Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026
Jakarta Aktual
Jakarta Aktual

Berita Aktual dan Faktual

Kembali ke Wiki
Artikel Wikipedia

Pemaksaan sanggama di antara hewan

Pemaksaan sanggama di antara hewan adalah penggunaan kekerasan, ancaman, pelecehan, dan taktik lain untuk membantu mereka bersanggama secara paksa. Perilaku seperti itu telah dibandingkan dengan kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan, pada manusia.

Wikipedia article
Diperbarui 19 September 2025

Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia

Sexual coercion among non-human animalsTemplat:SHORTDESC:Sexual coercion among non-human animals

Pemaksaan sanggama di antara hewan adalah penggunaan kekerasan, ancaman, pelecehan, dan taktik lain untuk membantu mereka bersanggama secara paksa.[1] Perilaku seperti itu telah dibandingkan dengan kekerasan seksual, termasuk pemerkosaan, pada manusia.[2]

Di alam, jantan dan betina biasanya berbeda dalam hal kebugaran reproduksi yang diinginkan. Jantan umumnya lebih memilih untuk memaksimalkan jumlah keturunan mereka, dan oleh karena itu jumlah pasangan mereka; betina, di sisi lain, cenderung lebih peduli pada keturunan mereka dan memiliki lebih sedikit pasangan.[3] Karena itu, umumnya ada lebih banyak pejantan yang tersedia untuk kawin pada waktu tertentu, menjadikan betina sebagai sumber daya yang terbatas.[3][4] Hal ini membuat pejantan mengembangkan perilaku kawin agresif yang dapat membantu mereka mendapatkan pasangan.[4]

Pemaksaan seksual telah diamati pada banyak spesies, termasuk mamalia, burung, serangga, dan ikan.[5] Meskipun pemaksaan seksual memang membantu meningkatkan kebugaran jantan, hal ini sering kali merugikan betina.[4] Pemaksaan seksual telah diamati memiliki konsekuensi, seperti koevolusi interseksual, spesiasi, dan dimorfisme seksual.[3]

Referensi

  1. ↑ Smuts, Barbara B. Male Aggression and Sexual Coercion of Females in Nonhuman Primates and Other Mammals: Evidence and Theoretical Implications. Advances in the Study of Behavior 22 (1993)
  2. ↑ Stamos, David N., Evolution and the Big Questions: Sex, Race, Religion, and Other Matters, John Wiley & Sons, 2011; Alcock, John, The Triumph of Sociobiology, Oxford University Press, 2003, p.207-9.
  3. 1 2 3 Gage, M. J. G., Parker, G. a, Nylin, S. & Wiklund, C. Sexual selection and speciation in mammals, butterflies and spiders. Proceedings: Biological Sciences 269, 2309–16 (2002).
  4. 1 2 3 Grayson, K. L., De Lisle, S. P., Jackson, J. E., Black, S. J. & Crespi, E. J. Behavioral and physiological female responses to male sex ratio bias in a pond-breeding amphibian. Frontiers in Zoology 9, 24 (2012).
  5. ↑ Garner, S. R., Bortoluzzi, R. N., Heath, D. D. & Neff, B. D. Sexual conflict inhibits female mate choice for major histocompatibility complex dissimilarity in Chinook salmon. Proceedings: Biological Sciences 277, 885–94 (2010).

Bagikan artikel ini

Share:

Daftar Isi

  1. Referensi

Artikel Terkait

Perilaku seksual hewan

Perilaku seksual lainnya termotivasi secara reproduktif (seperti pemaksaan sanggama di antara hewan dan perilaku seksual situasional) atau termotivasi secara

Kondom

alat kontrasepsi terbuat dari karet

Prostitusi pada hewan

ketika persanggamaan bukan pasangan terjadi di tempat bersarang jantan, betina mengambil satu atau lebih batu; tetapi ketika persanggamaan terjadi di sarang

Jakarta Aktual
Jakarta Aktual© 2026