Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPembicaraan Wikipedia:Pembatasan gelar
Artikel Wikipedia

Pembicaraan Wikipedia:Pembatasan gelar

Wikipedia article
Diperbarui 31 Agustus 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

pranala ke komentar/diskusi lama

  • Pembicaraan Wikipedia:Pedoman penamaan - pada 2005-2008 pernah ada diskusi serupa
  • Pembicaraan Portal:Biografi/Kepentingan Gelar Haji dicantumkan pada artikel biografi - 2022
  • Pembicaraan Wikipedia:ProyekWiki Islam - diskusi 2023 tentang gelar kehormatan dalam Islam
    • WP:GELARISLAM (Wikipedia:Pedoman gaya/Artikel bertopik Islam#Gelar kehormatan Islam)

Selesai

@Agus Damanik, Badak Jawa, Hariadhi, PinkDash, Zulf, Ariandi Lie, Kopi Kebenaran, Kekavigi, Apri DAV, Gombang, F1fans, dan Serigala Sumatera: halaman pedoman terpisahnya sudah saya buat. Yang bertanya alasan, silakan di lihat di sini dan sudah disetujui bung Damanik juga selaku pengusul awal. Kalau ada yang keberatan dengan pedoman ini, bisa membuat subbab baru dan mengajukan amandemen per WP:PROSEDUR#Amandemen. Terima kasih. ▪ ꧋ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 11 November 2024 11.40 (UTC)

Saya sangat berterima kasih akan hal ini. Agus Damanik (bicara) 12 November 2024 08.14 (UTC)

Nama pemberian diperlukan

di Wikipedia:Pembatasan_gelar#Judul_artikel

> Misalnya, tidak boleh memberi judul artikel sebagai "Prof. Dr. (H.C) Fulan Lc., S.E., M.M." dan
> sejenisnya, akan tetapi hanya gunakan "Fulan" saja atau nama lain yang terkenal jika ada.

sebaiknya

> Misalnya, tidak boleh memberi judul artikel sebagai "Prof. Dr. (H.C) Fulan Lc., S.E., M.M." dan
> sejenisnya, akan tetapi hanya gunakan "Edi Fulan" saja atau nama lain yang terkenal jika ada.

Taylor 49 (bicara) 11 November 2024 15.18 (UTC)

 Selesai, karena hanya detail kecil yang diubah, dan tidak terlalu berpengaruh ke pedoman utama, maka saya lakukan sendiri. Terima kasih atas koreksinya. ▪ ꧋ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 11 November 2024 20.47 (UTC)

Paus, dll.

Seperti di Wikipedia:Pedoman penamaan/Tokoh poin no. 2 yang menjadi latar belakang pedoman ini, " ... para Paus Katolik Roma, para Patriark, para Kaisar Asia Timur ...", saya berinisiatif menambahkan contoh nama paus dan patriak di poin #1, dengan tambahan dari saya untuk nama-nama Pangeran.

Lalu untuk gelar yang tidak dicantumkan, saya masukkan gelar Santo (orang kudus), dan gelar-gelar kebangsawanan/gelar-gelar kehormatan (Eropa/Barat, Asia/Timur, Indonesia), gelar jabatan pemerintahan, serta gelar keagamaan (lihat Jenis gelar). ꦱꦭꦩ꧀ ‑Bennylin 「rapat」 16 November 2024 03.53 (WIB) 15 November 2024 20.53 (UTC)

Perbaikan klausa di paragraf pembuka

Apakah sebaiknya klausa di paragraf pembuka, "Wikipedia memberlakukan pembatasan gelar yang terutama mencakup gelar akademik tak notabel" diganti menjadi "Wikipedia memberlakukan pembatasan gelar yang berlebihan pada tokoh"? Dua alasan yang terlintas di pikiran:

  • Ada baiknya maksud kata "notabel" dijelaskan. Jika kata "tak notabel" di paragraf pembuka dipertahankan, ada baiknya teks di bagian Pembatasan diubah menjadi "berikut adalah jenis-jenis gelar yang dianggap notabel oleh Wikipedia dan boleh digunakan di dalam artikel" (jadinya kata "notabel" didefinisikan lewat contoh-contoh)
  • Kalimat pembuka seperti mengisyaratkan konten pedoman akan berfokus pada gelar-gelar akademik, padahal saat ini sudah mencakup banyak bidang: pangkat militer, gelar keagamaan, dan jabatan pemerintah.

Salam, kekavigi (bicara) 17 November 2024 04.01 (UTC)

Dampak terhadap templat

Apakah pedoman ini juga berlaku pada templat, seperti {{kotak_suksesi}} jabatan akademik contohnya di artikel Kadarsah Suryadi? Templat di artikel tersebut saat ini mengandung teks "Didahului oleh: Prof. Akhmaloka, Dipl.Biotech., Ph.D" dan "Diteruskan oleh: Prof. Ir. N. R. Reini D. Wirahadikusuma, MSCE, PhD". Salam, kekavigi (bicara) 17 November 2024 04.03 (UTC)

Saya kira, ya. Karena pedoman ini memuat pengecualian hanya pada artikel biografi tokoh terkait, dan tokoh lainnya, walaupun diberikan pranala, tetap dikenakan pedoman pembatasan.
Misalnya, artikel membahas mengenai "Ir. Soekarno", tapi dalam artikel ada pranala "Drs. Mohammad Hatta". Maka, untuk yang terakhir tidak bisa disandangkan dengan "Drs."-nya. Pengecualian hanya untuk "Ir. Soekarno" di kalimat pembuka, dan selebihnya adalah pembatasan, tak terkecuali terhadap "Drs. Mohammad Hatta". ▪ ꧋ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 18 November 2024 13.35 (UTC)

Paragraf pembuka.

Saya mengubah sedikit isi daripada paragraf pembuka, agar tidak mengisyaratkan bahwa pedoman ini hanya berfokus pada gelar akademik saja, melainkan juga gelar lain dalam cakupan yang cukup luas. ▪ ꧋ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 18 November 2024 13.38 (UTC)

Pangkat Militer

Masih ada kesimpangsiuran mengenai pangkat Militer dan Kepolisian untuk pembatasan gelar. Jika dilihat pada WP:TOKOHMILITER memang disebutkan "Nama tidak mengandung singkatan, jabatan (polisi/militer), maupun gelar (akademis/sarjana), kotak info pemegang jabatan dan kotak suksesi (apabila ada) harus dilengkapi referensi

Kenyataannya terkadang ada pengguna yang ingin mengelabui dengan memasukkan informasi yang salah. Misalnya perwira pertama bahkan perwira menengah kemudian diubah menjadi perwira tinggi. Contoh: Kombes. Pol. XXXXXXXXXXX adalah seorang perwira tinggi Kepolisian. Sementara jika dilihat dari info kepangkatan Kombes Pol adalah setingkat perwira menengah serta perubahan jabatan tersebut tanpa adanya referensi juga bukti bahwa ybs. telah menjadi seorang Pati.

Bahkan ada juga pangkat perwira pertama tapi disebutkan sebagai perwira tinggi. Hal ini juga dapat diperiksa dari tahun kelulusan di Akademi Militer dimana ybs mengikuti pendidikan. Saya pernah menemukan hal ini pada subjek yang dimana lulus dari pendidikan militernya 5 tahun lalu kemudian memiliki pangkat masih perwira pertama, namun disebutkan sebagai perwira tinggi.

Terkadang sulit menentukan jika pangkat militer dan kepolisian hilang/tidak dicantumkan (tentunya harus memiliki referensi). Terkadang dari hasil pencarian sumber referensi tidak semua yang terbaru. Agak sulit memang untuk Tokoh Militer dan Kepolisian ini.

Apakah ada solusi yang tepat untuk masalah ini ? Ariandi Lie Diskusi disini saja 4 Desember 2024 15.58 (UTC)

