Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Benar BPR dan pertanian tidak merujuk pada suku tapi setidaknya itu data untuk Jateng dan Jatim. Setidaknya pasti ada pengusaha Jawa yang terlibat disana. Orang Madura juga ada pertanian tetapi tidak mungkin mendominasi 100%. Perhutanan juga ranah pengusaha yaitu pengusaha kayu. Pengusaha HIPPI memang pribumi tapi di Jateng dan sudah tentu ada pengusaha Jawa yang ikut bergabung. Bidang pertanian, kayu, peternakan dll itu memang bidang khas pengusaha Jawa. Kalau seandaianya artikel yang menceritakan tentang suku dan agama anda disunting yang bertentangan dengan keadaanya sebenarnya bagaimana ? Orang Jawa dikenal pluralis dan tak pernah terlibat kerusuhan suku atau agama apapun. Mohon kebijakannya. --180.246.94.70 24 Januari 2015 03.10 (UTC)
Ulasan mudik lebaran untuk menggambarkan aktivitas pengusaha Jawa di Jakarta dan ada datanya. Misalkan anda menyunting artikel maka orang lain juga belum tentu setuju pendapat anda.--180.246.94.70 24 Januari 2015 03.13 (UTC)
Bu maksudnya gimana ya. Jawabnya dimana --180.246.94.70 24 Januari 2015 03.44 (UTC)
Artikel ini berguna untuk memotivasi orang Jawa untuk tidak menjadi PNS melainkan pengusaha. Juga bisa agar pemerintah juga menarik pajak dari pengusaha Jawa. Ibu ada email atau nomer HP yang bisa dihubungi--180.246.94.70 24 Januari 2015 03.48 (UTC)
Baru saja saya buat halaman pembicaraannya. Dan saya cowok lo -_- bukan ibu. Silahkan dibaca. Sebagian juga sudah dijawab oleh AldNon terima kasih
. Bersabarlah sebentar, saya baru juga menulis jawabannya. Nanti saya pindahkan juga tulisan ini di halaman pembicaraan artikel tersebut. Okkisafire (bicara) 24 Januari 2015 04.04 (UTC)
Ya sudahlah, tapi coba bayangkan artikel yang anda anggap benar kemudian disunting orang lain menurut pemikirannya sendiri. Tentu anda merasa tidak setuju. Pasti kriteria anda yang menyunting di tempat ini bisa diterapkan secara terbalik di artikel lain yang anda sunting belum tentu memenuhi kaidah ilmu pengetahuan dsb.--180.246.94.70 24 Januari 2015 04.15 (UTC)
Ya sudahlah semoga suntingan nya netral dan jernih bukan dilatarbelakangi ketidaksukaan terhadap suku tertentu. Jadi teringat kata Gus Dur : "barang siapa melakukan rasisme terhadap kelompok lain dia juga akan terkena rasisme di tempat lain" dan "jangan melihat orang dari suku dan agamanya".--180.246.94.70 24 Januari 2015 04.07 (UTC)
Saya punya dua orang paman, yang satu menikah dengan orang Jawa, yang satu dengan orang Madura. Jika anda menggangap saya rasis begitu, saya sangat tersinggung. Saya sangat dekat dengan tante saya yang orang Jawa. Harap itu dicamkan baik2. Okkisafire (bicara) 24 Januari 2015 04.10 (UTC)
Ya sudahlah, tapi coba bayangkan artikel yang anda anggap benar kemudian disunting orang lain menurut pemikirannya sendiri. Tentu anda merasa tidak setuju. Pasti kriteria anda yang menyunting di tempat ini bisa diterapkan secara terbalik di artikel lain yang anda sunting belum tentu memenuhi kaidah ilmu pengetahuan dsb.--180.246.94.70 24 Januari 2015 04.15 (UTC)
Pernah lo saya begitu. Akhirnya saya bawa ke warung kopi. Masalahnya anda hanya memandang dari satu sisi. Anda menganggap diri anda benar, dan anda menganggap saya salah. Bagaimana kalau ternyata memang anda yang melanggar aturan Wikipedia, dan ternyata saya yang meluruskan aturan tersebut?
Coba dibawa ke warung kopi saja. Atau jika anda memandang ini rasisme, saya sarankan anda melapor ke Pengguna:Hariadhi, dia pengurus Wikipedia yang merupakan suku Jawa. Sebagai pengurus, jabatan Hariadhi lebih tinggi daripada saya yang cuma editor. Jika saya yang salah, dia pasti akan menegur saya. Satu lagi, saya sarankan anda mendaftar saja sebagai penyunting resmi Wikipedia. Kalau begini jadi susah ngobrolnya. Okkisafire (bicara) 24 Januari 2015 04.34 (UTC)
Misalkan : Artikel pengusaha Hindu Indonesia tentu menggambarkan kehidupan ekonomi di Bali. Artikel pengusaha Minang tentu menggambarkan kehidupan di Sumbar. Artikel orang Buddha tentu menggambarkan kehidupan orang China, Jepang dll. Artikel kesenian Melayu tentu menggambarkan kesenian di Sumsel dan Riau. Bagaimana kalau itu semua dihapus dengan alasan tidak semua orang Bali itu Hindu, tidak semua orang Sumsel dan Riau itu Melayu, tidak semua orang Sumbar itu Minang dan tidak semua orang China itu Buddha ? Memang suatu daerah pasti terdapat beragam suku dana agama. Tapi suku yang menjadi mayoritas suatu wilayah tentu berperan dalam kehidupan ekonomi di tempat itu. Misalkan pengusaha Jawa tentu yang digambarkan kehidupan di Jateng dan Jatim. Tentu salah jika pengusaha Jawa yang digambarkan kehidupan di Kalimantan atau Amerika. Kehidupan di Jateng dan Jatim pun yang digambarkan adalah sektor yang paling mencerminkan pengusaha Jawa yaitu pertanian, peternakan, masakan Jawa, BPR, koperasi dll. Tentu salah kalau digambarkan pengusaha Jawa di Jateng dan Jatim dari sektor yang biasanya dari suku lain seperti perbankan swasta, otomotif, bangunan, elektronik, tekstil dll. Artikel pengusaha Jawa ini tidak ada yang menghina suku lain.--180.246.94.70 24 Januari 2015 04.38 (UTC)
Sudah bro, gak usah dipermasalahkan lagi. Tidak masalah artikel itu mau diapakan bahkan kalau lebih baik dihapus saja. Saya sudah save artikel itu mau coba salin artikel itu di kompasiana atau blogpsot.--180.246.94.70 24 Januari 2015 04.52 (UTC)
Bro, setiap orang pasti punya interest atau ketertarikan terhadap bidang tertentu. Saya coba amati suntingan anda ternyata ada beberapa artikel wikipedia yang menjadi interest anda tapi referensinya cuma segelintir. Kalau itu disunting orang menurut pemikiran orang itu yang bertentangan dengan pemikiran anda. Kalau anda tidak setuju dengan suatu kalimat dalam artikel maka anda bisa menambahkan misalkan "tetapi tidak semua pengusaha pertanian itu orang Jawa" Kalau anda menghapus 100% patut dipertanyakan motivasi anda. Misalkan lagi artikel tentang agama. Misalkan saja ada tulisan : "Nabi Muhammad adalah nabi terakhir" tentu tidak semua orang setuju dan sangat bias tapi apakah layak untuk dihapus ? atau ada tulisan : "Yesus Kristus adalah juru selamat" tentu tidak semua orang setuju dan bias tapi apakah layak untuk dihapus ? Tentu tidak layak tapi cukup ditambahkan tulisan "menurut orang Islam nabi Muhammad adalah nabi terakhir" atau "menurut orang Kristen Yesus Kristus itu juru selamat"--180.246.94.70 24 Januari 2015 05.00 (UTC)
Misalkan kalimat yang menggambarkan sektor pertanian, BPR, koperasi, knalpot, kayu, peternakan dll kalau anda tidak setuju anda bisa menambahkan " tetapi tidak semua pengusaha di bidang itu adalah suku Jawa" dengan cantuman link referensi. Kalau anda menghapus 100% dan langsung mengunci artikel itu berarti motivasi anda aneh.--180.246.94.70 24 Januari 2015 05.19 (UTC)
Sepertinya memang lebih baik dipindahkan ke Blog. Anda sendiri juga tidak mau membicarakan dengan pengurus Wikipedia yg lain. Mengapa? Lebih baik referensi sedikit daripada banyak tapi salah. Akhir kata, selama saya di Wikipedia, aturan Wikipedia lah yang saya pegang. Saya tidak akan membiarkan Wikipedia dirusak oleh para penyunting yang keras kepala. Yang mengunci adalah Pengurus, bukan Editor seperti saya. Editor tidak punya hak untuk mengunci artikel :) Okkisafire (bicara) 24 Januari 2015 05.48 (UTC)
Yang dihapus itu perbandingannya misalkan.
"Pengusaha Hindu Indonesia banyak bergerak di sektor pariwisata. Bali adalah provinsi dengan jumlah wisatawan terbanyak" Lengkap dengan link sumber. Lalu dihapus begitu saja dengan alasan tidak semua pengusaha di Bali adalah orang Hindu. Seharusnya cukup menambahkan "meski tidak semua pengusaha pariwisata di Bali adalah orang Hindu" dengan link sumber. Secara rasional mayoritas pengusaha wisata di Bali itu orang Hindu.
"Pengusaha Arab di dunia banyak bergerak di sektor Migas. Arab Saudi termasuk negara terbesar migasnya". Dengan link sumber. Lalu dihapus dengan alasan tidak semua pengusaha migas di Arab Saudi itu orang Arab. Seharusnya cukup menambahkan "tetapi tidak semua pengusaha migas di Arab Saudi adalah orang Arab" dengan link sumber.Secara rasional mayoritas pengusaha Migas di Arab itu orang Arab.
"Pengusaha Minang banyak bergerak di sektor makanan. Restoran Padang dikenal memiliki banyak cabang" Lengkap dengan link sumber. Lalu dihapus begitu saja dengan alasan tidak semua pengusaha restoran Padang adalah orang Minang. Seharusnya cukup menambahkan "ada juga pengusaha lain yang membuka restoran Padang" dengan link sumber. Secara rasional mayoritas pengusaha restoran Padang itu orang Minang.
"Orang Spanyol dikenal menggemari sepakbola. Penonton di pertandingan Liga Spanyol sangat penuh". Lengkap dengan link sumber. Lalu dihapus begitu saja dengan alsan tidak semua penonton Liga Spanyol itu orang Spanyol. Seharusnya cukup menambahkan "ada juga orang negara lain yang menonton liga Spanyol" dengan link sumber. Secara rasional mayoritas penonton di stadion Liga Spanyol adalah orang Spanyol.
"Orang Tionghoa Indonesia banyak yang merayakan hari Imlek. Kuil di Indonesia sangat penuh saat hari imlek". Lengkap dengan link sumber. Lalu dihapus begitu saja dengan alasan tidak semua yang hadir di kuil adalah orang Tionghoa. Seharusnya cukup menambahkan "ada juga orang selain Tionghoa yang juga merayakan hari Imlek" dengan link sumber. Secara rasional mayoritas yang hadir di kuil saat imlek adalah orang Tionghoa.
"Orang Kristen Minahasa sangat religius dan rajin ke gereja. Jumlah gereja di Manado termasuk terbanyak di Indonesia". Lengkap dengan link sumber. Lalu dihapus begitu saja dengan alasan tidak semua yang hadir di gereja Manado adalah orang Minahasa asli bisa juga pendatang. Seharusnya cukup menambahkan "banyak juga pendatang di Manado yang pergi ke gereja" dengan link sumber. Secara rasional mayoritas yang hadir di gereja Manado adalah orang Minahasa.
"Orang Bugis sangat menggemari ikan. Konsumsi ikan di Sulsel termasuk tertinggi di dunia. Lengkap dengan link sumber. Lalu dihapus begitu saja dengan alasan tidak semua yang makan ikan di Sulsel itu orang Bugis. Seharusnya cukup menambahkan "orang non Bugis di Sulsel juga suka makan ikan" lengkap dengan link sumber. Secara rasional mayoritas pemakan ikan di Sulsel itu orang Bugis.
