Pemasaran email adalah penggunaan email (surel) untuk mempromosikan produk atau layanan sambil mengembangkan hubungan dengan calon pelanggan atau klien. Setiap kali sebuah perusahaan mengirimkan email, kecuali konfirmasi pesanan dan tanggapan langsung terhadap pertanyaan pelanggan, itu dapat dianggap sebagai bentuk pemasaran email. Pemasaran email adalah salah satu segmen pemasaran digital dan atau pemasaran internet.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia
Pemasaran email (Inggris: email marketing) adalah penggunaan email (surel) untuk mempromosikan produk atau layanan sambil mengembangkan hubungan dengan calon pelanggan atau klien. Setiap kali sebuah perusahaan mengirimkan email, kecuali konfirmasi pesanan dan tanggapan langsung terhadap pertanyaan pelanggan, itu dapat dianggap sebagai bentuk pemasaran email. Pemasaran email adalah salah satu segmen pemasaran digital dan atau pemasaran internet.[1][2]
Pemasaran email dapat mencakup nawala dengan pembaruan tentang perusahaan, atau promosi penjualan dan penawaran eksklusif untuk pelanggan. Pemasaran email memungkinkan bisnis untuk memberi informasi kepada pelanggan mereka dan menyesuaikan pesan pemasaran mereka dengan audiens mereka.[1]
Dimulai dari mengumpulkan alamat email, kemudian dilanjutkan dengan pengiriman konten edukasi, informasi produk atau promo melalui email, pemasaran email bertujuan untuk menjaga komunikasi dengan pelanggan sehingga tetap terhubung dan tetap menghasilkan penjualan.[3]
Pemasaran email telah berkembang pesat seiring dengan pertumbuhan teknologi abad ke-21. Sebelum pertumbuhan ini, ketika email adalah hal baru bagi sebagian besar pelanggan, pemasaran email belum seefektif itu. Pada tahun 1978, Gary Thuerk dari Digital Equipment Corporation (DEC) mengirimkan email massal pertama [4] kepada sekitar 400 klien potensial melalui Jaringan Badan Proyek Penelitian Lanjutan (ARPANET). Dia mengklaim bahwa ini menghasilkan penjualan senilai $13 juta dalam produk DEC,[5] dan menyoroti potensi pemasaran melalui email massal.
Pada 4 Juli 1996, Hotmail meluncurkan layanan email berbasis web gratis pertama. Dengan melakukan itu, mereka membuka jalur komunikasi langsung ke 20 juta pengguna internet Amerika potensial. Pemasar melihat peluang dan mulai menggunakannya.[6][7]
Pada bulan Desember 1996, perusahaan web-hosting Xoom mengirim email pemasaran ke 6 juta pengguna internet untuk mengiklankan "Robot Email" mereka—alat pemfilteran anti-spam. Menurut pendiri Xoom Laurent Massa, kampanye itu dimaksudkan untuk menjadi lelucon. Massa berkata, "Anda membenci surat sampah, dan karena itu kami mengirimi Anda surat sampah, meminta Anda untuk mendapatkan produk gratis kami sehingga Anda dapat menghentikannya."[8]
Undang-undang CAN-SPAM tahun 2003 ditandatangani menjadi undang-undang oleh Presiden George W. Bush sebagai standar pertama negara untuk mengirim email komersial, yang membutuhkan pengurangan upaya email yang tidak diminta.[9] Ini juga mengharuskan semua email pemasaran menyertakan detail pengirim dan tautan berhenti berlangganan, yang memungkinkan pembaca untuk tidak menerima pesan yang mereka anggap mengganggu atau berisi spam.[10]
Di 2015, ada 2,6 miliar pengguna email di seluruh dunia.[11] Tetapi lebih dari 50 persen email yang diterima adalah spam. Meskipun ini merupakan persentase yang besar, terdapat peningkatan substansial dibandingkan tahun 2008 ketika spam menyumbang 92,6 persen dari total lalu lintas email.[12]
Selama satu dekade terakhir, email telah menjadi lebih dari sekadar pesan yang diisi dengan teks umum. Faktanya, penelitian oleh Econsultancy menemukan bahwa 73 persen pemasar menilai email sebagai saluran digital nomor satu untuk ROI.[13] Saat ini, pemasar memanfaatkan segmentasi email, nawala, buletin, dan kampanye yang dipersonalisasi melalui perangkat lunak pemasaran email otomatis. Alat-alat ini adalah kunci untuk menghasilkan loyalitas pelanggan, meningkatkan rasio klik-tayang, dan memastikan upaya pemasaran berjalan lebih maksimal.[9]
Saat ini lebih dari 319,6 miliar email dikirimkan setiap hari. Di akhir 2025, jumlahnya diproyeksi akan mencapai 376 miliar email setiap hari.[14] Sebagai sebuah strategi pemasaran digital, pengembalian investasi dalam pemasaran email mengalahkan semua strategi lainnya, termasuk optimisasi mesin pencari, bayar per klik (PPC) dan pemasaran konten.[15]
Strategi pemasaran email adalah bagian penting dari strategi pemasaran apa pun di mana email merupakan cara paling hemat biaya untuk berpromosi, berkomunikasi dengan pelanggan, dan mencapai tujuan bisnis. Secara rata-rata, setiap $1 yang dikeluarkan untuk pemasaran email berpotensi menghasilkan pengembalian sebesar $42.[16]
Berikut beberapa strategi dalam pemasaran email:
Lebih pribadi