cc@Bennylin mungkin memiliki solusi lain. Ariandi Lie Diskusi disini saja 4 Desember 2024 16.04 (UTC)
Coba didaftarkan saja Perwira Tinggi itu apa saja (ditaruh di WP:TOKOHMILITER), kan tidak banyak harusnya, supaya membantu Wikipediawan lain. Saya sendiri tidak hafal. Selain pangkat yang ada di daftar itu, maka tidak layak. ꦱꦭꦩ꧀ ‑Bennylin 「rapat」 4 Desember 2024 23.21 (WIB) 4 Desember 2024 16.21 (UTC)
@Agus Damanik maaf bung saya apakah boleh kah tanda pangkat di cantum kan di artikel depan nama tokoh milter teresebut seperti misalnya Jenderal TNI Agus Subiyanto soalnya saya anda menghapus tanda pangkat jenderal di depan nama beliau mohon penjelasannya? Jimnytom (bicara) 4 Desember 2024 16.57 (UTC)
tidak. Baca WP:TOKOHMILITER Agus Damanik (bicara) 5 Desember 2024 01.46 (UTC)
@Agus Damanik tapi kenapa bung @Ariandi Lie mencantumkan tanda pangkat pada tokoh militer di artikel Teddy Indra Wijaya yang saya sudah hapus tanda pangkat di artikel tersebut, jelas² gak diperbolehkan di Wikipedia:TOKOHMILITER sedangkan bung @Agus Damanik menghapus pangkat jenderal di artikel Agus Subiyanto berarti suntingan saya menghapus tanda pangkat di artikel tokoh militer gak salah kan karena sesuai pedoman Wikipedia:TOKOHMILITER Jimnytom (bicara) 5 Desember 2024 05.41 (UTC)
Patokannya tokoh militer saja. Sudah disepakati kebijakannya kecuali ada kebijakan yang menimpa Agus Damanik (bicara) 5 Desember 2024 10.57 (UTC)
Baik terima kasih pak @Agus Damanik atas penjelasannya, dengan ini saya sudah memahami mengenai aturan penyuntingan di wikipedia 🙏🏻🙏🏻😊 Jimnytom (bicara) 5 Desember 2024 12.24 (UTC)

Gelar akademik

Akhirnya setelah sekian purnama, WBI punya kebijakan agar gelar akademik tidak perlu dicantumkan di paragraf pertama. Pheww.. M2Cruiser (bicara) 20 Desember 2024 00.20 (UTC)

WP:COMMONNAME

Saya menambahkan pranala ke WP:COMMONNAME di #Pembatasan. ▪ ꧋ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 7 Juni 2025 00.38 (UTC)

Koreksi minor

Gelar akademik atau profesi yang tidak dikenal dan jarang disandangkan dengan sang tokoh baik dalam penyebutan resmi atau tidak resmi, tidak digunakan dalam artikel.

Ubah menjadi,

Gelar akademik atau profesi pada umumnya yang tidak memenuhi notabilitas, tidak dikenal oleh publik secara luas atau tercatat di sejarah.

▪ ꧋ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 11 Juni 2025 09.24 (UTC)

Kyai Haji

Apakah K.H, Kyai, dan H./Hj. dapat termasuk ke dalam pedoman pembatasan ini? Izin ping @Agus Damanik, Ariandi Lie, F1fans, Hariadhi, dan EditorPKY: ▪ ꧋ꦩꦣꦪ. Fazoffic ( ʖ╎ᓵᔑ∷ᔑ) 15 Juni 2025 22.53 (UTC)

H dan Hj saya rasa bisa dimasukan ke pembatasan. Untuk KH dan Kyai mungkin bisa merujuk pada penulisan gelar di artikel Ir Soekarno misal, yang mana ada yang layak dituliskan (contoh KH Abdurrahman Wahid misal) F1fans (bicara) 16 Juni 2025 15.09 (UTC)
Secara pribadi saya tidak keberatan jika digunakan sebagai nama artikel atau mengiringi nama, karena meamng hanya sedikit orang yang bisa meraih titel tersebut. Dan yang mendapat biasanya tokoh yang sangat terkenal, sehingga akhirnya KH dianggap menjadi bagian dari namanya yang banyak dikenal. Misalnya penggunaan KH di nama Hasyim Asyari (ulama) bisa dengan mudah membedakan dengan Hasyim Asyari mantan ketua KPU. Hariadhi - Ngobrol 18 Juni 2025 08.35 (UTC)
  • Kita lihat konteksnya, kembali ke Pembatasan poin pertama, gelar tersebut dikenal atau disebutkan misalnya dalam sejarah, dimuat dalam berbagai karya yang telah dikenal publik secara luas (baik di Indonesia atau global) atau tidak sebagai contoh: Haji Oemar Said Tjokroaminoto atau H.O.S Tjokroaminoto terdapat gelar yang menyertainya juga penyebutan gelar tersebut dalam sejarah, bahkan gelar dan namanya tersebut dijadikan nama sebuah jalan di banyak kota Indonesia. Hal ini tidak perlu diragukan atau K.H. Zainuddin MZ dikenal publik bahkan penyebutan namanya umum dikenal publik luas dalam pemberitaan, dsb. Mungkin yang harus dipertanyakan beberapa gelar yang lain seperti Buya, dsj. yang publik belum tentu mengenal sosok/subjek tersebut apalagi yang asing ditelinga publik secara luas. Pengecualian seperti Buya Hamka tercatat dalam sejarah, karya, pemberitaan, dsb. sangat-sangat dikenal publik luas. Untuk yang lainnya mungkin hanya sedikit yang dikenal publik luas mengenai gelar dan nama subjek/tokoh tersebut. Apalagi sumber pemberitaannya bukanlah sumber terpercaya dan hanya berasal dari sumber internal atau afiliasinya. Ariandi Lie Diskusi disini saja 18 Juni 2025 11.03 (UTC)
    @Ariandi Lie seperti yang anda bilang jika gelar yang dimiliki oleh seseorang sudah melekat maka boleh menambahkan gelarnya begitu juga dengan orang yang menggunakan Buya sebagai namanya dikenal oleh banyak orang Badak Jawa (bicara) 18 Juni 2025 11.20 (UTC)
    @Ariandi Lie contoh lain dari orang yang menggunakan Buya adalah Buya Yahya Badak Jawa (bicara) 18 Juni 2025 11.21 (UTC)