"Orang Indonesia hobi dengan ponsel. Jumlah ponsel di Indonesia termasuk tertinggi di dunia". Lengkap dengan link sumber. Lalu dihapus begitu saja dengan alasan tidak semua pemakai ponsel di Indonesia itu orang Indonesia ada juga orang asing. Seharusnya cukup menambahkan "orang asing di Indonesia juga memakai ponsel" lengkap dengan link sumber. Secara rasional mayoritas pemakai ponsel di Indonesia itu orang Indonesia. --180.246.94.70 24 Januari 2015 06.34 (UTC)
Misalkan artikel wikipedia tahun baru Imlek yang pernah anda sunting kenapa referensinya cuma 3. Mayoritas kalimatnya tidak didukung sumber. Tapi saya menghormati artikel itu dan tidak semena mena menyuntingnya karena pengetahuan itu tentu bukan bidang saya. Anda juga menghapus tentang kalimat pelabuhan Jepara dll sudah ramai sejak dahulu dan Johor pusat pedagang Jawa ada banyak sumbernya di internet. Tentang kopi, beras dll juga ada sumbernya. Mengenai BPR dan BPRS yang di Jateng dan Jatim sudah tentu ada pengusaha Jawa yang ikut mendirikan BPR dan BPRS. Malah itu sudah terkesan halus artikelnya. Bisa saja ditulis satu persatu pengusaha Jawa yang mendirikan BPR. Saya cari di internet banyak sekali pengusaha Jawa di BPR Jateng dan Jatim. Kalau pengusaha lain biasanya bank swasta. Lain halnya kalau ditulis "pengusaha Jawa banyak bergerak di wisata dan Bali adalah provinsi wisatawan terbesar". Itu jelas aneh karena mayoritas penduduk di Bali bukan orang Jawa. Orang Jateng dan Jatim kalau pengusaha selain Jawa memang ada tapi bidangnya lain. Bidang yang ditulis di artikel itu memang bidang khas pengusaha Jawa yaitu pertanian, perkayuan, masakan Jawa, peternakan, BPR/BPRS, koperasi. Tentang koperasi itu banyak sekali pengusaha Jawa di bidang itu. Pengusaha Tionghoa di Jateng dan Jatim biasanya di bank swasta, otomotif, elektronik, pabrik pengolahan, toko bangunan dll. Pengusaha Madura di Jatim biasanya di sektor besi dan masakan Madura--180.246.94.70 24 Januari 2015 06.51 (UTC)
Sekarang saya tanya anda di Jateng dan Jatim ada lebih dari 60 juta orang Jawa atau hampir 85%. Sebanyak itu tentu butuh penghidupan lalu mereka bekerja sebagai apa kalau pertanian, koperasi, peternakan, BPR dll dikatakan bukan orang Jawa. Tidak mungkin sebanyak itu menjadi PNS semua. Misalkan pengusaha rokok adalah orang selain Jawa kemudian pembeli rokok adalah orang Jawa lalu dari mana uang orang jawa untuk beli rokok ?--180.246.94.70 24 Januari 2015 06.57 (UTC)
Karena tidak mencapai mufakat, lebih baik kita voting artikel ini perlu dihapus atau tidak.
Benar BPR dan pertanian tidak merujuk pada suku tapi setidaknya itu data untuk Jateng dan Jatim. Setidaknya pasti ada pengusaha Jawa yang terlibat disana. Orang Madura juga ada pertanian tetapi tidak mungkin mendominasi 100%. Perhutanan juga ranah pengusaha yaitu pengusaha kayu. Pengusaha HIPPI memang pribumi tapi di Jateng dan sudah tentu ada pengusaha Jawa yang ikut bergabung. Bidang pertanian, kayu, peternakan dll itu memang bidang khas pengusaha Jawa. Kalau seandaianya artikel yang menceritakan tentang suku dan agama anda disunting yang bertentangan dengan keadaanya sebenarnya bagaimana ? Orang Jawa dikenal pluralis dan tak pernah terlibat kerusuhan suku atau agama apapun. Mohon kebijakannya. --180.246.94.70 24 Januari 2015 03.10 (UTC) Ulasan mudik lebaran untuk menggambarkan aktivitas pengusaha Jawa di Jakarta dan ada datanya. Misalkan anda menyunting artikel maka orang lain juga belum tentu setuju pendapat anda.--180.246.94.70 24 Januari 2015 03.13 (UTC)
Nah begini. Mari kita pakai logika saja dalam menulis artikel. Artikel ini memasukkan data BPS, dan data itu bersifat pasti dan tetap. Misal pengusaha Jawa yang berperan adalah A%, sementara masih ada pengusaha2 lain yang menyumbang B%, C%, D% dalam data. Jadi A+B+C+D = E (yaitu data BPS). Apakah E = A? Tentu tidak. Oleh sebab itu, data tersebut tidak bisa digunakan. HARUS ada data pasti yang menunjukkan jumlah sebenarnya, bukan pakai rumus kira2. Untuk mudahnya begini: Gado-gado = bumbu kacang + selada + taoge + tahu goreng. Apakah Gado-gado = taoge? Bisa masuk tidak pernyataan gado-gado = taoge? Tidak bisa kan.
Pertanian peternakan dsb, yang saya tahu, bukan hanya didominasi pengusaha Jawa lo. Pertanian bukan ranah bisnis, kalau distribusinya baru masuk ranah bisnis. Petani bukan pengusaha melainkan produsen, distributor dari produk pertanian dan perhutanan itulah yang masuk ranah bisnis. Dan yang saya tahu, banyak suku selain Jawa yang bergerak di bidang tersebut. Jadi kembali menggunakan rumus logika yang saya gunakan di atas, masuk akal tidak? Ini perhitungan statistika sederhana kok
pernah belajar Metodologi Penelitian kan? ![]()
Untuk HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia), pernyataan yang dibuat adalah mereka mampu menyerap 65% tenaga kerja di seluruh Indonesia. Benar begitu? Kalimat yang digunakan dalam artikel adalah (kurang lebihnya) "Pengusaha Jawa mampu mampu menyerap tenaga kerja sampai 60%". TIDAK BISA digunakan logika seperti itu. Data dari mana? Itu adalah pendapat pribadi, dan data juga tidak masuk dalam referensi yang digunakan. Dalam istilah saya, itu termasuk ke dalam Pemerkosaan Ilmu Pengetahuan. Mohon diperhatikan. Sebelum ada data pasti yang menunjuang, saya (dan saya yakin para pengguna lain yang meninggikan rasional) akan menolah data tersebut. Jangan melakukan Fabrikasi (membuat data sendiri) dan manipulasi data, ini adalah Wikipedia, sebuah Ensiklopedia internet, bukan blog, apalagi berita koran yang kadang datanya ngawur dan ujung2nya diralat pada edisi berikutnya.
Untuk mudik, mungkin sebagian besar pemudik adalah suku Jawa. Tapi apakah itu pengusaha saja? Saya pikir karyawan swasta, PNS, pembantu rumah tangga, kontraktor, buruh bangunan, dsb dsb juga bisa masuk dalam arus mudik. Saya juga tahu kalau Jawa Tengah punya banyak tempat wisata seperti Borobudur Prambanan Mendut Gunung Kidul dsb dsb, yang saya pikir juga menarik perhatian para wisatawan yang ikutan arus mudik mumpung liburan. Apakah itu bisa menggambarkan aktivitas Pengusaha Jawa? Sementara yang ikut arus mudik bukan hanya suku Jawa, juga saya yakin didominasi yang non-pengusaha. Ini juga kembali ke logika di atas yang saya sebutkan pertama-tama.
