4]
Film yang menampilkan pemeran ansambel cenderung menekankan keterhubungan antar tokoh, bahkan ketika para tokoh tersebut tidak saling mengenal.[6] Keterhubungan ini sering ditunjukkan kepada penonton melalui contoh teori "enam derajat keterpisahan", yang memungkinkan mereka menavigasi alur cerita dengan menggunakan pemetaan kognitif.[6] Contoh metode ini, di mana enam derajat keterpisahan tampak jelas dalam film dengan pemeran ansambel, dapat ditemukan pada produksi seperti Love Actually, Crash, dan Babel, yang masing-masing memiliki tema mendasar yang kuat dan saling terjalin dalam alur cerita sehingga menyatukan film tersebut.[4] Film Whodunit juga kerap menampilkan tokoh-tokoh yang saling terhubung sebagai tersangka, seperti dalam Death on the Nile, Clue, dan Knives Out.[7]
The Avengers, X-Men, dan Justice League merupakan tiga contoh pemeran ansambel dalam genre pahlawan super.[8][9] Akting referensial menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan ini, karena para pemeran ansambel "bermain saling menanggapi satu sama lain alih-alih terhadap realitas".[3]
Sutradara yang dikenal sering menggunakan pemeran ansambel antara lain Robert Altman, Woody Allen, Spike Lee, Quentin Tarantino, Wes Anderson, dan Paul Thomas Anderson, di antara lainnya.