Pemasaran email mempunyai kelebihan di tingkat keterbacaan yang lebih tinggi karena sifatnya yang lebih pribadi dibanding platform lainnya.[25] Karena sifatnya yang sangat personal ini, pemasaran bisa menjadi sebuah strategi pemasaran yang yang efektif. Caranya adalah dengan menggunakan personalisasi email, yaitu dengan menyebutkan nama penerima email satu per satu.[3]
Berbiaya murah
Biaya pemasaran email bisa jauh lebih rendah daripada banyak bentuk pemasaran lainnya. Tidak ada biaya iklan, pencetakan atau biaya ruang media.[26] Kampanye email tidak membutuhkan waktu lama untuk diproduksi. Jika diperlukan, kampanye email dapat dibuat dalam satu hari, jauh lebih hemat biaya daripada waktu yang dibutuhkan untuk menghasilkan kampanye langsung atau cetak.[27]
Mudah diukur
Keberhasilan kampanye dapat dievaluasi menggunakan perangkat lunak analisis web. Dapat dengan mudah menguji salinan, baris judul, dan desain yang berbeda untuk melihat mana yang paling efektif. Ini memungkinkan untuk mengoptimalkan kampanye mendatang.[26]
Hemat waktu
Dengan otomatisasi, email dapat dikirim ke pelanggan berdasarkan tindakan yang telah mereka lakukan, misalnya kirim email selamat datang saat pengguna mendaftar ke situs web atau mengirim email yang menawarkan insentif diskon jika pengguna meninggalkan keranjang belanja. Sebuah templat yang dibuat dapat digunakan kembali untuk berbagai kampanye email.[26]
Dapat meningkatkan penjualan
Pemasaran email merupakan alat pemasaran yang sangat baik yang dapat meningkatkan penjualan. Kampanye pemasaran email dapat dengan mudah memuat pesan untuk mendorong pembelian kepada audiens yang kemungkinan besar akan membeli karena mereka telah memilih untuk menerima pesan tersebut.[27]
Membangun Hubungan Jangka Panjang
Pemasaran email memungkinkan Anda untuk membangun hubungan jangka panjang dengan pelanggan. Dengan mengirimkan konten yang relevan dan bermanfaat secara rutin, Anda bisa mempertahankan hubungan dengan pelanggan dan membangun loyalitas mereka terhadap merek Anda.
Segmentasi dan Targeting yang Tepat
Email marketing memungkinkan Anda untuk mengirimkan pesan yang sangat ditargetkan kepada segmen audiens tertentu berdasarkan preferensi, perilaku, atau data demografis mereka. Ini meningkatkan kemungkinan pesan Anda akan disambut dengan baik dan menghasilkan konversi yang lebih tinggi.
Meningkatkan Brand Awareness
Dengan pengiriman email yang konsisten, merek Anda tetap berada di benak pelanggan. Bahkan jika mereka tidak segera membeli, mereka tetap mengingat merek Anda ketika mereka siap melakukan pembelian.
Mendukung Strategi Multi-Channel
Email marketing dapat berfungsi sebagai penghubung antara strategi pemasaran multi-channel, seperti mengarahkan pelanggan dari email ke media sosial, situs web, atau toko fisik Anda. Ini membantu dalam menciptakan pengalaman yang konsisten di seluruh saluran.
Kemampuan Pengiriman yang Cepat
Pesan dapat dikirim dengan cepat kepada audiens target Anda, memungkinkan Anda untuk merespons tren pasar atau kebutuhan pelanggan dalam waktu singkat. Ini memberikan fleksibilitas yang tidak dimiliki oleh banyak bentuk pemasaran lainnya.
Spam
Email komersial dapat mengganggu konsumen. Jika pesan tidak ditujukan kepada orang yang tepat, penerima dapat menghapus email atau berhenti berlangganan. Maka perlu memastikan bahwa pemasaran email mematuhi aturan privasi dan perlindungan data, dan ditargetkan dengan tepat kepada orang-orang yang ingin menerimanya. 'Rasio klik tayang' untuk email yang tidak ditargetkan kemungkinan besar akan sangat rendah.[28]
Email tidak sampai
Email yang dirancang dengan buruk mungkin tidak terkirim. Email yang menggunakan kata kunci atau karakter spam tertentu dalam judul subjek atau konten email (misalnya £££s, GRATIS, klik di sini), kemungkinan besar akan disaring oleh perangkat lunak email dan penyedia layanan internet.[28]
Butuh ketrampilan dan sumber daya memadai
Untuk kampanye pemasaran email yang sukses, harus dipastikan salinan, desain, dan daftar pemasaran yang tepat.[28] Pemasaran email juga membutuhkan alat atau perangkat lunak sebagai bantuan dalam menulis, mengirim, dan melacak email, dan bahkan untuk mengintegrasikan data dari kampanye email dengan sistem backend lainnya.[29]
Mudah berhenti berlangganan
Semudah email, mudah juga bagi prospek dan pelanggan untuk berhenti berlangganan. Ketika pelanggan bosan dengan volume atau konten email, mereka dapat dengan mudah berhenti berlangganan dan menghilang.[30]
Ada berbagai istilah yang sering digunakan dalam pemasaran email. Memahami istilah pemasaran email terkadang terasa seperti sedang mencoba mempelajari bahasa baru, dan merasa tersesat adalah hal yang normal. Tapi sekuat jargonnya, penting untuk memiliki pemahaman yang jelas tentang dasar-dasarnya. Beberapa istilah memiliki implikasi hukum yang penting untuk diperhatikan, sementara yang lain mewakili tren dan praktik yang diterapkan dalam pemasaran email.[31]
Berikut beberapa istilah yang sering digunakan dalam pemasaran email: