Terima kasih untuk tidak menggunakan simbol tanda seru (!) dalam laman pembicaraan. Kesan saya, menggunakan simbol tersebut dalam laman pembicaraan bagaikan wikipediawan lain yang hendak melabrak saya.
Rint
Masnya bisa buat rint tidak? Kalau iya, bisakah masnya mengajariku? Saya mau membuat beberapa rint rute Trans Jogja. Meniirtjakarintan (bicara) 22 Januari 2026 09.32 (UTC)
- Sudah saya buatkan panduan singkatnya di Bak pasir saya. Mungkin jika kurang paham bisa lanjut balas ini :D Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 22 Januari 2026 11.29 (UTC)
- Terima kasih banyak ya!! Meniirtjakarintan (bicara) 22 Januari 2026 12.01 (UTC)
- dengan senang hati, btw saya juga baru ngeh kalau Trans Jogja belum ada modul Adjacent stations ataupun templat halte bus :v Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 22 Januari 2026 12.09 (UTC)
- Saya sejak lama sudah ingin membuat artikel mengenai halte-halte di Trans Jogja, terutama tiga halte Malioboro serta halte-halte yang menjual kartu langganan. Sumber seharusnya mencukupi (meskipun kemungkinan hanya 1–2), hanya saja saya belum mengetahui bagaimana memulainya. Untuk bagian adjacent stations saya belum tahu itu apa, Mas, karena soal teknis Wikipedia saya kurang paham, saya sejujurnya tidak mengerti pemrograman dan ada semacam kecemasan ketika harus mengetik kode sendiri (waktu buat rint tadi aja bimbang 5-10 menit). Kadang kodenya jadi rusak gitu baru dibenahin waktu udah disunting wkwk.
- Masnya mau buatin, kah? Adjacent stations apa, ya? Aduh jadi kelihatan bodoh saya wkwk. Meniirtjakarintan (bicara) 22 Januari 2026 12.19 (UTC)
- hehe, boleh kok kalau saya buatkan semacam desain/teknisnya; hanya saja biasanya artikel halte terkenal pendek dan digolongkan rintisan karena kurangnya mengisi, jadi masnya juga bisa bantu mengisi rasa sepi artikelnya nanti :" Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 22 Januari 2026 12.22 (UTC)
- gapapa-gapapa, soal halte aku dah punya beberapa gambaran, sih. Meniirtjakarintan (bicara) 22 Januari 2026 12.23 (UTC)
- Nah, Halte Trans Jogja Malioboro itu sudah ada halamannya dan silahkan ditambahkan kalimat yang mendukung, ya. Ini kalau ada 3 bangunan, artikelnya jadi satu ya. sama-sama ;) Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 23 Januari 2026 22.57 (UTC)
- Terima kasih banyak ya! Ralat sedikit, bagian halte sebelum dan berikutnya kebalik mas wkwk. Tidak apa-apa, bisa saya ganti secepatnya. Saran sedikit, bisa tambah jenis halte point-of-sale tidak? Di mana halte yang menjual kartu berlangganan Trans Jogja. Salam dan terima kasih banyak!:D Meniirtjakarintan (bicara) 24 Januari 2026 10.46 (UTC)
- FYI aja, sebenarnya adjacent stations itu agak tricky; karena patokannya ada di "menuju" dan bukan "halte berikutnya" atau "halte sebelumnya". Umumnya penyunting yang baru kenal adjacent stations juga kurang mengerti tampilan yang benarnya, wkwk. Jadi yang maksudnya kebalik itu yang koridor 13, hehe. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 24 Januari 2026 10.54 (UTC)
- Eh, gimana-gimana? Jadi memang sudah benar kah? Meniirtjakarintan (bicara) 24 Januari 2026 11.02 (UTC)
- Sudah sih itu, tadi saya kasih FYI aja; jadi sebenarnya sudah intentional sih.. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 24 Januari 2026 11.05 (UTC)
- Ohh, pantesan saat saya balik bagian menujunya jadi aneh. Makasih banyak ya udah kasih tahu Meniirtjakarintan (bicara) 24 Januari 2026 11.06 (UTC)