Penamaan gelar akademis

Halo, saya berdiskusi dengan sesama kontributor WBI yang mempermasalahkan penamaan gelar akademis suatu tokoh yang mungkin berpengaruh di Negara Indonesia ini. Dengan diskusi tersebut, kami membahas apakah sebaiknya penaamaan gelar suatu tokoh seperti M.PH atau S.PI dituliskan di dalam sebuah kotak info tokoh tersebut atau lebih baik menuliskan namanya saja tanpa gelarnya tersebut. Pinkash Ngobrol yuk 22 Agustus 2025 07.35 (UTC)


turut mengundang: @Rubah Hitam Vukova @Badak Jawa @Hariadhi @Nohirara dan rekan-rekan kontributor lainnya untuk menanggapi Pinkash Ngobrol yuk 22 Agustus 2025 07.35 (UTC)

Hmm, ini sih sebetulnya sudah dibatasi di WP:GELAR. Jika memang diperlukan, gelar akademis mungkin lebih cocok dituliskan dalam teks artikel, di bagian yang membahas pendidikan atau karier, bukan di infobox yang ringkas. Baik untuk diingat kembali untuk kita semua, Wikipedia bukan CV atau daftar riwayat hidup. Braverious (bicara) 22 Agustus 2025 08.15 (UTC)
kalau gelar penting gunanya buat mengidentifikasi lah Satutitikduakoma (bicara) 22 Agustus 2025 08.51 (UTC)
Mohon izin menanggapi, sesuai dengan WP:GELAR, gelar akademik memang selayaknya tidak dicantumkan di kotak info. Mungkin akan terlihat lebih sederhana bagi tokoh yang hanya memiliki sedikit gelar di belakang namanya, tetapi bagi sebagian tokoh lain yang gelar akademiknya berderet-deret (belum termasuk pangkat militer/kepolisian), ditambah dengan pola penyuntingan vanitas oleh anonim yang juga menambahkan gelar sertifikasi profesi (contoh), akan membuat kotak info menjadi "penuh" dan tidak informatif. Menurut saya, Wikipedia juga bukan tempat untuk rekognisi seseorang agar terlihat lebih hebat/superior dari tokoh lain melalui gelar yang berderet-deret tersebut. Salam. 🅷🅴🅽🆁🅸 ngopi lur? ✉ 22 Agustus 2025 11.00 (UTC)
Masa' orang s3 ga dikasih gelar? Menurutku kasih gelar belakang aja. Satutitikduakoma (bicara) 22 Agustus 2025 11.02 (UTC)
tapi kalau di isi artikel jangan cukup di kotak info saja om @Henri Aja. Satutitikduakoma (bicara) 22 Agustus 2025 11.05 (UTC)
Tidak ada larangan pencantuman gelar dalam artikel, hanya di kotak info dan kalimat pembuka saja. 🅷🅴🅽🆁🅸 ngopi lur? ✉ 22 Agustus 2025 11.27 (UTC)
Sip Satutitikduakoma (bicara) 22 Agustus 2025 11.40 (UTC)
mengundang @Zulf @Badak Jawa Satutitikduakoma (bicara) 22 Agustus 2025 11.08 (UTC)
Saya setuju untuk pelonggaran jika gelar akademik dapat diletakkan di kotak info, tepatnya di parameter 'almamater' (contohnya seperti ini: en:Rowan Atkinson, lihat parameter alma mater di kotak info). Mengingat masyarakat kita masih menganggap gelar akademik sebagai informasi yang teramat sangat penting sekali bahkan sampai disakralkan. Rinai Natsumi (bicara) 22 Agustus 2025 11.25 (UTC)
@Rinai Natsumi Mungkin dapat diajukan revisi kebijakan terkait hal ini. Mohon izin tag bung @Agus Damanik, mungkin berkenan untuk memberikan pendapatnya. 🅷🅴🅽🆁🅸 ngopi lur? ✉ 22 Agustus 2025 11.33 (UTC)
Menarik, ini boleh sih. Namun tetap saja, gelarnya diletakan di bagian pendidikan, bukan parameter title atau honorific_suffix seperti yang biasa dilakukan oleh sebagian besar kontributor. Braverious (bicara) 22 Agustus 2025 11.40 (UTC)
Sekarang gini aja deh coba sebutkan gelar yang seperti apa yang bisa kita kecualikan lebih lanjut? Nanti saya sunting halaman pedoman ini sesuai pendapat kalian 𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃 📩 22 Agustus 2025 13.05 (UTC)
Tunggu pendapat terlebih dahulu sebelum meyunting halaman kebijakannya haha. Pinkash Ngobrol yuk 22 Agustus 2025 13.12 (UTC)
