Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Halo, Y.S. Agus Suseno, selamat datang di Wikipedia bahasa Indonesia! | |||
|---|---|---|---|
|
--~ (bicara) 14 November 2012 15.02 (UTC)== Sastrawan budayawan Kalimantan Selatan ==
Eza Thabry Husano, dilahirkan di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan, 3 Agustus 1938. Pendiri dan motor utama komunitas sastra, Kilang Sastra Batu Karaha, Kota Banjarbaru. Menulis puisi, cerpen, naskah drama, esai sastra, dipublikasikan di rubrik sastra media cetak lokal dan nasional.
Antologi puisi tunggalnya Rakit Bambu (1984), Surat dari Langit (1985), Clurit Dusun (1993), dan Aerobik Tidur (1996). Antologi bersamanya: Banjarbaru Kotaku (1974), Dawat (bersama Hamami Adaby, 1982), Festival Puisi Kalimantan (1992), Jendela Tanah Air (1995), Getar (1995), Getar II (1996), Bangkit III (1996), Gerbang Pemukiman (1997), Wasi, Antologi Puisi Pekan Temu Budaya Nasional III, Taman Budaya se-Indonesia, Banjarmasin (1999); Datang dari Masa Depan (1999), Cakrawala (2000), Jakarta dalam Puisi Mutakhir (2000), Bahana (2001), Tiga Kutub Senja (2001), Narasi Matahari (2002), Sajadah Kata (2002), Notasi Kota 24 Jam (2003), La Ventre de Kandangan, Mosaik Sastra HSS 1937-2003 (diluncurkan dan dibicarakan D. Zawawi Imron dalam Aruh Sastra Kalimantan Selatan I, Kandangan, Kabupaten HSS, 2004), Baturai Sanja (2004), Bulan Ditelan Kutu (2004), Anak Zaman (2004), Bumi Menggerutu (2005), Dimensi (2005), Perkawinan Batu (Dewan Kesenian Jakarta, 2005), Seribu Sungai Paris Barantai, Antologi Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan III, Kabupaten Kotabaru (2006), Doa Pelangi di Tahun Emas, Antologi Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan VI, Kabupaten Batola (2009), Konser Kecemasan (2010), Menyampir Bumi Leluhur, Bunga Rampai Puisi Aruh Sastra Kalimantan Selatan VII, Kabupaten Tabalong (2010) dan Kalimantan dalam Puisi Indonesia, Penerbit Panitia Dialog Borneo-Kalimantan (DBK) XI dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur (Korrie Layun Rampan, editor, 2011).
Menerima Hadiah Seni (Sastra) Gubernur Kalimantan Selatan (1985), Penghargaan Sastra Bupati Batola (1987) dan Penghargaan Sastra Walikota Banjarbaru (2004). Meninggal dunia di kediamannya di Kota Banjarbaru, 15 Juli 2011. (y.s. agus suseno)Teks tebal
--~ (bicara) 14 November 2012 15.22 (UTC)== Sastrawan budayawan Kalimantan Selatan ==
Burhanuddin Soebely, dilahirkan di Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Provinsi Kalimantan Selatan, 2 Januari 1957. Menulis puisi, cerpen, esai sastra, novel, dipublikasikan di Banjarmasin Post, Media Masyarakat, Radar Banjarmasin, Bernas (Yogyakarta), Masa Kini (Yogyakarta), Pelopor (Yogyakarta), Kedaulatan Rakyat (Yogyakarta), Pelita (Jakarta), Berita Buana (Jakarta), Terbit (Jakarta), Majalah Anita (Jakarta) dan Majalah Femina (Jakarta).
Tiga noveletnya, Reportase Rawa Dupa (1997), Seloka Kunang-Kunang (1998), Konser Kecemasan (2001), masing-masing meraih Juara II Sayembara Penulisan Novel Majalah Femina, dimuat sebagai cerita bersambung (cerbung) di majalah tersebut. Novelet lainnya yang dimuat sebagai cerbung adalah Biru Langit, Biru Hati (Banjarmasin Post, 1979) dan Serenada Tanah Bencana (Banjarmasin Post, 1991). Buku-bukunya: Mata Air Goa Pulangka Pitu (bersama H. Zubir Mukti, Djumri Obeng, Surasono, Penerbit PT Aries Lima, Jakarta, 1984), Cerita Rakyat Kalimantan Selatan 2 (bersama Djarani EM dan Iwan Yusie, Penerbit Grasindo, Jakarta, 1997), Lintas Revolusi Fisik Tahun 1945-1949 Daerah Kalimantan Selatan (Penerbit Adicita Karya Nusa dan Pemerintah Kabupaten HSS, 2001); Puisi Indonesia ’87 (antologi puisi bersama, Dewan Kesenian Jakarta, 1987), Mamanda, Ampunlah Tuanku (Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten HSS, Kandangan, 2002), La Ventre de Kandangan, Mosaik Sastra HSS 1937-2003 (editor, diluncurkan dan dibicarakan D. Zawawi Imron dalam Aruh Sastra Kalimantan Selatan I, Kandangan, Kabupaten HSS, 2004), novelet bahasa Banjar Bahara Mingsang Idang Siritan (Penerbit IRCISoD dan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten HSS, Kandangan, 2005), dan Perkawinan Batu (antologi puisi bersama, Dewan Kesenian Jakarta, 2005).
Ia juga menulis skenario untuk sejumlah sinetron yang telah ditayangkan TVRI Stasiun Pusat, Jakarta, menulis belasan naskah dan sutradara pertunjukan teater Posko La Bastari; komunitas seni pertunjukan di Kandangan yang telah pentas di Kalimantan, Jawa, Bali dan Sumatera. Puisi dan esai sastranya terdapat dalam Kalimantan dalam Puisi Indonesia dan Kalimantan dalam Prosa Indonesia, Penerbit Panitia Dialog Borneo-Kalimantan (DBK) XI dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalimantan Timur (Korrie Layun Rampan, editor, 2011). Menerima Anugerah Budaya Gubernur Kalimantan Selatan (2010). Meninggal dunia di tanah kelahirannya, 27 Februari 2012. (y.s. agus suseno)