- Haloo, maaf belum ngabarin dan mengikuti arahan. Akhir-akhir ini masa ujian dan April nanti udah harus mengikuti ujian untuk penentuan sekolah di jenjang selanjutnya. Untuk "penggemukan" artikel halte akan saya lakukan. Saya juga ingin bertanya, apakah ada kritik/saran untuk artikel-artikel jalur Trans Jogja? Untuk saya, cukup tidak konsisten. Saya coba memperbaiki itu, tapi belum menemukan waktu dan mood-nya saja. Terima kasih dan salam Meniirtjakarintan (bicara) 31 Januari 2026 04.22 (UTC)
- Saya rasa, sesuai proyek yang saya belakangan ini lagi urus, mungkin saya dapat beri saran untuk dibuat peta rute versi BSicon. Atau, untuk daftar pemberhentian dan halte dapat dibuat serupa dengan yang ada di Trans Jatim—mengingat Trans Jogja bukan BRT (namun Bus Provinsi Modern) dan kurang cocok saja jika lebih menyerupai Transjakarta. Salam. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 31 Januari 2026 04.48 (UTC)
- Wah, saya belum mempunyai skill untuk membaca BSicon sejujurnya. Peta per koridor yang sudah ada saja sudah tidak akurat. Saya dari dulu sudah mencoba membuatnya tapi belum bisa aja, saya bahkan memanggil kenalan dari Transport for Yogyakarta dan dia bisa membuatnya. Namun, sudah tidak aktif lagi:(
- Untuk daftar pemberhentian halte, apakah yang dimaksud seksi transit? Saya rasa saya bisa melakukan hal itu. Meniirtjakarintan (bicara) 31 Januari 2026 05.09 (UTC)
- Ralat, bukan tidak bisa baca, namun tidak bisa membuatnya. Saat menyelami artikel-artikel koridor atau jalur transum, biasanya saya skip peta BSicon dan langsung ke daftar/peta lainnya. Meniirtjakarintan (bicara) 31 Januari 2026 05.10 (UTC)
- Daftar pemberhentian setiap layanan koridor, maksudnya. Sebenarnya tabelnya sudah mirip dengan yang ada di Trans Jatim (Contoh), hanya berbeda di ukuran teks yang di mana di Trans Jatim 90%.
- Omong-omong, peta di Wiki ada 2, peta dari OpenStreetMap dan peta dari serangkaian svg BSicon. Memang saya sadar, OpenStreetMap Trans Jogja juga outdated. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 31 Januari 2026 05.16 (UTC)
- Owalah, saya pertama kali buat seksi haltr-halte itu diawali dengan prototipe yang masih menjadi objek pariwisata saja, yang dilalui lalu akhirnya dikembangkan ke seluruh halte. Jadi yang perlu diubah itu pada seksi transit dan ukuran, ya?
- Outdated, sangat parah informasi yang dibagikan. Saat menulis balasan ini saya tercetus ide untuk menghapus peta yang udah usang dari artikel-artikel. Meniirtjakarintan (bicara) 31 Januari 2026 05.26 (UTC)
- Iya, bisa diubah untuk ukuran dan bagian transit. Saya sarankan juga daripada mengetik transit kosong sebagai "-", lebih baik diganti {{n/a}} saja. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 31 Januari 2026 05.31 (UTC)
- Ah okay, okay. Ini saya mau posting suntingan saya di artikel Halte Malioboro, namun saya bimbang soal suntingan saya. Saya bagi tiga paragraf 2 yang menjelaskan ketiga halte dan tempat terdekatnya. Apakah sah? Meniirtjakarintan (bicara) 31 Januari 2026 05.42 (UTC)
- menurut saya boleh saja, namun dapat disertakan referensi dan tidak terlalu promosi suatu brand apabila menyertakan tempat terdekat. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 31 Januari 2026 05.44 (UTC)
- Silakan dilihat: Koridor 1A Trans Jogja. Saya juga mau nanya, kan ada dua rute, apakah Malioboro 3 termasuk halte ganda? Soalnya, di aplikasi Trans Jogja seperti itu, jumlah di wikipedia dan di aplikasi beda 1 halte karena di sana halte pergantian rute itu dianggap ganda. Meniirtjakarintan (bicara) 31 Januari 2026 06.34 (UTC)
