Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

BerandaWikiPerompakan di Indonesia
Artikel Wikipedia

Perompakan di Indonesia

Perompakan di Indonesia tidak hanya dianggap dikenal saja, tetapi menurut survei yang dilakukan oleh Biro Maritim Internasional, bahwa negara tersebut memiliki tingkat serangan perompakan tertinggi pada tahun 2004, yang kemudian turun ke peringkat kedua sebagai negara terburuk dalam serangan perompakan di dunia pada tahun 2008, di bawah Nigeria. Namun, Indonesia masih dianggap sebagai wilayah perairan yang paling berbahaya di dunia yang disebabkan oleh tingginya tingkat perompakan. Dengan lebih dari separuh kejahatan perompakan yang ada di dunia terjadi di wilayah perairan Asia Tenggara, kekacauan yang disebabkan oleh perompakan membuat Selat Malaka sebagai tempat yang khas untuk laporan kasus sebagian besar perompakan di Indonesia, yang sekaligus membuat kapal yang berlayar di sekitar wilayah ini sangat rawan akan kejadian tersebut sejak kedatangan bangsa Eropa. Istilah 'Perompakan di Indonesia' meliputi kasus seperti perompakan kapal barang dan tanker oleh perompak Indonesia, serta tingkat tingginya perompakan di dalam negaranya sendiri. Selat Malaka dianggap sebagai salah satu jalur pelayaran di dunia yang telah menyumbang lebih dari dua puluh lima persen dari barang barter dunia yang sebagian besar berasal dari Tiongkok dan Jepang. Sekitar 50.000 kapal yang bernilai perdagangan dunia melintasi selat tersebut secara tahunan, yang meliputi sumber daya minyak dari Teluk Persia dan barang produksi dari Timur Tengah dan Terusan Suez. Kesuksesan dari jalur perdagangan selat tersebut membuat Selat tersebut sebagai tempat yang ideal untuk serangan perompakan.

Wikipedia article
Diperbarui 16 Februari 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Artikel ini perlu dikembangkan dari artikel terkait di Wikipedia bahasa Inggris. (Juli 2023)
klik [tampil] untuk melihat petunjuk sebelum menerjemahkan.
  • Lihat versi terjemahan mesin dari artikel bahasa Inggris.
  • Terjemahan mesin Google adalah titik awal yang berguna untuk terjemahan, tapi penerjemah harus merevisi kesalahan yang diperlukan dan meyakinkan bahwa hasil terjemahan tersebut akurat, bukan hanya salin-tempel teks hasil terjemahan mesin ke dalam Wikipedia bahasa Indonesia.
  • Jangan menerjemahkan teks yang berkualitas rendah atau tidak dapat diandalkan. Jika memungkinkan, pastikan kebenaran teks dengan referensi yang diberikan dalam artikel bahasa asing.
  • Setelah menerjemahkan, {{Translated|en|Piracy in Indonesia}} harus ditambahkan di halaman pembicaraan untuk memastikan kesesuaian hak cipta.
  • Untuk panduan lebih lanjut, lihat Wikipedia:Panduan dalam menerjemahkan artikel.

Perompakan di Indonesia tidak hanya dianggap dikenal saja, tetapi menurut survei yang dilakukan oleh Biro Maritim Internasional, bahwa negara tersebut memiliki tingkat serangan perompakan tertinggi pada tahun 2004, yang kemudian turun ke peringkat kedua sebagai negara terburuk dalam serangan perompakan di dunia pada tahun 2008, di bawah Nigeria.[1] Namun, Indonesia masih dianggap sebagai wilayah perairan yang paling berbahaya di dunia yang disebabkan oleh tingginya tingkat perompakan.[2] Dengan lebih dari separuh kejahatan perompakan yang ada di dunia terjadi di wilayah perairan Asia Tenggara, kekacauan yang disebabkan oleh perompakan membuat Selat Malaka sebagai tempat yang khas untuk laporan kasus sebagian besar perompakan di Indonesia, yang sekaligus membuat kapal yang berlayar di sekitar wilayah ini sangat rawan akan kejadian tersebut sejak kedatangan bangsa Eropa.[1][3] Istilah 'Perompakan di Indonesia' meliputi kasus seperti perompakan kapal barang dan tanker oleh perompak Indonesia, serta tingkat tingginya perompakan di dalam negaranya sendiri. Selat Malaka dianggap sebagai salah satu jalur pelayaran di dunia yang telah menyumbang lebih dari dua puluh lima persen dari barang barter dunia yang sebagian besar berasal dari Tiongkok dan Jepang.[1] Sekitar 50.000 kapal yang bernilai perdagangan dunia melintasi selat tersebut secara tahunan, yang meliputi sumber daya minyak dari Teluk Persia dan barang produksi dari Timur Tengah dan Terusan Suez. Kesuksesan dari jalur perdagangan selat tersebut membuat Selat tersebut sebagai tempat yang ideal untuk serangan perompakan.[4]

Lihat pula

  • Perompakan di Selat Malaka
  • Kejahatan di Indonesia

Referensi

  1. 1 2 3 Read, Sophia. "Piracy: Alive and Dangerous in the 21st Century". The Bali Times. Diakses tanggal 30 March 2013.
  2. ↑ "Sea Piracy Hits Record High". CNN. 26 January 2004. Diakses tanggal 30 March 2013.
  3. ↑ "Indonesia Piracy Hotspot". BBC. 1 November 2000. Diakses tanggal 31 March 2013.
  4. ↑ Schuman, Michael (22 April 2009). "How to Defeat Pirates: Success in the Strait". Time World. Diarsipkan dari asli tanggal 1 May 2013. Diakses tanggal 30 April 2013.
Ikon rintisan

Artikel bertopik umum ini adalah sebuah rintisan. Anda dapat membantu Wikipedia dengan mengembangkannya.


Jika Anda melihat halaman yang menggunakan templat {{stub}} ini, mohon gantikan dengan templat rintisan yang lebih spesifik.
  • l
  • b
  • s

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Lihat pula
  2. Referensi

Artikel Terkait

Perompakan di Somalia

Food Programme, menyatakan keprihatinan terhadap meningkatnya aksi perompakan. Perompakan menyebabkan meningkatnya harga perkapalan dan mengganggu pengiriman

Perompakan di Selat Malaka

900 KM di Asia Tenggara ini. Dalam beberapa tahun terakhir, patroli laut oleh Indonesia, Malaysia dan Singapura berhasil mengurangi perompakan, menurut

Perompakan

Perampokan kapal yang dilakukan di lautan

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026