Orang Jawa dikenal pluralis dan tak pernah terlibat kerusuhan suku atau agama apapun. Saya tidak paham dengan maksud tulisan ini. Jika anda berpikir saya bermaksd menyerang suku Jawa, anda salah besar
saya hanya membela pengetahuan dan tidak tahan jika ada orang yang bermaksud memperkosa pengetahuan. Jika anda memberikan pernyataan, saya anggap itu sebagai pendapat pribadi
karena tidak ada referensi yang anda gunakan untuk mendukung. Jadi masalah selesai sampai di sini. Kita semua di Wikipedia tidak ada yang suka menyerang atau apapun. Bahkan jika anda lihat pada riwayat suntingan, saya membalikkan suntingan seorang anonim yang menyatakan pengusaha Jawa tidak mau saling membantu sesamanya. Kejadian itu sebelum saya merevisi besar2an artikel ini supaya kualitasnya dapat naik, mungkin 1 atau 2 suntingan sebelumnya revisi.
Anggap saja menulis artikel di sini sama seperti menulis skripsi
data tidak bisa dibuat main-main. Mohon perhatiannya dan saya juga menunggu masukan data2 baru yang memang bisa menunjang kualitas artikel ini, sehingga semua orang pasti setuju dengan pernyataan anda. Selama pernyataan tidak didukung pernyataan asli dari referensi, saya anggap itu adalah tindakan manipulasi dan fabrikasi. Terima kasih
Okkisafire (bicara) 24 Januari 2015 04.01 (UTC)
Di artikel mudik juga ada definisi profesinya. Termasuk wirawswasta juga tercantum. Di artikel ini tidak ada yang menyebut BPR, pengusaha pribumi dan pertanian itu orang Jawa semua. Hanya menunjukkan data BPR, pertanian dan pengusaha pribumi di Jateng dan Jatim. Tentu disana juga ada orang Jawa. Silahkan anda membuat juga jumlah BPR di tempat anda. Pertanian itu juga bidang bisnis. Ya sudahlah anda pintar bicara. Gunakanlah nurani anda. Jika motivasi anda adalah rasisme maka anda pasti akan terbalas di tempat lain. Orang Jawa pejuang pluralis tapi sering terkena rasisme. Lama lama orang Jawa bisa bangkit sukuismenya.--180.246.94.70 24 Januari 2015 04.12 (UTC)
Misalkan : Artikel pengusaha Hindu Indonesia tentu menggambarkan kehidupan ekonomi di Bali. Artikel pengusaha Minang tentu menggambarkan kehidupan di Sumbar. Artikel orang Buddha tentu menggambarkan kehidupan orang China, Jepang dll. Artikel kesenian Melayu tentu menggambarkan kesenian di Sumsel dan Riau. Bagaimana kalau itu semua dihapus dengan alasan tidak semua orang Bali itu Hindu, tidak semua orang Sumsel dan Riau itu Melayu, tidak semua orang Sumbar itu Minang dan tidak semua orang China itu Buddha ? Memang suatu daerah pasti terdapat beragam suku dana agama. Tapi suku yang menjadi mayoritas suatu wilayah tentu berperan dalam kehidupan ekonomi di tempat itu. Misalkan pengusaha Jawa tentu yang digambarkan kehidupan di Jateng dan Jatim. Tentu salah jika pengusaha Jawa yang digambarkan kehidupan di Kalimantan atau Amerika. Kehidupan di Jateng dan Jatim pun yang digambarkan adalah sektor yang paling mencerminkan pengusaha Jawa yaitu pertanian, peternakan, masakan Jawa, BPR, koperasi dll. Tentu salah kalau digambarkan pengusaha Jawa di Jateng dan Jatim dari sektor yang biasanya dari suku lain seperti perbankan swasta, otomotif, bangunan, elektronik, tekstil dll. Artikel pengusaha Jawa ini tidak ada yang menghina suku lain--180.246.94.70 24 Januari 2015 04.43 (UTC)
Di Jateng dan DIY kebanyakan pengusaha pertanian itu suku Jawa. Kalau di Jatim kebanyakan pengusaha pertanian juga suku Jawa. Ada 2 pengusaha pertanian. Yang dimaksud artikel itu adalah pengusaha pertanian di desa yang terkait dengan padi. Kalau yang anda maksud pengusaha Tionghoa dan Madura di pertanian itu mungkin pertanian di perkotaan. Pertanian itu ada banyak bukan cuma padi dan beras. --180.246.94.70 24 Januari 2015 04.46 (UTC)
Kalau orang tidak setuju dengan suatu kalimat dalam artikel maka orang itu bisa menambahkan misalkan "tetapi atau menurut" Kalau orang itu menghapus 100% patut dipertanyakan motivasinya. Misalkan lagi artikel tentang agama. Misalkan saja ada tulisan : "Nabi Muhammad adalah nabi terakhir" tentu tidak semua orang setuju dan sangat bias tapi apakah layak untuk dihapus ? atau ada tulisan : "Yesus Kristus adalah juru selamat" tentu tidak semua orang setuju dan bias tapi apakah layak untuk dihapus ? Tentu tidak layak tapi cukup ditambahkan tulisan "menurut orang Islam nabi Muhammad adalah nabi terakhir" atau "menurut orang Kristen Yesus Kristus itu juru selamat"--180.246.94.70 24 Januari 2015 05.09 (UTC)
Misalkan kalimat yang menggambarkan sektor pertanian, BPR, koperasi, knalpot, kayu, peternakan dll kalau anda tidak setuju anda bisa menambahkan " tetapi tidak semua pengusaha di bidang itu adalah suku Jawa" dengan cantuman link referensi. Kalau anda menghapus 100% dan langsung mengunci artikel itu berarti motivasi anda aneh.--180.246.94.70 24 Januari 2015 05.19 (UTC)
Bukan saya yang mencamtukan data tentang koperasi dan BPR. Jadi anda salah alamat menuduh fabrikasi data. Kalau diperhatikan data koperasi dan BPR itu ada link sumbernya tentu itu data resmi.--180.246.94.70 24 Januari 2015 05.25 (UTC)
Barusan saya baca kembali hasil suntingan saya dan saya menemukan satu kalimat yang mungkin itu yang anda anggap rasis. Saya minta maaf untuk itu. Karena waktu menyunting, saya tidak membaca lagi sehingga kalimat yang saya edit malah menimbulkan konotasi negatif. Nanti akan saya perbaiki. Untuk data BPR, itu memang resmi, tp tidak bisa digunakan. Karena data itu merujuk pada pengusaha2 di pulau Jawa, bukan pengusaha suku Jawa yang mungkin bisa di luar Jawa malah domisilinya. Jadi data itu, meski resmi, tetap tidak bisa digunakan. Dan saya tidak menyalahkan anda. Saya kenal kok yg menyunting itu siapa, dan itu bukan anda. Anda yang salah sangka. Untuk kopi2, saya memang menghapus karenma ireferensi tidak cukup laytak dimuat di Wikipedia. Tapi saya mempertahankan isi kerajinan kayu, karena saya cari di google dan memang benar tentang pengusaha kerajinan kayu tsb. Tidakkah anda mengerti bahwa antara isi artikel dan judulnya banyak yang tidak sesuai sebelum saya revisi? Nanti saya akan bantu mengembangkan artikel ini, sebisa data2 tersedia dan layak digunakan. Tapi saya tidak bisa memasukkan pendapat pribadi saya karena memang tidak boleh begitu, sudah ada aturan yang melarang di Wikipedia. Menyunting di sini harus memiliki satu pikiran awal: apa yang saya pikirkan belum tentu benar sebelum ada referensi yang mendukung, dan referensi itu memang sahih serta diyakini dengan umum. Misalnya ensiklopedia bahasa Indonesia, dan bukan blog kamus gaul. Begitu maksud saya. Okkisafire (bicara) 24 Januari 2015 06.07 (UTC)
Yang dihapus itu perbandingannya misalkan.
"Pengusaha Hindu Indonesia banyak bergerak di sektor pariwisata. Bali adalah provinsi dengan jumlah wisatawan terbanyak" Lengkap dengan link sumber. Lalu dihapus begitu saja dengan alasan tidak semua pengusaha di Bali adalah orang Hindu. Seharusnya cukup menambahkan "meski tidak semua pengusaha pariwisata di Bali adalah orang Hindu" dengan link sumber. Secara rasional mayoritas pengusaha wisata di Bali itu orang Hindu.
"Pengusaha Arab di dunia banyak bergerak di sektor Migas. Arab Saudi termasuk negara terbesar migasnya". Dengan link sumber. Lalu dihapus dengan alasan tidak semua pengusaha migas di Arab Saudi itu orang Arab. Seharusnya cukup menambahkan "tetapi tidak semua pengusaha migas di Arab Saudi adalah orang Arab" dengan link sumber.Secara rasional mayoritas pengusaha Migas di Arab itu orang Arab.
"Pengusaha Minang banyak bergerak di sektor makanan. Restoran Padang dikenal memiliki banyak cabang" Lengkap dengan link sumber. Lalu dihapus begitu saja dengan alasan tidak semua pengusaha restoran Padang adalah orang Minang. Seharusnya cukup menambahkan "ada juga pengusaha lain yang membuka restoran Padang" dengan link sumber. Secara rasional mayoritas pengusaha restoran Padang itu orang Minang.
"Orang Spanyol dikenal menggemari sepakbola. Penonton di pertandingan Liga Spanyol sangat penuh". Lengkap dengan link sumber. Lalu dihapus begitu saja dengan alsan tidak semua penonton Liga Spanyol itu orang Spanyol. Seharusnya cukup menambahkan "ada juga orang negara lain yang menonton liga Spanyol" dengan link sumber. Secara rasional mayoritas penonton di stadion Liga Spanyol adalah orang Spanyol.
"Orang Tionghoa Indonesia banyak yang merayakan hari Imlek. Kuil di Indonesia sangat penuh saat hari imlek". Lengkap dengan link sumber. Lalu dihapus begitu saja dengan alasan tidak semua yang hadir di kuil adalah orang Tionghoa. Seharusnya cukup menambahkan "ada juga orang selain Tionghoa yang juga merayakan hari Imlek" dengan link sumber. Secara rasional mayoritas yang hadir di kuil saat imlek adalah orang Tionghoa.
"Orang Kristen Minahasa sangat religius dan rajin ke gereja. Jumlah gereja di Manado termasuk terbanyak di Indonesia". Lengkap dengan link sumber. Lalu dihapus begitu saja dengan alasan tidak semua yang hadir di gereja Manado adalah orang Minahasa asli bisa juga pendatang. Seharusnya cukup menambahkan "banyak juga pendatang di Manado yang pergi ke gereja" dengan link sumber. Secara rasional mayoritas yang hadir di gereja Manado adalah orang Minahasa.
"Orang Bugis sangat menggemari ikan. Konsumsi ikan di Sulsel termasuk tertinggi di dunia. Lengkap dengan link sumber. Lalu dihapus begitu saja dengan alasan tidak semua yang makan ikan di Sulsel itu orang Bugis. Seharusnya cukup menambahkan "orang non Bugis di Sulsel juga suka makan ikan" lengkap dengan link sumber. Secara rasional mayoritas pemakan ikan di Sulsel itu orang Bugis.