- Untuk skema koridor Trans Jogja yang loop, dari 1A hingga 5B, OD yang kedua dapat dihapus (dalam hal ini, Malioboro 3). Bisa ambil contoh di sini untuk sekilasnya, karena JTM2 juga terjadi hal yang sama. Oleh karena itu, lebih baik halte Malioboro 3 dimasukkan kelompok arah berangkat saja. Itu sudah baik, nomor pemberhentiannya juga berlanjut. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 31 Januari 2026 06.37 (UTC)
- Terima kasih! Meniirtjakarintan (bicara) 31 Januari 2026 06.45 (UTC)
- @Railfans JPL Sidoarjo eh, untuk artikel koridor 2A dan 2B kok tujuannya berbeda ya? Di resmi Condongcatur-XT Square namun di versi artikel tersebut Condongcatur-Malioboro. Apakah disengaja atau bagaimana? Meniirtjakarintan (bicara) 19 Februari 2026 21.11 (UTC)
- sebenarnya memang saya sesuaikan dengan pengamatan saya sendiri dalam aplikasi Trans Jogja, terlebih lagi karena 2A dan 2B merupakan koridor loop jadi ada keterangan "via" dari arah pulang dan perginya. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 19 Februari 2026 21.16 (UTC)
- Owalah, memang layanan Trans Jogja sering menampilkan perbedaan informasi antarplatform. Di aplikasi resminya tertulis rute Condongcatur–Malioboro, sedangkan pada peta transportasi umum yang disusun komunitas Transport for Yogyakarta dan dipasang di halte-halte tercantum Condongcatur–XT Square.
- Perbedaanya sampai penamaan halte di Google Maps, aplikasi resmi, serta peta cetak, yang tidak diseragamkan. FYI, Halte Kridosono setidaknya ada 3 nama (Yos Sudarso, Kridosono, dan SMPN 5). Tapi katanya ada sinkronisasi, dulu di Maps ditulis Yos Sudarso, tapi udah diseragamkan. Masnya bisa mengamati sendiri, kok, bisa pusing sendiri kek aku wkwk.
- Warna koridor, tulisan tujuan rute, dan detail lainnya bisa berbeda ketika dibandingkan satu sama lain. Panduanku selama ini, sih, 90% peta 10% aplikasi. FYI tujuan di artikel induk ngikutin peta.
- Peta: File:Peta Transportasi Umum di Yogyakarta, Terakhir diperbarui 12 Februari 2026.png - Wikimedia Commons Meniirtjakarintan (bicara) 19 Februari 2026 21.41 (UTC)
- Sejujurnya di titik perbedaan yang cukup jarang ini, memang saya lebih memilih panduan resminya daripada peta komunitas, sih. FYI juga, Koridor 4A dan 4B pun saya tulis terminus-nya di Terminal Giwangan dan Terminal Condongcatur; sekilas menyerupai Koridor 3A dan 3B, namun sebenarnya saya pilih terminus-nya di terminal saja agar lebih sesuai namun tetap valid. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 19 Februari 2026 21.48 (UTC)
- omong-omong, semangat TKA dan ujian akhirnya mas, saya tau anda biasa disebut angkatan percobaan, hehe. Btw, jika ingin menambah artikel halte, untuk infobox sendiri sudah saya beri petunjuk pengisian pada laman Templat:Kotakinfo halte Trans Jogja/doc#Parameter. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 14 Maret 2026 13.15 (UTC)
- Terima kasih banyak! :D
- Mohon maaf banget belum bisa bantu banyak mengembangkan artikel-artikel TJ. Akhir-akhir ini saya login aja jarang, kontribusi pun sesuai mood. Tetapi saya akan mencoba sebaiknya, terima kasih juga soal petujuknya! Meniirtjakarintan (bicara) 15 Maret 2026 06.14 (UTC)
- Selain itu, saya juga ada pendapat: khusus Trans Jogja, istilahnya menggunakan “Jalur” saja, bukan “Koridor”; sebagaimana keumuman nama/sebutannya.
