Pohon pemakaman atau kerangka pemakaman adalah pohon atau struktur sederhana yang digunakan untuk menempatkan jenazah atau peti mati. Praktik ini dahulu umum dijumpai di kalangan masyarakat Bali, suku Naga, beberapa komunitas Aborigin Australia, serta suku Sioux dan bangsa Pribumi Amerika Utara lainnya.
Sumber: Lihat artikel asli di Wikipedia


Pohon pemakaman atau kerangka pemakaman adalah pohon atau struktur sederhana yang digunakan untuk menempatkan jenazah atau peti mati. Praktik ini dahulu umum dijumpai di kalangan masyarakat Bali, suku Naga, beberapa komunitas Aborigin Australia, serta suku Sioux dan bangsa Pribumi Amerika Utara lainnya.[1]
Sejumlah penduduk Asli Amerika menggunakan pohon pemakaman baik sebagai tempat peristirahatan terakhir maupun sementara bagi kerabat yang telah meninggal, baik sebagai aturan umum (bersama dengan kerangka pemakaman) maupun sebagai alternatif dari makam.[2]: 87 [3]: 99
Jenazah dibungkus dengan rapi menggunakan jubah atau selimut, lalu diletakkan pada percabangan pohon[4]: 67 atau diikatkan pada cabang besar.[5]: 83 Baik orang dewasa maupun anak kecil dimakamkan dengan cara ini.[5]: 83, 385 Sebuah pohon pemakaman dapat menampung lebih dari satu jenazah.[5]: 112 Maximilian zu Wied menyaksikan pohon pemakaman dengan batang dan cabang yang dicat merah di kalangan suku Assiniboine.[6]: 45–46 Tampaknya pohon apa pun dapat digunakan. Pohon kapas disebutkan oleh para pelancong di dataran besar,[5]: 112 demikian pula pohon pinus[5]: 83 dan pohon cedar.[7] Jenazah dapat ditempatkan mulai dari sekitar dua meter di atas permukaan tanah hingga mendekati puncak pohon.[5]: 112 Beberapa barang milik almarhum sering diletakkan di dekat jenazah.
Kerangka pemakaman biasanya dibuat dari empat tiang atau cabang tegak yang bercabang di bagian atas. Dasar ini menopang semacam usungan, tempat jenazah dibaringkan agar terhindar dari serigala. Lokasi yang lebih disukai adalah di atas bukit.[5]: 83 Kerabat biasanya meletakkan beberapa barang milik almarhum di atas panggung atau di sekitar kerangka tersebut.[2]: 87