"Orang Indonesia hobi dengan ponsel. Jumlah ponsel di Indonesia termasuk tertinggi di dunia". Lengkap dengan link sumber. Lalu dihapus begitu saja dengan alasan tidak semua pemakai ponsel di Indonesia itu orang Indonesia ada juga orang asing. Seharusnya cukup menambahkan "orang asing di Indonesia juga memakai ponsel" lengkap dengan link sumber. Secara rasional mayoritas pemakai ponsel di Indonesia itu orang Indonesia. --180.246.94.70 24 Januari 2015 06.38 (UTC)
Misalkan artikel wikipedia tahun baru Imlek yang pernah anda sunting kenapa referensinya cuma 3. Mayoritas kalimatnya tidak didukung sumber. Tapi saya menghormati artikel itu dan tidak semena mena menyuntingnya karena pengetahuan itu tentu bukan bidang saya. Anda juga menghapus tentang kalimat pelabuhan Jepara dll sudah ramai sejak dahulu dan Johor pusat pedagang Jawa ada banyak sumbernya di internet. Tentang kopi, beras dll juga ada sumbernya. Mengenai BPR dan BPRS yang di Jateng dan Jatim sudah tentu ada pengusaha Jawa yang ikut mendirikan BPR dan BPRS. Malah itu sudah terkesan halus artikelnya. Bisa saja ditulis satu persatu pengusaha Jawa yang mendirikan BPR. Saya cari di internet banyak sekali pengusaha Jawa di BPR Jateng dan Jatim. Kalau pengusaha lain biasanya bank swasta. Lain halnya kalau ditulis "pengusaha Jawa banyak bergerak di wisata dan Bali adalah provinsi wisatawan terbesar". Itu jelas aneh karena mayoritas penduduk di Bali bukan orang Jawa. Orang Jateng dan Jatim kalau pengusaha selain Jawa memang ada tapi bidangnya lain. Bidang yang ditulis di artikel itu memang bidang khas pengusaha Jawa yaitu pertanian, perkayuan, masakan Jawa, peternakan, BPR/BPRS, koperasi. Tentang koperasi itu banyak sekali pengusaha Jawa di bidang itu. Pengusaha Tionghoa di Jateng dan Jatim biasanya di bank swasta, otomotif, elektronik, pabrik pengolahan, toko bangunan dll. Pengusaha Madura di Jatim biasanya di sektor besi dan masakan Madura. --180.246.94.70 24 Januari 2015 06.48 (UTC)
Okkisafire (bicara) 24 Januari 2015 07.52 (UTC)
Berikut ini adalah larangan2 yang jelas dari wikipedia:
Keakuratan artikel ini diragukan dan artikel ini perlu diperiksa ulang dengan mencantumkan referensi yang dapat dipertanggungjawabkan.
. Harap pastikan akurasi artikel ini dengan sumber tepercaya. Lihat diskusi mengenai artikel ini di halaman diskusinya. |
Artikel ini kemungkinan menggunakan bahan sumber yang tidak independen sehingga isinya tidak dapat diverifikasi atau belum memenuhi syarat netral. |
Artikel ini mungkin mengandung riset asli. |
Jika tidak saya perbaiki dengan menghilangkan begitu banyak paragraf dan referensi tidak layak, semua templat di atas bisa dipasang pada artikel ini. Okkisafire (bicara) 24 Januari 2015 07.55 (UTC)
Berdasarkan demografi, orang Jawa di Indonesia mayoritas tinggal Jateng-DIY dan Jatim. Dari daftar provinsi Indonesia menurut PDRB 2011 dengan data BPS 2011, gabungan ekonomi provinsi Jateng, DIY, dan Jatim adalah yang terbesar di Indonesia.
logikanya masih kurang mengena. Tapi saya benar-benar kesulitan mencari referensi yang layak untuk digunakan. Tapi, ada kalimat pertama sudah jelas bahwa yang dimaksud dengan pengusaha adalah wirausahawan. Definisi dari wirausahawan adalah:
Wirausahawan (bahasa Inggris: entrepreneur) adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya
Jadi saya pikir, petani, peternak, perhutanan (KECUALI pemilik pertanian dan peternakan) tidak dapat digolongkan ke dalam Pengusaha. Jika pemahaman saya keliru, mohon masukan dan koreksinya. Okkisafire (bicara) 24 Januari 2015 08.03 (UTC)
Saya mengusulkan untuk memecah artikel ini menjadi 2: Pengusaha Jawa dan Daftar pengusaha Jawa. Uraian yang diberikan sepertinya tidak cocok jika dimasukkan artikel berjudul Daftar Pengusaha Jawa. Mohon masukan pendapatnya. Terima kasih. Okkisafire (bicara) 24 Januari 2015 08.40 (UTC)
Apa perlu jumlah kekayaan disebut? Jumlah kekayaan bisa berubah setiap waktu, bahkan dalam hitungan detik. Selain itu, saya juga tidak melihat manfaat serta keterkaitan artikel dengan penyebutan jumlah kekayaan. Dari awal, saya menangkap kesan "kesukuan" dari artikel ini, bukannya memberikan data dan informasi yang ensiklopedis, jadi mirip bloggie atau kompasiana. Saya sudah berusaha membuat artikel ini menjadi senetral mungkin, dan sekarang sampai di bagian penyebutan harta kekayaan. Mohon masukan pendapatnya, terima kasih. Okkisafire (bicara) 24 Januari 2015 09.15 (UTC)
Besok besok kalau ada waktu saya buka thread di kaskus, blogspot dan kompasiana dengan mencantumkan artikel pengusaha Jawa yang asli. Agar berimbang saya juga mencantumkan nama saudara Okkie Safirie berikut link halaman penggunanya sebagai pihak penyunting disertai alasan. Tapi alasan saudara nampaknya berubah ubah : pertama alasannya adalah petani dan peternak di Jateng dan Jatim adalah orang Tionghoa bukan Jawa. Kemudian alasannya diganti lagi bahwa petani dan peternak bukan pengusaha.
Okkisafire (bicara) 25 Januari 2015 09.33 (UTC)
Alasan pertama itu perbandingannya seperti ini : Orang Jawa mayoritas di Jateng dan Jatim tentu berkontribusi besar untuk output pertanian dan peternakan. Secara budaya memang orang Jawa identik pertanian dan peternakan. Orang selain Jawa di Jateng dan Jatim tentu budayanya bukan pertanian dan peternakan. Kalimatnya salah jika : "Orang Jawa suka makan ikan. Konsumsi ikan di Sulsel termasuk tertinggi" padahal di Sulsel kebanyakan orang Bugis atau "Orang Jawa berprofesi sebagai pemilik toko bangunan. Jumlah toko bangunan di Jateng dan Jatim paling banyak" Padahal pemilik toko bangunan biasanya orang Tionghoa.
