Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
~~~~ pada akhir kalimat Anda.
Selamat menjelajah, kami menunggu suntingan Anda di Wikipedia bahasa Indonesia!
Welcome! If you do not understand the Indonesian language, you may want to visit the embassy or find users who speak your language. Enjoy!
--Pesan ini dikirim secara otomatis menggunakan bot. 8 April 2022 05.52 (UTC)
Magelang, KOMPAS Jateng Update - Masyarakat Indonesia diharuskan menghadapi kenaikan harga BBM berjenis Pertamax RON 92 dan juga dampak kelangkaan tersedianya BBM berjenis Pertalite habis menjelang datangnya bulan suci ramadhan 2022 dibarengi mudik Lebaran 2022 dimana masyarakat mayoritas beragama Islam dihari lebaran sering melakukan mudik lebaran pulang ke kampungnya masing-masing. Penyesuaikan naiknya harga BBM Pertamax dilatarbelakangi adanya kasus ketersediaannya bahan bakar serta harga minyak dunia yang tembus hingga mencapai pada kisaran US$100 per barel, semacam itu keadaan minyak dunia dengan harga minyak mentah Indonesia sampai saat ini.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengantisipasi kenaikan harga bahan bakar non-subsidi tersebut. Bahan bakar jenis Pertamax RON 92 ini diperkirakan akan naik mencapai Rp16.000 per-liter. Salahsatu Pimpinan dari Biro Komunikasi dan Layanan Informasi memberitahukan bahwasannya bahan bakar berjenis non-subsidi ini tengah terpantau tinggi di akhir 2021. Menurutnya saat dilakukan pengukuran menggunakan alat ukur ICP tersebut memang mulai merangkak naik, dan juga lebih melonjak naik dari akhir Februari waktu terjadinya konflik perang di negara Ukraina tersebut yang memberikan dampak buruk terhadap perekonomian global terutama masalah ketersediaanya suplai minyak mentah dunia.
Menurutnya, penambahan harga minyak bumi amat pengaruhi terhadap naiknya harga BBM semua negara termasuk negara Indonesia. Berdasarkan data yang diperoleh dari beberapa sumber media, harga BBM yang berjenis BBM non-subsidi RON 92 atau yang sering dikenal oleh masyarakat BBM Pertamax terlihat bulan Maret 2022 sebesar Rp14.526 per-liter. Harga itu yakni representasi dari penambahan harga minyak mentah dunia untuk keekonomian BBM Pertamax.
Hal tersebut juga diungkapkan oleh atasan Direksi dan Komisaris Pertamina Nicke Widyawati yang menginginkan dukungan sesegera mungkin dari Komisi VI DPR RI supaya mendapat izin untuk menaikkan harga jual jenis BBM non-subsidi tersebut. "Hari ini Pertamax belum mengikuti harga pasar, bisa jadi memicu kenaikan harga bahan bakar Pertamax sesuai yang diinginkan," ujar Nicke dalam Rapat Dengar Pandangan (RDP) bersama Komisi VI DPR RI, Senin, 28 Maret 2022. Ketentuan harga jual BBM Pertamax ingin naik menjadi Rp16.000 per-liter ditaksir tepat sasaran dengan alasan sebagian besar pengguna bahan bakar jenis Pertamax adalah orang golongan menengah keatas, jadi sudah sewajarnya jika harga BBM Pertamax tersebut dinaikkan harga jualnya.
Selengkapnya bisa membaca artikel berikut: BBM Naik KOMPAS Jateng Update (bicara) 8 April 2022 08.14 (UTC)