Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pembusukan otak

Pembusukan otak merupakan istilah untuk media digital yang dianggap rendah secara nilai dan kualitasnya. Secara luas, istilah ini mengacu pada efek buruk yang ditimbulkan dari konsumsi media digital secara berlebihan, seperti format konten pendek dan doomscrolling.

konten daring yang berkualitas rendah
Diperbarui 28 Desember 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Pembusukan otak (bahasa Inggris: brain rot atau brainrot) merupakan istilah untuk media digital yang dianggap rendah secara nilai dan kualitasnya.[1] Secara luas, istilah ini mengacu pada efek buruk yang ditimbulkan dari konsumsi media digital secara berlebihan, seperti format konten pendek dan doomscrolling.[2][3]

Etimologi dan penggunaan

Berdasarkan Oxford University Press, istilah brain rot pertama kali digunakan pada tahun 1854 dalam buku Walden karya Henry David Thoreu yang menggambarkan kesulitan menjalani hidup sehat di alam terbuka.[4][5] Dalam istilah gaul yang digunakan untuk mendeskripsikan rusaknya otak akibat konten internet dengan kualitas atau nilai yang rendah, dan berdampak negatif baik secara psikologis, kognitif dan lain sebagainya.[1]

Sebagai pendeskripsi psikologis, brain rot menggambarkan perihal mengenai penggunaan teknologi secara berlebihan, seperti menghabiskan banyak waktu di dunia maya, yang dapat mengakibatkan letargi, pikiran berkabut, kemerosotan fungsi kognitif, dan berkurangnya rentang perhatian pada seseorang.[6] Istilah ini telah digunakan secara daring pada tahun 2004, tetapi mulai populer pada tahun 2023 dan telah menjadi sebuah meme internet.[7][8] Fenomena ini juga mencakup "istilah brain rot" berupa slang yang diasosiasikan dengan generasi tersebut, misalnya saja "skibidi" (merujuk pada Skibidi Toilet), sigma (bermakna seseorang yang keren atau berdaya pemimpin), "rizz" (kependekan untuk karisma), "gyatt" (merujuk pada bokong yang besar), dan "fanum tax" (tindakan mencuri makanan).[8]

Mengingat kekhawatiran masyarakat tentang dampak buruk konsumsi materi daring yang berlebihan, istilah brain rot sering kali digunakan untuk mendeskripsikan budaya internet Generasi Alfa oleh orang dewasa yang menganggap bahwa anak-anak telah kecanduan terhadap teknologi yang merusak kemampuan mereka untuk berinteraksi di dunia nyata, khususnya di platform media sosial di Tiktok. Konten berkualitas dan bernilai rendah yang ditemukan di media sosial dan internet, serta dampak buruk yang ditimbulkan akibat mengonsumsi konten semacam ini terhadap individu atau masyarakat luas disebut sebagai "brainrot" di tahun 2024.[9] Kondisi seperti ini jika dibiarkan terus- menerus akan berdampak buruk shingga mengakibatkan kerusakan otak.[9]

Dalam budaya populer

Pada September 2024, seorang politikus Australia, Fatima Payman, menjadi perbincangan dunia maya setelah ia memasukkan slang Gen Alfa ke dalam pidatonya yang ditulis oleh anggota staf muda Ezra Isma, dalam sebuah sesi sidang di Senat Australia. Peristiwa ini disebut oleh publik sebagai salah satu contoh dari fenomena "brain rot".[10]

Dampak

Brainrot sangat berpengaruh di dunia nyata, fenomena itu merupakan pelemahan otak dan daya pikir yang membuat pengguna media sosial menjadi malas berpikir berat. Fenomena ini sering terjadi di kalangan pelajar, misalnya, siswa sering mengeluh tentang tugas sekolah yang menurut mereka terlalu berat. Padahal hal tersebut sudah wajar diberikan kepada siswa, yang sudah ada dari generasi sebelumnya. Jenis konten berdurasi pendek dan bisa dilewati bila ia tidak suka konten tersebut, maka hal itu bisa terbawa ke kehidupan nyata. Ketika mereka tidak menyukai sesuatu, maka mereka cenderung akan menghindari hal itu daripada menyelesaikannya. Selain itu dengan kecanduan konten receh di media sosial juga membuat tingkat kesabaran gen Z melemah. Jika generasi sebelumnya ingin menikmati sebuah hiburan, maka mereka harus menunggu dalam kurun waktu tertentu. Berbeda dengan generasi sekarang yang semua harus instan. Dan jika mereka terlibat masalah, maka mereka lebih memilih untuk meninggalkannya dari pada memperbaiki.[9]

Cara mengatasi

Besarnya dampak pembusukan otak akibat paparan konten berkualitas rendah dalam waktu lama di gawai membuat negara dan masyarakat perlu segera mengambil langkah pencegahan bersama. Saat ini, sejumlah negara mulai atau akan membatasi penggunaan media sosial, khususnya untuk anak dan remaja. Untuk mengatasi pembusukan otak itu, hal yang perlu dioptimalkan adalah mendorong konten-konten bermutu tinggi di media sosial. Konten media sosial seharusnya didorong untuk menyajikan informasi yang lengkap, mendalam, dan menyajikan informasi dengan perspektif yang beragam.[11]

Brainrot juga bisa diatasi dengan cara menggunakan kontrol diri. Yang pertama yaitu dengan mengatur waktu antara scrolling time dan kapan gawai itu harus ditaruh. Memisahkan aplikasi media sosial yang rentan menimbulkan kecanduan dan menyembunyikan notifikasi. Batasi waktu penggunaan gadget di luar keperluan pekerjaan. Untuk orang dewasa, screen time yang disarankan adalah tidak lebih dari 2 jam per hari, sedangkan anak-anak di bawah 2 tahun sebaiknya tidak diperkenalkan dengan gadget sama sekali.[12]

Yang kedua yaitu mematuhi peringatan jam tidur pada gadget. Biasanya, gadget memiliki fitur sebagai pengingat istirahat, hal itu harus dipatuhi. Dan yang ketiga adalah tahu waktu, misalnya mematikan gadget ketika berkumpul dengan orang-orang dan hindari gadget sebelum tidur. Ini berhubungan dengan etika, jangan sampai ketika mengobrol dengan orang sambil memainkan gadget, apalagi scrolling. Hal itu bisa menjadi distraksi obrolan dan lawan bicara merasa tidak didengarkan. Penggunaan gadget menjelang tidur bisa memicu insomnia dan memperburuk kondisi brain rot. Singkirkan gadget setidaknya 1 jam sebelum tidur agar kualitas istirahat lebih optimal.[13]

Yang ketiga kurangi aplikasi yang tidak penting, mengisi waktu dengan aktivitas fisik dan memperbanyak bersosialisasi di dunia nyata. Makin banyak aplikasi yang terpasang, makin besar keinginan untuk menggunakannya. Pasang aplikasi seperlunya untuk meminimalisir paparan konten berkualitas rendah. Alihkan perhatian dengan kegiatan produktif seperti olahraga, memasak, atau bercocok tanam. Aktivitas ini membantu menjaga keseimbangan mental dan mengurangi risiko brain rot. kemudian bertemu teman atau keluarga bisa menjadi cara efektif untuk melepas stres. Dengan bersosialisasi, Anda bisa mengurangi kecanduan gadget dan meningkatkan kesehatan mental.[14]

Dampak psikologisnya besar sekali. Dalam usia anak-anak, otak sedang berkembang serta mengasah kemampuan untuk berpikir kreatif dan kritis. Peran orangtua sangat penting untuk menghindarkan anak dari brainrot, salah satunya dengan mencegahnya menggulirkan lini masa media sosial terlalu berlebihan. Alihkan anak pada aktivitas-aktivitas lain yang lebih produktif dan bermanfaat bagi tumbuh kembangnya.[15]

Lihat juga

  • Shitposting
  • Budaya rendah
  • Peternakan konten § Peternakan konten media sosial
  • Doomscrolling

