Pada 24 Desember 1968, dalam apa yang menjadi siaran televisi yang paling banyak disaksikan pada masa itu, kru Apollo 8 membacakan Kitab Kejadian saat mereka mengorbit Bulan. Alkitab yang dipakai disediakan oleh Gideons. Bill Anders, Jim Lovell, dan Frank Borman mengutip Kejadian pasal 1, ayat 1 sampai 10, memakai teks King James Version. Anders membacakan ayat 1–4, Lovell membacakan ayat 5–8, dan Borman membacakan ayat 9–10, melalui transmisi.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Pada 24 Desember 1968, dalam apa yang menjadi siaran televisi yang paling banyak disaksikan pada masa itu,[1][2] kru Apollo 8 membacakan Kitab Kejadian saat mereka mengorbit Bulan. Alkitab yang dipakai disediakan oleh Gideons. Bill Anders, Jim Lovell, dan Frank Borman mengutip Kejadian pasal 1, ayat 1 sampai 10, memakai teks King James Version.[3] Anders membacakan ayat 1–4, Lovell membacakan ayat 5–8, dan Borman membacakan ayat 9–10, melalui transmisi.
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi.
Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.[4]
Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.
Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air."
Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.[4]
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian.
Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.