Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
| Halo, Syafroni Gucci. Selamat datang di Wikipedia bahasa Indonesia! | |||
|---|---|---|---|
|
Oh, saya malah tidak menyadari kalau ada link di sana. Pertimbangan saya begini, saya lihat artikel yang anda tulis mengenai budaya Minangkabau ada kemiripan isi dengan bagian "suku-suku dalam Etnik Minangkabau" di artikel itu. Saya beri tag gabungkan supaya ada perhatian ke sana (jangan sampai ada dua informasi yang sama dalam dua artikel yg berkaitan). Tentang adanya pranala ke "budaya Minang", saya akan hapus saja. Itu barangkali dibuat oleh kontributor sebelumnya, yang berencana melengkapi kelak, tetapi belum/tidak sempat.
Ini bukan berarti artikel "budaya Minangkabau" tidak memungkinkan dibuat, namun isinya harus melengkapi apa yg sudah tertulis di artikel Suku Minangkabau, bukan pengulangan. Perlu disadari, wikipedia adalah ensiklopedia ("buku pintar"), jadi hindari cara penulisan seperti menulis buku. Kalau anda ingin membuat buku tentang budaya Minangkabau, medianya di wikibooks.
Sebagai tambahan, kalau ingin menulis pesan di halaman pembicaraan, tulis di bagian akhir halaman jangan di atas, itu konvensi di wikipedia. Terima kasih untuk kontribusinya. Kembangraps (bicara) 08:24, 22 Mei 2009 (UTC)
Makasih, Pak atas pencerahannya.Syafroni Gucci (bicara) 08:47, 22 Mei 2009 (UTC)
Apa perlu? Menurut saya cukup Datuk Ketumanggungan dan Datuk Perpatih Nan Sebatang saja. Kalau mau sebaiknya bikin daftar semua gelar datuk yang ada dulu, baru buat artikelnya satu-satu. Gombang (bicara) 07:47, 23 Mei 2009 (UTC)
ok. terus Datuk Rajo Penghulu mau dikemanain Pak? apa digabung saja ke halaman utama atau ke datuk yang dua itu? makasihSyafroni Gucci (bicara) 13:16, 29 Mei 2009 (UTC)