- Kemudian, untuk jalur 1A–1B, 2A–2B, 3A–3B, 4A–4B, 5A–5B dapat satu artikel dengan nama seperti “Jalur 1A dan 1B Trans Jogja” sebagaimana konsep rute yang serupa dengan Commuter Line Dhoho dan Penataran (walaupun saya tahu ada yang terminusnya berbeda, namun dapat dipertimbangkan lebih lanjut). Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 29 Maret 2026 05.08 (UTC)
- Saya sudah pernah menanyakan soal penggunaan diksi jalur/koridor tahun lalu di Warung Kopi, tetapi sayangnya tidak ada yang menjawab. Karena itu, di halaman induk masih digunakan kedua diksi tersebut, sedangkan pada halaman jalur-jalur disesuaikan dengan judul artikelnya masing-masing. Sejauh yang saya lihat, belum ada halaman jalur/koridor BRT di Wikipedia Indonesia yang menggunakan diksi jalur. Dari pengamatan saya, di Jakarta penggunaan istilah koridor memang lebih umum. Sebaliknya, di Jogja sepertinya tidak pernah digunakan istilah koridor, melainkan jalur. Menurut saya, hal ini memang perlu dibicarakan bersama Wikipediawan lain, terutama yang lebih senior. Kalau pendapat saya, memang condong ke jalur.
- Untuk penggabungan, saya pribadi cenderung mengikuti yang sudah ada saja. Namun, kira-kira apa argumen utama yang bisa digunakan untuk mencetuskan ide penggabungan ini, terutama sebagai bahan pertimbangan? Meniirtjakarintan (bicara) 29 Maret 2026 15.58 (UTC)
- Menanggapi diksi (izin berbagi pengalaman), saya turut merasa kurangnya penggunaan “Koridor” pada layanan Suroboyo Bus (sebagai moda yang masih saya dalami untuk dikembangkan), dan menganalisis fakta di lapangan bahwa penggunaan kata “Rute” lebih umum dan lebih logis pada ikon layanan resmi (R1, R2, R4, R5 yang di mana R merujuk pada Rute), langsung saya ubah nama artikelnya menjadi Rute 1 Suroboyo Bus dan seterusnya. Tentunya perubahan diksi ini berdampak pada pencarian yang lebih umum dan dapat dikenal oleh pembaca, sebagaimana pada Wikipedia:KRITERIA poin pertama dan kedua. Sehingga, selagi diksi "Jalur" tersebut lebih tepat atau umum digunakan secara resmi, tidak ada alasan untuk tidak segera mengadaptasinya.
- Kemudian, saya dapat menjabarkan atau berbagi sedikit argumen yang ada di benak saya mengenai penggabungan artikel ini:
- Konsep jalur A dan B sebagaimana pada Trans Jogja dan Trans Semarang merujuk pada prinsip yang sama: “Ruas jalan yang dilintasi oleh jalur A arah berangkat sama atau sebanding dengan jalur B arah kembali, serta kebalikannya”. Pada dasarnya, prinsip ini memang sejalan dengan apa yang telah terjadi dengan Commuter Line Dhoho dan Penataran (sebagai salah satu percontohan artikel yang digabung) dengan prinsip: Ruas yang dilintasi oleh Dhoho arah berangkat (WO–KTS–BL) sama dengan ruas Penataran arah kembali (BL–KTS–WO).
- Artikel dapat lebih berbobot apabila digabungkan, terlebih lagi bila dalam konteks atau perihal yang sama; sebagaimana dideskripsikan pada Wikipedia:Penggabungan.
- Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 29 Maret 2026 16.25 (UTC)
- Untuk diksi, saya akan mengubah seluruh penggunaan diksi pada artikel mengenai Trans Jogja. Namun, untuk penggabungan, rasanya masih janggal. Commuter Line Dhoho dan Penataran memang terlihat benar-benar identik, tetapi semua jalur loop Trans Jogja tidak memiliki rute yang sama persis. Apakah rutenya harus benar-benar identik agar bisa digabung? Saya jujur belum tahu. Kalaupun diterapkan, ada beberapa jalur yang menurut saya belum bisa digabung karena faktor terminus dan tujuan.