Referensi

  1. 1 2 Roy, Jessica (2024-06-13). "If You Know What 'Brainrot' Means, You Might Already Have It". The New York Times (dalam bahasa American English). ISSN 0362-4331. Diakses tanggal 2024-08-26.
  2. ↑ "Why teenagers are deliberately seeking brain rot on TikTok | Psyche Ideas". Psyche. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 11 January 2025. Diakses tanggal 2024-11-13.
  3. ↑ Scanlan, Rebekah (December 29, 2024). "'On the rise': Late-night ritual ruining lives". news.com.au. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 January 2025. Diakses tanggal 2025-01-10.
  4. ↑ Heaton, Benedict (2 December 2024). "'Brain rot' named Oxford Word of the Year 2024" (Press release). Oxford University Press.
  5. ↑ Levitin, Mia (2024-12-28). "Social media, brain rot and the slow death of reading". Financial Times. Diarsipkan dari asli tanggal 2025-01-02. Diakses tanggal 2025-02-15.
  6. ↑ "Brain Rot: The Impact on Young Adult Mental Health". Newport Institute (dalam bahasa American English). 2024-01-10. Diakses tanggal 2024-08-26.
  7. ↑ "What is 'brain rot'? Do you have it?". SBS News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2024-08-26.
  8. 1 2 "Parents and Gen Alpha kids are having unintelligible convos because of 'brainrot' language". NBC News (dalam bahasa Inggris). 2024-08-10. Diakses tanggal 2024-09-16.
  9. 1 2 3 "Brainrot, Pembusukan Otak Akibat Konten Receh di Medsos, Pakar Umsida Beri Penjelasan" (dalam bahasa American English). 2024-12-13. Diakses tanggal 2024-12-21.
  10. ↑ Weedston, Lindsey (2024-09-13). "Fatima Payman Gen Z Slang Speech Declared 'Brainrot'". The Daily Dot (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-09-16.
  11. ↑ Wahyudi -, Muhamad Zaid (2024-12-14). ""Brain Rot", Selamat Datang di Era Pembusukan Otak". Kompas.id. Diakses tanggal 2024-12-21.
  12. ↑ www.harianbatakpos.com (2024-12-18). "Brain Rot Meningkat, Kenali Penyebab dan Cara Mencegahnya". Harianbatakpos.com. Diakses tanggal 2024-12-21.
  13. ↑ "No Screen Time Before Two: Aturan Screen Time pada Anak Usia Dini – Kanal Pengetahuan Psikologi" (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2024-12-21.
  14. ↑ Indonesia, PuskoMedia (2024-01-27). "Menemukan Keseimbangan dalam Penggunaan Internet: Mencapai Pola Hidup Digital yang Sehat". PuskoMedia Indonesia. Diakses tanggal 2024-12-21.
  15. ↑ Media, Kompas Cyber (2024-12-11). "Apa Itu "Brain Rot"? Kenali Bahayanya bagi Anak". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2024-12-21.
  • l
  • b
  • s
Slang generasi Z
Slang
2000s
  • "Ghosting"
  • "Basic"
  • "-ussy"
  • "uwu"
2010s
  • "Delulu"
  • "The ick"
  • Lelucon "Ligma"
  • "NPC"
  • "OK boomer"
  • "Normie"
  • "Girlboss"
2020s
  • "Rizz"
  • "Gyatt"
  • "Pria sigma"
  • "Skibidi"
Other
  • "Simp"
  • "Brain rot"
Related
  • "Dabbing"
  • "Looksmaxxing"
    • "Mewing"

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Etimologi dan penggunaan
  2. Dalam budaya populer
  3. Dampak
  4. Cara mengatasi
  5. Lihat juga
  6. Referensi

Artikel Terkait

Sejarah YouTube

YouTube merupakan situs web yang dirancang untuk berbagi video daring. YouTube terbentuk pada 14 Februari 2005 oleh Chad Hurley, Steve Chen, dan Jawed

Film B

yang mendorong departemen produksi film studio film B untuk beralih ke divisi produksi film televisi. Divisi-divisi ini terus membuat konten yang mirip

Konten seksual dalam permainan video

Konten seksual telah ditemukan dalam permainan video sejak masa awal industri ini, dan permainan yang menampilkan konten seksual dapat dijumpai di sebagian

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026