Okkisafire (bicara) 25 Januari 2015 09.33 (UTC)
Misalkan : "Orang AS kulit putih suka makan keju. Konsumsi keju negara AS termasuk tertinggi" Lalu dihapus dengan alasan minoritas orang AS kulit hitam lebih dominan makan keju. "Orang Jepang dan China suka makan mie memakai sumpit. Konsumsi mie dan sumpit di Jepang dan China termasuk tertinggi". Lalu dihapus dengan alasan minoritas orang Eropa di Jepang dan China lebih dominan makan mie memakai sumpit. "Orang Batak Kristen rajin pergi ke gereja. Jumlah gereja di Sumut termasuk terbanyak di Indonesia". Lalu dihapus dengan alasan yang dominan ke gereja di Sumut adalah minoritas orang Melayu dan Melayu. "Orang Minang dan Melayu dikenal religius. Jumlah masjid di Sumbar dan Sumsel termasuk terbanyak di Indonesia". Lalu dihapus dengan alasan yang dominan ke masjid di Sumbar dan Sumsel adalah minoritas orang Batak. "Orang Dayak menyukai rumah betang. Jumlah rumah betang di Kalteng dan Kalbar termasuk terbanyak di Indonesia". Lalu dihapus dengan alasan yang dominan pemilik rumah betang adalah minoritas orang Madura. "Orang Bali Hindu sangat piawai melukis. Jumlah lukisan di Bali sangat banyak". Lalu dihapus dengan alasan yang dominan pelukis di Bali itu minoritas orang Tionghoa di Bali". "Banyak orang Tionghoa Jakarta merayakan natal di Singapura. Jumlah penumpang pesawat dari Jakarta ke Singapura sangat banyak saat liburan natal". Lalu dihapus dengan alasan yang dominan merayakan natal di Singapura itu orang Betawi. "Penduduk Jawa di Jakarta banyak yang memilih Jokowi Ahok. Perolehan suara Jokowi Ahok tertinggi saat pilgub Jakarta". Lalu dihapus dengan alasan yang dominan memilih Jokowi Ahok itu minoritas orang Aceh di Jakarta. Orang Tionghoa Buddha di Babel sangat religius. Jumlah kuil Buddha di Babel termasuk terbanyak". Lalu dihapus dengan alasan yang dominan ibadah di kuil Buddha di Babel adalah orang Melayu.
Berdasarkan data BPS menunjukkan Usaha Kecil dan Menengah yang didominasi pengusaha pribumi menyumbang 60% ekonomi Indonesia.<rf>http://www.beritasatu.com/ekonomi/165442-sektor-ukm-diakui-tetapi-tak-dimodali.html/</rf><rf>http://www.investor.co.id/home/hippi-serap-65-tenaga-kerja-di-indonesia/60467/</rf>
Sementara itu, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) mengklaim mampu menyerap hingga 65% tenaga kerja di seluruh Indonesia.<rf>http://www.investor.co.id/home/hippi-serap-65-tenaga-kerja-di-indonesia/60467/</rf>
Okkisafire (bicara) 25 Januari 2015 09.33 (UTC)
Secara rasional : untuk menggambarkan kehidupan suatu suku maka harus dicari di daerah mana suku itu mayoritas kemudian di teliti data di provinsi itu yang banyak apa saja. Memang kelompok minoritas di provinsi itu juga ikut berkontribusi tapi harus disesuaikan dengan budaya suku itu. Masjid memang budaya Minang Melayu, gereja memang budaya orang Batak Kristen, rumah betang memang budaya orang Dayak dll, natal dan kuil memang budaya orang Tionghoa, lukisan memang budaya orang Bali Hindu. Informasinya salah kalau seperti ini : "Orang Batak Kristen rajin ke gereja. Jumlah masjid di Sumut sangat banyak" atau "orang Minang Melayu rajin ke masjid. Segala hal tentang artikel Jawa di wikipedia Indonesia sangat sedikit banyak yang menghapus karena alasan tertentu. Artikel Jawa di wikipedia bahasa Inggris lebih banyak karena orang luar negeri lebih netral. Yang menghapus bisa saja karena unsur sentimen. Misalkan : "Ahok berhasil mengatasi banjir di Jakarta. Lokasi terpapar banjir di Jakarta berkurang banyak dibandingkan tahun lalu" Kemudian dihapus engan alasan yang mengatasi banjir di Jakarta bukan Ahok tapi FPI. Ternyata yang menyunting orang FPI sendiri jelas ini bias karena FPI anti Ahok.
Okkisafire (bicara) 25 Januari 2015 09.33 (UTC)
Alasan saudara Okkie kedua : Pertanian dan peternak bukan pengusaha. Rupanya saudara Okkie menggunakan paradigma sempit tentang pengusaha. Petani dan peternak juga menjual hasil produksinya secara kasar mereka adalah pengusaha tradisional. Petani di Jawa menjual hasil panennya gabah kering giling Rp. 5000 per kg ke tengkulak pengolah beras yang membawa ke kota dan dijual ke pedagang beras kota Rp. 7000 per kg. Kemudian pedagang beras kota menjual Rp. 9000 per kg ke konsumen. Petani dan tengkulak mayoritas suku Jawa. Kalau pedagang beras di kota sudah campuran. Kalau di kota besar bisa Tionghoa dan Jawa. Banyak petani suku Jawa pemilik lahan lebih dari 1 hektar bisa menghasilkan Rp. 50 Juta per hektar. Kemudian menjadi pengolah beras dan menjual berasnya di pasar dengan merk sendiri. Jumlah daftar tunggu haji Indonesia 40% di Jateng dan Jatim (1 Juta orang) itu dominan petani dan pedagang.
Wirausahawan (bahasa Inggris: entrepreneur) adalah orang yang melakukan aktivitas wirausaha dicirikan dengan pandai atau berbakat mengenali produk baru, menentukan cara produksi baru, menyusun operasi untuk pengadaan produk baru, memasarkannya, serta mengatur permodalan operasinya.
pengusaha /peng·u·sa·ha/ n orang yg mengusahakan (perdagangan, industri, dsb); orang yg berusaha dl bidang perdagangan; saudagar; usahawan: ~ percetakan; sumbangan uang dr para ~ untuk korban bencana alam;~ rafinering pengusaha pengolahan minyak mentah: sistem perdagangan baru itu lebih memberikan jaminan keuntungan bagi pihak ~ rafinering;
Okkisafire (bicara) 25 Januari 2015 09.33 (UTC)
Saat menjelang Idul Adha. Para peternak Jawa membawa hewannya untuk dijual di pinggir jalan. Itu adalah pengusaha tradisional. Data mudik ada persentase wiraswasta sebesar 27% juga data pedagang Jawa di Johor. Ada data pedagang Jawa di kayu, kopi dll.
Okkisafire (bicara) 25 Januari 2015 09.33 (UTC)
Orang Jawa juga kerap jadi korban rasisme di dua sisi. Pertama di kelompok Islamis seperti (FPI, PKS, Sumatera Islam dll) orang Jawa dicap sekuler, kafir, Yahudi, Cina, asing aseng dll karena pluralis dan dekat dengan orang non Islam. Tapi kalangan non Islam tidak semuanya menyukai orang Jawa yang tetap dianggap sebagai orang Islam. Sudah saatnya orang Jawa memilih berdiri di satu sisi daripada sekarang terjepit di dua sisi.
Okkisafire (bicara) 25 Januari 2015 09.33 (UTC)
Saya minta ijin saudara untuk mencantumkan nama saudara dan link halaman pengguna saudara di kaskus dan kompasiana. Karena saya berencana cantumkan artikel asli pengusaha Jawa di thread kaskus dan kompasiana agar berimbang nanti saudara juga saya undang kesana. Tapi masih beberapa hari lagi. Sekarang saya sibuk berat. Terimakasih atas usahanya menyunting.
Okkisafire (bicara) 25 Januari 2015 09.33 (UTC)
Satu lagi agar berimbang sebaiknya saudara juga menyunting artikel lain menggunakan standar yang sama saat saudara menyunting artikel pengusaha Jawa. Jangan sampai saudara menggunakan standar ganda. Karena orang lain pun bisa menyunting artikel interest saudara seperti tahun baru imlek dan menghapus sebagian besar isinya karena sama sekali tidak didukung referensi.
Okkisafire (bicara) 25 Januari 2015 09.33 (UTC)
--36.73.29.125 25 Januari 2015 03.20 (UTC)
Okkisafire (bicara) 25 Januari 2015 09.44 (UTC)
Pedagang ternak (ketua asosiasi pedagang ternak Indonesia dari Jawa)
Pedagang beras (ketua asosiasi pedagang beras Indonesia dari Jawa)
Pedagang tembakau, kopi dll(ketua asosiasi pedagang tembakau Indonesia dari Jawa)
Data BPS profesi pedagang terbesar di Jateng dan Jatim
Selama data2 tersebut tidak berasal dari blog, Kaskus, Kompasiana, dan artikel2 sejenis itu; serta memang berhubungan dengan isi artikel tanpa melakukan Fabrikisasi dan Modifikasi data, SILAHKAN dimasukkan. Tidak ada yang melarang. Okkisafire (bicara) 25 Januari 2015 07.59 (UTC)
Mungkin yang dimaksud Babel adalah Bangka Belitung. Bukan Babel yang di Timteng.--180.246.75.203 26 Januari 2015 03.02 (UTC)
Urutannya seperti ini : Anda menyunting wikipedia ini yang kira kira bahasanya seperti ini : "Pengusaha Jawa banyak bergerak di pertanian. Hasil pertanian Jateng dan Jatim termasuk terbesar".
Kemudian ada yang bertanya kenapa disunting. Lalu anda bilang bahwa petani dan peternak di Jawa yang anda tahu kebanyakan Tionghoa.
Secara umum : Orang Jawa terbesar di Jateng dan Jatim dan tentu berkontribusi besar terhadap hasil pertanian. Secara budaya pertanian memang identik profesi orang Jawa.
Lalu dibuatlah pengandaian :
Yang anda lakukan itu kurang lebih seperti ini. Hanya permisalan saja
Misalkan ada kalimat : "Orang Batak dikenal religius. Jumlah gereja di Sumut termasuk terbesar di Indonesia" Lalu disunting dengan alasan yang ke gereja bukan orang Batak tapi orang Aceh di Sumut.
Padahal : Jumlah orang Batak terbesar di Sumut terbesar dan secara budaya memang Kristen adalah agama orang Batak. Kalau orang Aceh memang ada di Sumut tapi minoritas dan menganut Islam.
Mudahnya seperti itu. Anda sendiri sempat meminta maaf karena kalimat anda sendiri yang menurut anda agak SARA.
Tapi saya setuju artikel ini untuk dimasukkan ke Kaskus dan Kompasiana atau sejenisnya tentu artikel pengusaha Jawa yang asli sebelum disunting. Agar dibaca lebih banyak orang dan mendapat tanggapan lebih banyak.
Banyak juga referensi pengusaha Jawa di luar negeri
Pengusaha Jawa menyuplai pangan ke Malaka https://books.google.co.id/books?id=fjsEn3w4TPgC&pg=PA311&lpg=PA311&dq=javanese+merchant&source=bl&ots=yy7BeKkwpV&sig=Whdsj6cCKc917S0NsvEfK_9pcQI&hl=en&sa=X&ei=mrXFVIOtPMLAmAWKmoIg&redir_esc=y#v=onepage&q=javanese%20merchant&f=false
Ketua asosiasi BPR orang Jawa dan pemilik BPR dari Jawa http://finansial.bisnis.com/read/20141028/90/268357/djoko-suyanto-terpilih-lagi-menjadi-ketua-umum-erbarindo http://www.banksuryayudha.com/pemegang-saham-bna http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2010/11/05/129121/Memulai-Usaha-dari-Hal-hal-Kecil
Jumlah daftar tunggu haji (harus setor Rp. 30 Juta per orang) total 2,5 juta orang http://www.daftarhajiumroh.com/waiting-list-daftar-tunggu-keberangkatan-haji-di-indonesia/
Jateng DIY Jatim total 1 juta orang, Jabar sekitar 400.000 orang, Sumatera total 500.000 orang, Sulawesi 200.000 orang Kemungkinan besar itu pedagang Jawa karena jumlah PNS Jawa hanya sedikit.
Coba periksa di artikel ini tentang pengusaha pribumi di Malang dari Kompasiana tapi dibawahnya ada banyak referensi. http://sejarah.kompasiana.com/2012/08/30/bisnis-dan-dakwah-catatan-tentang-kiprah-para-pengusaha-muslim-pribumi-di-kota-malang-1914-1950-an-483162.html
Mungkin hipotesis yang ingin disusun adalah : pengusaha itu pada dasarnya punya 2 profesi. Yaitu profesi asli sebagai produsen dan profesi kedua sebagai pengusaha saat ingin menjual produksinya.
Misalkan : pengusaha busana : Profesinya sebagai penjahit baju kemudian menjual produksinya sebagai pengusaha. Pengusaha pertanian dan peternakan : Profesi aslinya sebagai petani dan peternak kemudian menjual produksinya sebagai pengusaha. Pengusaha warung : Profesi aslinya sebagai koki masakan kemudian menjual produksinya sebagai pengusaha.
Data jumlah anggota HIPPI (pengusaha pribumi) di Jateng yang diketuai orang Jawa secara umum dapat dikatakan orang Jawa yang mayoritas di Jateng berkontribusi besar terhadap jumlah anggota HIPPI di Jateng.
Perbandingannya : "Konsumsi ikan di Sulsel tinggi" Maka dapat dikatakan orang Bugis yang mayoritas di Sulsel menyukai ikan meski data itu menunjukkan di Sulsel bukan Bugis tapi orang Bugis ikut berkontribusi atas konsumsi ikan di Sulsel.
Data Hubdat tentang pemudik menunjukkan profesi wiraswasta mencapai 27% dari mayoritas pemudik Jakarta yang ke Jateng dan Jatim.