- Sebagai contoh 1A (Prambanan – Malioboro) dan 1B (Bandara – Ngabean). Terminus dan tujuan keduanya tidak sama. Selain itu, prinsip "ruas jalan yang dilintasi oleh jalur A pada arah berangkat sama atau sebanding dengan jalur B pada arah kembali, serta sebaliknya" juga tidak terpenuhi. Jika mengambil contoh 1A dan 1B: dari 48 halte yang dilalui 1A, hanya 12 halte yang berada pada ruas jalan yang juga dilalui 1B. Sebaliknya, dari 44 halte yang dilalui 1B, hanya 12 halte yang berada pada ruas jalan yang juga dilalui 1A. Artinya, rute 1A hanya sekitar seperempat yang seruas dengan 1B, sedangkan 1B sedikit lebih dari seperempat.
- Dulu ada peta lama yang menunjukkan bahwa 1A dan 1B pernah memiliki terminus yang sama, yaitu Terminal Prambanan. Namun, seperti halnya penggabungan jalur 6A dan 6B yang pada akhirnya mengubah konsep rute, saya rasa 1A dan 1B saat ini sudah tidak lagi memenuhi prinsip konsep rute tersebut. Mungkin jika pembicaraan ini terjadi pada periode 2008–2010, hal itu masih bisa diterima. Namun, semakin lama, masing-masing rute semakin berkembang dhewe-dhewe. Terlebih, menurut pandangan saya, saat ini Trans Jogja tampaknya lebih berorientasi pada wisatawan dibandingkan pada kebutuhan warganya sendiri. Selain itu, banyak jalan satu arah di Jogja, sehingga sulit membuat jalur yang benar-benar identik. Ada juga jalur yang sebenarnya bisa dibuat sama persis, tetapi justru ingin memaksimalkan cakupan rute, contohnya 5B yang menjangkau bandara, sedangkan 5A tidak (efektif membuat kedua tujuan tidak sama).
- Saya juga sebenarnya masih belum yakin apakah interpretasi saya terhadap konsep rute yang dijelaskan sudah benar. Yang masih saya bimbang adalah apakah rute harus benar-benar seruas jalan secara penuh agar bisa digabung, tetapi saya yakin perihal 1A dan 1B tidak terpenuhi. Sebelum perubahan besar pada Februari tahun lalu, mungkin masih bisa dianggap mendekati, karena sejak awal memang dibuat saling mencerminkan yang membuat rute mereka lebih identik daripada dahulu.
- Ini rute yang memperlihatkan 1A–1B, 2A–2B, 3A–3B, dan 4A–4B lebih memenuhi prinsip konsep rute yang Anda jelaskan, meskipun rutenya tidak sama persis: Peta Jalur Trans Jogja Yogyakarta 2026 Lengkap - LiburMulu.Com
- Bukti jalur yang makin berkembang dhewe-dhewe (perhatikan 1A–1B):
- 2021 - File:Peta Jaringan Transportasi Umum Kawasan Perkotaan Yogyakarta Rev.1.png - Wikimedia Commons
- 2026 - File:Peta Transportasi Umum di Yogyakarta, Terakhir diperbarui 12 Februari 2026.png - Wikimedia Commons Meniirtjakarintan (bicara) 30 Maret 2026 17.20 (UTC)
- Jika memang merasa masih bimbang, cukup gabung Jalur 2 hingga Jalur 4 saja.
- Argumen yang saya berikan sebelumnya terkait konsep rute tersebut, dapat saja menjadi satu-satunya alasan mengapa artikel Jalur A dan B dapat digabung. Jika memang Jalur 1 tidak memenuhi konsep rute A dan B: “Ruas jalan yang dilintasi oleh jalur A arah berangkat sama atau sebanding dengan jalur B arah kembali, serta kebalikannya”, saya sarankan tidak perlu digabung; namun dapat dikembangkan agar lebih berbobot seperti lainnya.
