Pemberontakan Khawarij merupakan pemberontakan secara besar-besaran dari kaum Khawarij terhadap Kekhalifahan Abbasiyah antara tahun 866 dan 896. Berpusat di kabupaten Mosul dan Diyar rabi'ah di provinsi al-Jazira, pemberontakan ini berlangsung selama kurang lebih tiga puluh tahun, meskipun berbagai upaya oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk memadamkan pemberontakan itu. Akhirnya pemberontakan ini dikalahkan pada tahun 896 setelah khalifah al-mu'tadid melakukan beberapa kampanye militer untuk mengembalikan otoritas kekalifahan di wilayah tersebut.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

| Pemberontakan Khawarij (866–896) | |||||||
|---|---|---|---|---|---|---|---|
Daerah al-Jasira Timur dan Irak bagian Utara pada abad kesembilan akhir | |||||||
| |||||||
| Pihak terlibat | |||||||
| Kekalifahan Abbasid | Pemberontak Kharijite | ||||||
| Tokoh dan pemimpin | |||||||
|
Yarjukh Musa ibn Bugha Muflih Masrur al-Balkhi Al-Mu'tadid Al-Husayn ibn Hamdan |
Musawir ibn 'Abd al-Hamid al-Shari Harun ibn 'Abdallah al-Bajali (POW) Hamdan ibn Hamdun (POW) | ||||||
Pemberontakan Khawarij merupakan pemberontakan secara besar-besaran dari kaum Khawarij terhadap Kekhalifahan Abbasiyah antara tahun 866 dan 896. Berpusat di kabupaten Mosul dan Diyar rabi'ah di provinsi al-Jazira (Mesopotamia atas), pemberontakan ini berlangsung selama kurang lebih tiga puluh tahun, meskipun berbagai upaya oleh pemerintah pusat dan pemerintah provinsi untuk memadamkan pemberontakan itu. Akhirnya pemberontakan ini dikalahkan pada tahun 896 setelah khalifah al-mu'tadid (r. 892-902) melakukan beberapa kampanye militer untuk mengembalikan otoritas kekalifahan di wilayah tersebut.
Gerakan Khawarij adalah sebuah sekte keagamaan di awal sejarah Islam, yang dikenal dengan fanatisme anggotanya dan oposisi keras terhadap kekuasaan kaum Muslim yang ada saat itu. Pandangan dari para Kaum Khawarij' tentang kekalifahan menyebabkan mereka menolak legitimasi kekuasaan bangsa Alids, Umayyah dan Abbasiyyah yang sama, dan dari abad ketujuh sampai kesembilan merekalah yang terus-menerus melakukan berbagai pemberontakan terhadap pemerintahan kekalifahan yang ditetapkan. Hanya beberapa upaya pemberontakan kaum ini terbukti berhasil, tetapi kaum Khawarij telah menjadi sebuah momok yang terus-menerus ada sebagai ancaman nyata pada pemerintah pusat maupun daerah kekalifahan Abbasid.[1]