Setuju, revisi kebijakan harus melalui proses proposal diskusi dan konsensus. 🅷🅴🅽🆁🅸 ngopi lur? ✉ 22 Agustus 2025 13.32 (UTC)
bung @Rinai Natsumi. anggaplah tokoh tersebut merupakan seorang ulama, apakah diperkenankan tokoh tersebut ditulis gelar K.Y atau S.I (Sarjana Islam misalnya) di kotak info tersebut?. Pinkash Ngobrol yuk 22 Agustus 2025 13.13 (UTC)
IMO, boleh. Nanti formatnya begini: [nama almamater (univ/pt/dsj.)] ([gelar]) dan itu diletakkan di parameter alma_mater, bukan honorific_suffix seperti yang disebutkan bung Braverious. Rinai Natsumi (bicara) 22 Agustus 2025 14.08 (UTC)
Sejujurnya saja saya tidak setuju untuk gelar di manapun kecuali menjadi bagian namanya seperti Ir soekarno. Namun, terkait di almamater dapat dipertimbangkan. Agus Damanik (bicara) 22 Agustus 2025 15.19 (UTC)
kalau ga pake gelar nanti diremehkan orang om Satutitikduakoma (bicara) 22 Agustus 2025 15.39 (UTC)
Saya bisa mengerti secara umum kebanyakan gelar tidak terlalu penting untuk ditampilkan, namun ada beberapa profesi yang memang sangat membutuhkan informasi mengenai gelar, seperti pengacara, psikolog, notaris, dan dokter. Contoh saja psikolog, tidak berarti orang yang pernah kuliah di psikologi lalu boleh dan bisa membuka praktik. Dia harus lulus dengan kualifikasi psikolog klinis dulu, yang diperlihatkan oleh gelar MPsi. Dan kejadian orang belum punya kualifikasi psikolog klinis tapi ngaku-ngaku bisa melakukan diagnosis dan penanganan gangguan kejiawaan itu memang terjadi, ada kasus nyatanya yang bisa dibaca di sini:
Dengan gelar tidak boleh ditampilkan, dan banyak artikel tokoh yang juga mulai dibabat riwayat pendidikannya, maka saya khawatir ke depan orang bisa dengan mudah mengaku-ngaku ahli di profesi seperti ini dengan berusaha masuk di wikipedia. Informasi gelar setidaknya bisa membuat publik paham orang seperti ini punya kualifikasi atau tidak.
Sekali lagi, opini saya ini hanya terbatas untuk profesi tertentu. Saya tidak masalah kalau gelar lain seperti ST, SSn, MSc, MSi, SPd, dan lainnya tidak ditampilkan. Tapi untuk profesi-profesi di atas, sebaiknya diberi pengecualian, karena memang krusial. Kalaupun tidak diizinkan masuk di judul atau isi artikel, setidaknya beri kesempatan untuk menulisnya di infobox. Kan parameter di infobox memang mengizinkan penulisan gelar. Hariadhi - Ngobrol 22 Agustus 2025 15.45 (UTC)
@Hariadhi oleh karena itulah diperlukan adanya penambahan referensi untuk membuktikan kebenaran gelar yang dimiliki oleh tokoh tersebut karena bisa mempengaruhi layak atau tidaknya artikel tersebut berada di Wikipedia Indonesia 𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃 📩 22 Agustus 2025 16.23 (UTC)
Menurut saya begini, kalo memang tokoh tersebut tidak dikenal apabila tidak memakai gelar di artikelnya, termasuk gelar profesor, berarti memang tidak notabel.
Gelar akademik sama gelar militer (kecuali panglima besar), tidak perlu ditulis sama sekali, kalopun ngotot minta ditulis, tulis saja di bagian almamater, misalnya kuliah di Universitas Konoha gelarnya Sarjana Rebahan, tulis saja Universitas Konoha (S.Reb.).
Kalo soal ketakutan nanti ada ngaku ngaku, kan ada kolom almamater, itu tinggal tegakkan aturannya agar setiap informasi tentang almamater harus ada rujukan. Entah pddikti, peradi, kki, pdgi, dan sejenisnya yang mengonfirmasi bahwa pendidikan atau pekerjaan ybs, memang benar demikian. Fikri Nurfadillah Rahma (bicara) 31 Agustus 2025 07.27 (UTC)
@Hariadhi Silahkan membaca poin subjudul pembatasan ke 7 berbunyi
“ ”
Gelar-gelar lainnya yang disandangkan kepada tokoh, namun tidak memiliki sumber yang jelas, tidak digunakan dalam artikel

𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃 📩 22 Agustus 2025 16.25 (UTC)

Kalau ada aturan seperti itu tidak masalah, karena memang mereka yang gelarnya terkait dengan kualifikasi dalam liputan atau penyebutan namanya, biasanya akan tercantum, baik di media maupun situs resmi universitas. Saya cuma berharap ada keringanan untuk profesi-profesi di atas saja. Agak lupa, dosen dan guru besar juga salah satu profesi yang butuh pencantuman gelar. Hariadhi - Ngobrol 23 Agustus 2025 00.23 (UTC)
@Badak Jawa: Sumber dari database PDDikti apakah termasuk sumber yang jelas? Rinai Natsumi (bicara) 23 Agustus 2025 01.23 (UTC)
@Rinai Natsumi jelas 𝄃𝄃𝄂Badak𝄂𝄀𝄁𝄃 📩 23 Agustus 2025 01.30 (UTC)
banget Satutitikduakoma (bicara) 23 Agustus 2025 03.11 (UTC)

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. pranala ke komentar/diskusi lama
  2. Selesai
  3. Nama pemberian diperlukan
  4. Paus, dll.
  5. Perbaikan klausa di paragraf pembuka
  6. Dampak terhadap templat
  7. Paragraf pembuka.
  8. Pangkat Militer
  9. Gelar akademik
  10. WP:COMMONNAME
  11. Koreksi minor
  12. Kyai Haji
  13. Penamaan gelar akademis

Artikel Terkait

Pembicaraan Wikipedia:Prosedur penetapan kebijakan dan pedoman

tempat: Wikipedia:Warung_Kopi_(Kebijakan)#Penamaan_Gelar (disetujui) -> Wikipedia:Pembatasan gelar Wikipedia:Pedoman_penamaan/Tokoh (belum diresmikan)

Pembicaraan Wikipedia:Pedoman penamaan/Tokoh

Wikipedia:Pembatasan gelar. Kemudian, saya kira hal ini telah dijawab di diskusi Wikipedia:Warung Kopi (Kebijakan)#Gelar akademik dan gelar lainnya. Terima

Pembicaraan Wikipedia:Kelayakan artikel/Tokoh

untuk pembatasan gelar. Jika dilihat pada WP:TOKOHMILITER memang disebutkan "Nama tidak mengandung singkatan, jabatan (polisi/militer), maupun gelar (akademis/sarjana)

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026