- Kemudian, tidak harus memiliki terminus yang sama untuk dapat menggabung artikel jalurnya. Apabila jalur A dan B memang tidak memiliki terminus yang persis sama (seperti 2A yang mengambil Jalan Malioboro, sementara 2B mengambil jalan Ahmad Dahlan hingga Jalan HOS Cokroaminoto; dan contoh lain pada 5B yang mengambil lebih banyak jalan nasional yang dilalui daripada 5A (dari persimpangan dengan jalan Babarsari hingga setelah persimpangan dengan jalan Ring Road Utara)), keduanya tetap bisa digabung dan dianggap perpanjangan 2B dan 5B tersebut senagai jalur cabang. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 30 Maret 2026 22.55 (UTC)
- Oh, terima kasih atas koreksinya perihal terminus. Sudah saya pindahkan juga artikel-artikel jalur Trans Jogja. Nanti saya ubah total (kalau berkesempatan), mulai dari template hingga artikel yang menyebutkan TJ. Untuk peleburan, saya belum bisa melakukannya sekarang karena cukup menguras otak, dan sudah H-8 TKA serta H-22 TKAD, jadi saya harus mulai fokus ke akademik. Makasih banyak, ya. Doakan ya, soalnya nilai ujian kenaikan jenjang sebelumnya ampas (ditambah sistem zonasi yang tidak menguntungkan saya), jadi masuk sekolah negeri yang full gondes-mendes, hehe. Meniirtjakarintan (bicara) 31 Maret 2026 15.54 (UTC)
- Oh ya, saya akan mengubah ikon-ikon jalur Trans Jogja dari menggunakan RouteBox menjadi gambar yang dibuat serupa dengan buatan dari Tramsport for Yogyakarta. Tidak cuma Trans Jogja, namun dibarengi dengan Trans Tangerang Ayo, Trans Jatim, Wirawiri Suroboyo dan Suroboyo Bus. Untuk Trans Jogja, jalur L-1 akan di-redirect menggunakan ikon dengan teks "EV", sementara jalur nonaktif (seperti EV-1 hingga EV-3 dan jalur 7) (termasuk koridor nonaktif lain dari layanan yang dibarengi) akan tetap menggunakan RouteBox lama. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 10 April 2026 01.11 (UTC)
- terima kasih! tiada habisnya perbedaan informasi resmi dengan informasi dari komunitas transport for yogyakarta. saya gagal menemukan alasan mereka tidak memilih nama jalur resmi, yakni “L-1”.
- pernah saya tanya di twitter tentang penamaan jalur yang benar apa, mereka jawab, “sesuai ini saja, di running text bus juga sudah L-1”, tapi entah mengapa di peta terbaru tetap EV. patokan masnya dari peta resmi buatan komunitas ya? kalau begitu, mengapa tujuannya tidak mengikuti?
- saya rasa perlu konteks tambahan pada artikel-artikel mengenai Trans Jogja, tujuan, nama jalur, dll. Meniirtjakarintan (bicara) 10 April 2026 03.11 (UTC)
- Singkatnya, ya. Didasarkan pada peta komunitas (kecuali pewarnaan ikon Trans Jatim yang masih didasari pada Transjatim–AJAIB); dan anda telah menanyakan hal yang tepat. Ini langkah pertama saya melakukan transisi (rencana) yang dimulai dari ikon dahulu. Sebelumnya memang ada kesenjangan informasi dari Modul:Adjacent stations/Trans Jogja yang saya buat, namun modul itu serta artikelnya juga ada niatan untuk saya rombak.
- Tunjuan rencana ini untuk memuat isi lebih banyak dari artikel jalur, dan menyelaraskannya dengan komunitas (yang telah terafiliasi dengan Pemkot YK). Rencana saya,
- 1. Artikel-artikel jalur akan mendapatkan pindahan teks dari Trans Jogja#Sejarah untuk mengisi "kesunyian" artikel sekarang. Seharusnya, sejarah-sejarah jalur (bahkan termasuk sejarah bus listrik) perlu dipindah ke artikel anaknya masing-masing.
- 2. Infobox akan diganti menjadi {{Infobox public transit}} menyerupai pada artikel koridor Transjakarta. Memang bukan BRT, namun untuk mengurangi perbedaan artikel-artikel yang ada.
- Transjakarta menjadi referensi perubahan pada kedua poin itu. Perhatikan pada Transjakarta#Sejarah serta sejarah pada artikel koridornya, dan bandingkan dengan Trans Jogja#Sejarah dengan sejarah pada artikel jalurnya.
- 3. Daftar perhentian akan dirombak, yang bisa dilihat jejaknya di Jalur 1A Trans Jogja#Daftar pemberhentian.
- Bahkan, penggabungan artikel jalur 2A–5B itu pun merupakan rencana (poin keempat). Saya melihat potensi perbesaran artikelnya dengan menggabung 8 artikel menjadi hanya 4 saja. Namun jika memang pihak Anda atau TfY kurang setuju, saya hanya akan melakukan poin ketiga saja untuk kedelapan artikel tersebut. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 10 April 2026 03.27 (UTC)
- Poin 1 sebenarnya sudah ada di benak saya sejak awal membuatnya, tetapi saya ragu eksekusinya kurang maksimal dan justru menimbulkan kesenjangan pada artikel-artikel karena saya malas melanjutkannya (mungkin mirip dengan perombakan daftar pemberhentian saat ini).
- Poin 2, terkait infobox, saya belum bisa banyak berkomentar. Namun, perbedaan antara artikel Transjakarta dan Trans Jogja sudah saya kenali sejak lama. Hanya saja, saya belum menerapkannya karena kembali pada paragraf pertama. Saya ingin bertanya, kalau di artikel sudah ada sejarahnya apakah di artikel induk akan tetap dipertahankan juga sesi sejarahnya?
- Poin 3, saya menemukan opsi lain yang baru saya cetuskan hari ini: bagaimana jika artikel-artikel jalur digabung menjadi dua artikel saja? Jadi ada “Daftar jalur Trans Jogja (PT JTT)” dan “Daftar jalur Trans Jogja (PT AMI)”. Meniirtjakarintan (bicara) 10 April 2026 04.46 (UTC)
- (2) ya, tetap dipertahankan; namun sebaiknya isinya diubah menjadi tidak mencakup sejarah jalur-jalur yang dipindah isinya.
- (3) Itu tergolong daftar Wikimedia. Tipe seperti itu tidak cocok diterapkan di Trans Jogja, lagipula sudah ada daftar jalurnya di artikel utama. Kecuali jika Trans Jogja menambah 30-70 jalur baru dengan operasional yang berbeda-beda seperti pada Daftar rute Transjakarta, baru dapat dibuat artikel seperti itu.
- (4) warna teks pada header informasi jalur dan rute yang ada pada kotakinfo dan daftar pemberhentian, mengikuti warna teks pada ikon untuk alasan kejelasan. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 12 April 2026 11.09 (UTC)
- Untuk koridor 3 dan 4 Si Bulan mau diapakan? Saya memperlakukan kedua koridor tersebut sebagai layanan yang berbeda dari Trans Jogja, tapi masih ada rasa janggal untuk saat ini.
- Bus Sekolah Sleman Timur Laris, Hampir 1.000 Penumpang
- Si Bulan Perkuat Trans Jogja di Jalur 14, Waktu Tunggu Kini Hanya 30 Menit - Tribunjogja.com
- Bus Sekolah Si Bulan Dikerahkan Tutupi Armada Jalur 14 Trans Jogja Meniirtjakarintan (bicara) 13 April 2026 10.56 (UTC)
- coba buat artikel tersendiri mengenai layanannya (Si Bulan (bus sekolah)), kemudian baru letakkan informasi layanan serta rutenya di dalam artikel itu supaya berbobot; bukan sebagai artikel koridor terpisah yang hampa. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 13 April 2026 10.58 (UTC)
- Apakah ada infobox untuk perihal layanan bus sekolah? Meniirtjakarintan (bicara) 13 April 2026 11.16 (UTC)
- silakan gunakan kotakinfo yang seragam dengan lainnya, seperti {{Infobox public transit}}. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 13 April 2026 13.06 (UTC)
- Jangan lupakan rute 1, 2, 5, 6, 7, 8, dan 10 nya ya. Kalau bisa, sekaligus buat artikel Trans Gadjah Mada juga (walaupun informasi yang saya sempat cari hanya berasal dari sumber primer, namun bisa diberi {{Sumber primer}}), dengan informasi ketiga jalurnya. Saya sudah siapkan ikon pengidentifikasi jalurnya yang tidak jauh beda dengan desain Trans Jogja. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 14 April 2026 05.47 (UTC)
- sesudah saya pulang sekolah, saya juga akan menyempatkan diri untuk menyempurnakan draf Si Bulan kemarin. dahulu, saya juga pernah berkolaborasi dengan anggota TfY dan membuat artikel tentang KSPN Yogyakarta, bahkan peta openstreetmap-nya sempat dibuatkan oleh dia. namun, karena sumber saat itu minim dan hanya mengandalkan akun resmi instagram dishub, akhirnya artikel tersebut dihapus oleh pengurus. sayang sekali, saya sudah lupa nama akun openstreetmap-nya. sekarang sumber yang kredibel sudah ada dan banyak.
- ada banyak rencana transportasi di DIY sebenernya, yakni:
- KSPN
- Si Bulan
- Trans Gadjah Mada
- Transportasi umum di daerah istimewa yogyakarta (final)
- Meniirtjakarintan (bicara) 14 April 2026 05.55 (UTC)
- Haloo, kenapa ya di artikel 1B di daftar pemberhentian warna teksnya putih di bagian penanda arah berangkat-pulang, karena saya sejujurnya lebih suka putih, selebih saya lihat di artikel yang lain putih. Oh, ya, itu poin 2 dan 3 mohon dijawab, ya! Meniirtjakarintan (bicara) 12 April 2026 10.49 (UTC)
- nah, ini kemungkinan akan saya lanjutkan pengerjaannya setelah saya rombak artikel transportasi Surabaya dan Jawa Timur. Tapi setidaknya sudah saya beri gambaran akan seperti apa kedepannya. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 18 April 2026 01.43 (UTC)
- ralat sedikit, bukan akun openstreetmap tapi nama openstreetmap ketiga jalur KSPN Meniirtjakarintan (bicara) 18 April 2026 11.43 (UTC)
Bantuan
Halo mas, maaf kalo menganggu waktunya,cara buat halaman baru tuh gimana ya mas? soalnya waktu itu saya udah bikin tapi pas mau diupload gabisa, tolong sarannya ya mas 🙏🏻 🙏🏻 Bintang Prasetyooo (bicara) 19 Maret 2026 00.59 (UTC)
- Untuk pengguna baru memang masih belum bisa, namun biasanya saya pakai cara seperti ini:
- Modifikasi URL di pencarian browser setelah https://id.wikipedia.org/wiki/ dengan nama yang saya perlukan untuk dibuat halamannya dan kemudian enter
- Klik “Buat halaman baru” bila memang belum ada.
- Salam. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 19 Maret 2026 01.38 (UTC)
- owalahhh baikk terimakasih banyak mas 🙏🏻, oh ya dan satu lagi syarat buat bikin halaman baru tuh emang gimana ya mas? apakah perlu bertahun tahun? Bintang Prasetyooo (bicara) 19 Maret 2026 01.42 (UTC)
- Untuk itu, bisa dibaca di Wikipedia:Pengembangan artikel. Untuk saya pribadi, biasa membuat halaman templat (Ruang nama yang diawali 'Templat:") seperti RouteMap sepanjang saat saya bisa, namun tentu memerlukan tahap Bak Pasir dahulu sebelum membuat halaman aslinya. Railfans JPL Sidoarjo (bicara) 19 Maret 2026 01.54 (UTC)
- oooo oke oke, siap matursuwun njih mas 🙏🏻 Bintang Prasetyooo (bicara) 19 Maret 2026 01.55 (UTC)
Izin bertanya
permisi, saya mau nanya nih, kalo kode rute Transjakarta (selain BRT, contoh:6H, P11, atau T31) apakah boleh dibuat rint nya? ~2026-24305-15 (Pembicaraan) 22 April 2026 14.28 (UTC)